Firmansyah
Prodi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Bandung, Indonesia.

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Frekuensi Paparan Konten terhadap Persepsi Politik Pengurus PPI Malaysia Siti Reka Sabella; Firmansyah
Bandung Conference Series: Communication Management 277 - 286
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.23862

Abstract

Content related to Brave Pink and Hero Green circulating on social media represents a form of digital political communication frequently encountered by Indonesian youth, including members of the Indonesian Students Association in Malaysia (PPI Malaysia). These contents convey political messages through visuals and narratives that appear repeatedly, which may influence how audiences understand and evaluate political issues. This study aims to examine the relationship between the frequency of exposure to Brave Pink and Hero Green content on social media and the political perceptions of PPI Malaysia members. This study employs a quantitative approach with a correlational research design. The population consists of 165 members of PPI Malaysia, of whom 135 respondents were selected as the sample using a total sampling technique. Data were collected through a questionnaire and analyzed using Spearman’s correlation test. The results indicate that the frequency of exposure to Brave Pink and Hero Green content has a positive and significant relationship with the political perceptions of PPI Malaysia members (ρ = 0.573). These findings suggest that the more frequently respondents are exposed to political content on social media, the more likely they are to develop certain political perceptions regarding the issues presented. This study is expected to provide insights into the role of social media exposure frequency in shaping the political perceptions of Indonesian students living abroad. Konten Brave Pink dan Hero Green yang beredar di media sosial menjadi salah satu bentuk komunikasi politik digital yang banyak ditemui oleh generasi muda Indonesia, termasuk pengurus Persatuan Pelajar Indonesia di Malaysia (PPI Malaysia). Konten tersebut menyampaikan pesan politik melalui visual dan narasi yang muncul secara berulang, sehingga berpotensi memengaruhi cara audiens memahami dan menilai isu-isu politik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara frekuensi paparan konten Brave Pink dan Hero Green di media sosial dengan persepsi politik pengurus PPI Malaysia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 165 pengurus PPI Malaysia, dengan jumlah sampel sebanyak 135 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi paparan konten Brave Pink dan Hero Green memiliki hubungan yang positif dan signifikan dengan persepsi politik pengurus PPI Malaysia (ρ = 0,573). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin sering responden terpapar konten politik di media sosial, maka semakin terbentuk persepsi politik tertentu terhadap isu yang disampaikan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai peran frekuensi paparan media sosial dalam membentuk persepsi politik pelajar Indonesia di luar negeri.
Pengaruh Terpaan Media Online terhadap Tingkat Kecemasan Siswa Mochamad Alfath Haikal Akbar; Firmansyah
Bandung Conference Series: Communication Management 399 - 406
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.24117

