Andalusia Neneng Permatasari
Prodi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Bandung, Indonesia.

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Dari Akses Menuju Partisipasi: Komunikasi Inklusif pada Festival Literasi Kota Bandung Metha Ainurohmah; Andalusia Neneng Permatasari
Bandung Conference Series: Communication Management 435 - 442
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.24186

Abstract

This study examines the inclusive communication strategy of the Bandung City Office of Library and Archives in the Literacy Festival Program, particularly in the Lomba Bakat Anak Istimewa for children with special needs. The study is motivated by the need for public institutions to provide equal access to information and participation for vulnerable groups. The research aims to explain how communication needs are identified, how interaction is built during the event, how messages and media are planned, and why the strategy has not fully reached all inclusive groups. This study uses a qualitative method with a case study approach. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation, and were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings show that the strategy was built through coordination with teachers, judges, parents, companions, and disability networks. Communication occurred in a layered pattern through intermediaries, while messages were distributed using formal letters, flyers, Instagram, WhatsApp, registration links, and technical meetings. These findings were formulated into an inclusive communication strategy model consisting of needs identification, message and media planning, assisted interaction, participation of children with special needs, and evaluation. Although the strategy has moved toward inclusive communication, limitations remain in participant coverage, the availability of judges and facilitators, message accessibility, and institutional capacity.   Penelitian ini mengkaji strategi komunikasi inklusif Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung dalam Program Festival Literasi, khususnya pada kegiatan Lomba Bakat Anak Istimewa bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya lembaga publik menyediakan akses informasi dan ruang partisipasi yang setara bagi kelompok rentan. Tujuan penelitian adalah menjelaskan proses identifikasi kebutuhan komunikasi ABK, bentuk interaksi selama kegiatan, perencanaan pesan dan media komunikasi, serta penyebab strategi komunikasi belum sepenuhnya menjangkau seluruh kelompok inklusivitas. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi dibangun melalui koordinasi dengan beberapa pihak yang memahami ABK, yaitu guru, juri, orang tua, pendamping, dan jejaring disabilitas. Komunikasi berlangsung secara berlapis melalui pihak perantara, sedangkan pesan disampaikan melalui surat, flyer, Instagram, WhatsApp, tautan pendaftaran, dan rapat teknis. Temuan penelitian dirumuskan dalam model strategi komunikasi inklusif yang mencakup identifikasi kebutuhan, perencanaan pesan dan media, interaksi pendampingan, partisipasi ABK, serta evaluasi. Meskipun telah mengarah pada komunikasi inklusif, strategi tersebut masih dibatasi oleh cakupan kategori peserta, ketersediaan juri dan fasilitator, aksesibilitas pesan, serta kapasitas pendukung.  
Persepsi Generasi Z tentang Gaya Komunikasi Tretan Muslim sebagai Podcaster Ilhandi Riski; Andalusia Neneng Permatasari
Bandung Conference Series: Communication Management 709 - 718
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.24950

Abstract

The rapid growth of podcasts in Indonesia has positioned satirical content creators as influential figures among Generation Z audiences. Tretan Muslim, a host of the popular podcast Musuh Masyarakat, is known for a distinctive communication style in delivering social criticism through humor. This study describes Generation Z's perception in Bandung City of Tretan Muslim's communication style as a podcaster, based on six dimensions proposed by Tubbs and Moss (2008): Controlling, Equalitarian, Structuring, Dynamic, Relinquishing, and Withdrawal. Using a positivist paradigm and descriptive quantitative method, data were collected from 112 respondents aged 18-24 who listen to the podcast, selected through simple random sampling. A validated and reliable Likert-scale questionnaire was used, analyzed through descriptive statistics including frequency distribution, mean, median, mode, and standard deviation. Results show Generation Z perceives all six dimensions positively, with the Dynamic style scoring highest (91.15%) and Withdrawal lowest (85.18%), while the overall perception score (mean = 106.36) falls in the high category. These findings indicate that humor and energetic delivery are the most recognized traits of Tretan Muslim's communication style, while his Controlling tendency is balanced by an equally strong Equalitarian impression among Generation Z listeners.   Pertumbuhan pesat podcast di Indonesia menjadikan kreator konten satir sebagai figur berpengaruh di kalangan audiens Generasi Z. Tretan Muslim, salah satu host podcast populer Musuh Masyarakat, dikenal memiliki gaya komunikasi khas dalam menyampaikan kritik sosial melalui humor. Penelitian ini mendeskripsikan persepsi Generasi Z di Kota Bandung terhadap gaya komunikasi Tretan Muslim sebagai podcaster, berdasarkan enam dimensi yang dikemukakan oleh Tubbs dan Moss (2008): Controlling, Equalitarian, Structuring, Dynamic, Relinquishing, dan Withdrawal. Dengan menggunakan paradigma positivisme dan metode kuantitatif deskriptif, data dikumpulkan dari 112 responden berusia 18-24 tahun yang merupakan pendengar podcast tersebut, dipilih melalui simple random sampling. Kuesioner skala Likert yang telah divalidasi dan diuji reliabilitasnya digunakan, kemudian dianalisis melalui statistik deskriptif meliputi distribusi frekuensi, mean, median, modus, dan standar deviasi. Hasil menunjukkan Generasi Z mempersepsikan keenam dimensi secara positif, dengan gaya Dynamic memperoleh skor tertinggi (91,15%) dan Withdrawal terendah (85,18%), sementara skor persepsi keseluruhan (mean = 106,36) berada pada kategori tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa humor dan penyampaian yang energik menjadi ciri paling dikenali dari gaya komunikasi Tretan Muslim, sementara kecenderungan Controlling-nya diimbangi oleh kesan Equalitarian yang sama kuatnya di mata pendengar Generasi Z.
Pengaruh Copywriting terhadap Brand Attachment Generasi Z di Kota Bandung : (Studi Regresi Pada Instagram @officialmykonos) Boby Prasetyo; Andalusia Neneng Permatasari
Bandung Conference Series: Communication Management 753 - 760
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.25103