Abstract

Digital technology has revolutionised how individuals, particularly students, access and acquire information. Online media has become the primary source of news, including educational issues. The land dispute involving SMAN 1 Bandung, widely reported by various online news portals, attracted significant public attention. This extensive and conflict-laden media exposure may trigger anxiety among students. This study examines the effect of online media exposure on the anxiety levels of SMAN 1 Bandung students regarding the school land dispute. The Stimulus–Organism–Response (SOR) theory provides the conceptual framework to explain the relationship between information exposure (stimulus) and emotional responses, particularly anxiety. A quantitative approach using multiple linear regression was employed. Data were collected through Likert-scale questionnaires administered to 93 students who had accessed news about the dispute. Data analysis included validity and reliability tests, classical assumption tests (normality, multicollinearity, and heteroscedasticity), and t-tests and F-tests to examine partial and simultaneous effects. The findings indicate that online media exposure significantly affects student anxiety (sig. 0.025 < 0.05), explaining 4.7% of the variance. Frequency (X1) has a significant partial effect (sig. 0.018), whereas duration (X2) and attention (X3) do not show significant individual effects on student anxiety.   Teknologi digital telah merevolusi cara individu, termasuk siswa, mengakses dan memperoleh informasi. Media daring kini menjadi sumber utama berita mengenai berbagai topik, termasuk yang berkaitan dengan pendidikan. Sengketa lahan yang melibatkan SMAN 1 Bandung, yang telah diliput secara luas oleh berbagai portal berita daring, menjadi salah satu peristiwa yang menarik perhatian publik secara signifikan. Paparan informasi yang intens dan sarat konflik ini dapat memicu kecemasan pada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak terpaan media daring terhadap tingkat kecemasan siswa di SMAN 1 Bandung terkait sengketa lahan sekolah. Teori Stimulus–Organisme–Respon (SOR) berfungsi sebagai kerangka konseptual untuk menjelaskan hubungan antara paparan informasi sebagai stimulus dan respons emosional berupa kecemasan. Penelitian menggunakan metodologi kuantitatif dengan teknik regresi linier sederhana. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert kepada 93 siswa SMAN 1 Bandung. Analisis data mencakup penilaian validitas dan reliabilitas, serta evaluasi asumsi klasik (normalitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas), dilengkapi uji t dan uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terpaan media berpengaruh signifikan terhadap tingkat kecemasan siswa (sig. 0,025 < 0,05) dengan kontribusi sebesar 4,7%. Secara parsial, frekuensi (X1) berpengaruh signifikan (sig. 0,018), sedangkan durasi (X2) dan atensi (X3) tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan secara individu.  
Pesan Komunikasi Visual dalam Desain Produk untuk Membangun Identitas Merek: Studi Kasus pada Produk Sepatu Lokal Brand Brodo Deva Naulia; Firmansyah
Bandung Conference Series: Communication Management 417 - 424
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.24132

Abstract

The development of local shoe brands in Indonesia shows a positive trend, one of which is Brodo, a brand from Bandung that builds a masculine image through product design. Brodo not only sells shoes as functional products, but also emphasizes quality and narrative by presenting values through visual messages. However, there is a gap between the visual message that is intended to be conveyed and the consumer perception that emphasizes more on the aspects of function and convenience, so that the philosophical value and brand identity are not captured. This study aims to analyze how visual communication messages in Brodo product design are used to build brand identity, how the process of determining design visualization is carried out, and the reasons for the importance of establishing brand identity. The research method used is qualitative with a case study approach, based on a constructivist paradigm to explore the meaning of visual elements in depth. The results show that Brodo's identity is built through visual elements such as shapes, colors, materials, logos, and design details that represent modern, masculine, and functional characters. In addition, the local cultural elements in Kaliku Ina products also strengthen Brodo's identity as a local brand. Consistency of visual communication in product design plays an important role in strengthening the brand identity while differentiating Brodo amid competition from the local shoe industry.   Perkembangan merek sepatu lokal di Indonesia menunjukkan tren positif, salah satunya Brodo, brand asal Bandung yang membangun citra maskulin melalui desain produk. Brodo tidak hanya menjual sepatu sebagai produk fungsional, tetapi juga menekankan kualitas dan narasi dengan menghadirkan nilai-nilai melalui pesan visual. Namun, terdapat kesenjangan antara pesan visual yang ingin disampaikan dengan persepsi konsumen yang lebih menekankan aspek fungsi dan kenyamanan, sehingga nilai filosofis dan identitas merek kurang tertangkap. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana pesan komunikasi visual dalam desain produk Brodo digunakan untuk membangun identitas merek, bagaimana proses penentuan visualisasi desain dilakukan, serta alasan pentingnya penetapan identitas merek. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, berlandaskan paradigma konstruktivis untuk menggali makna elemen visual secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas Brodo dibangun melalui elemen visual seperti bentuk, warna, material, logo, dan detail desain yang merepresentasikan karakter modern, maskulin, dan fungsional. Selain itu, unsur budaya lokal pada produk Kaliku Ina turut memperkuat identitas Brodo sebagai brand lokal. Konsistensi komunikasi visual dalam desain produk berperan penting dalam memperkuat identitas merek sekaligus membedakan Brodo di tengah persaingan industri sepatu lokal.