Abstract

The rapid development of digital content marketing on social media demands local brands to go beyond conventional advertising and build deep emotional connections with consumers. A distinct challenge is faced by the fragrance industry, which operates under constraints in online spaces due to the inability to communicate sensory aroma experiences directly. Against this backdrop, copywriting on Instagram serves as a strategic communication stimulus to spark imagination while drawing the brand closer to consumers' hearts. This study aims to examine the extent to which copywriting on the @officialmykonos Instagram account influences brand attachment among Generation Z in Bandung, both collectively and partially through the dimensions of Clear, Concise, Compelling, and Credible. Utilizing a quantitative approach within a positivistic paradigm, this research relies on the mechanistic framework of the Stimulus-Response (S-R) theory. Data were gathered by distributing digital questionnaires (Google Forms) to 100 active followers of @officialmykonos in Bandung, selected through a proportionate stratified random sampling technique based on age groups. The results of the simple linear regression analysis demonstrate that copywriting collectively exerts a positive and significant influence, accounting for 64.7% of the variance in brand attachment formation (t statistict = 13409, Sig. < 0.1). Partially, every message dimension proved to have a significant impact, with the Credible aspect (information credibility) emerging as the primary anchor and most dominant factor in winning the trust and emotional attachment of young consumers (t statistict = 8.383). Academically, these findings confirm that a well-crafted 4C message framework that is honest, poetic, and informative effectively functions as a stimulus that linearly generates long-term emotional attachment responses among Generation Z.   Perkembangan pemasaran konten digital di media sosial menuntut merek lokal untuk mampu membangun hubungan emosional yang kuat dengan konsumen. Dalam konteks industri parfum yang memiliki keterbatasan pengalaman sensorik secara daring, rekayasa takarir (copywriting) pada Instagram menjadi elemen stimulus komunikasi strategis untuk membangun imajinasi dan keterikatan emosional konsumen terhadap merek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh copywriting pada akun Instagram @officialmykonos terhadap brand attachment Generasi Z di Kota Bandung, baik secara keseluruhan maupun secara parsial melalui empat dimensi kualitas pesan yaitu Clear, Concise, Compelling, dan Credible. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan paradigma positivistik dan pendekatan analisis regresi linear sederhana berbasis Teori Stimulus-Response (S-R). Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner digital (Google Form) kepada 100 responden pengikut aktif Instagram @officialmykonos yang berdomisili di Kota Bandung melalui teknik stratified random sampling berbasis strata usia. Hasil penelitian melalui uji regresi menunjukkan bahwa variabel copywriting secara keseluruhan memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap brand attachment sebesar 64,7% ( = 13.409, Sig. < 0,1). Secara parsial, keempat dimensi copywriting terbukti berpengaruh signifikan terhadap brand attachment, dengan dimensi Credible sebagai faktor penentu yang paling dominan memengaruhi kelekatan emosional konsumen (= 8.383). Kesimpulan penelitian ini membuktikan secara empiris bahwa akumulasi paparan stimulus pesan terpadu 4C yang berkualitas pada media sosial berhasil memicu respons berupa keterikatan emosional jangka panjang pada khalayak Generasi Z di Kota Bandung.Perkembangan pemasaran konten digital di media sosial menuntut merek lokal untuk mampu membangun hubungan emosional yang kuat dengan konsumen. Dalam konteks industri parfum yang memiliki keterbatasan pengalaman sensorik secara daring, rekayasa takarir (copywriting) pada Instagram menjadi elemen stimulus komunikasi strategis untuk membangun imajinasi dan keterikatan emosional konsumen terhadap merek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh copywriting pada akun Instagram @officialmykonos terhadap brand attachment Generasi Z di Kota Bandung, baik secara keseluruhan maupun secara parsial melalui empat dimensi kualitas pesan yaitu Clear, Concise, Compelling, dan Credible. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan paradigma positivistik dan pendekatan analisis regresi linear sederhana berbasis Teori Stimulus-Response (S-R). Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner digital (Google Form) kepada 100 responden pengikut aktif Instagram @officialmykonos yang berdomisili di Kota Bandung melalui teknik stratified random sampling berbasis strata usia. Hasil penelitian melalui uji regresi menunjukkan bahwa variabel copywriting secara keseluruhan memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap brand attachment sebesar 64,7% ( = 13.409, Sig. < 0,1). Secara parsial, keempat dimensi copywriting terbukti berpengaruh signifikan terhadap brand attachment, dengan dimensi Credible sebagai faktor penentu yang paling dominan memengaruhi kelekatan emosional konsumen (= 8.383). Kesimpulan penelitian ini membuktikan secara empiris bahwa akumulasi paparan stimulus pesan terpadu 4C yang berkualitas pada media sosial berhasil memicu respons berupa keterikatan emosional jangka panjang pada khalayak Generasi Z di Kota Bandung.
Humanizing Representative Audio Communication: Pemaknaan Voice Over Talent dalam Menghadapi Tantangan Artificial Intelligence (AI) pada Praktik Voice Over Iklan Sharla Dwidita Azzahra; Andalusia Neneng Permatasari
Bandung Conference Series: Communication Management 493 - 502
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.25520

Abstract

The development of Artificial Intelligence (AI) has brought major changes to the creative industry, including advertising voice over practices. Synthetic voice technology, voice cloning, and automated voice systems are now able to imitate human vocal characteristics, creating both opportunities and challenges for the Voice Over Talent profession. This article aims to discuss how Voice Over Talent interprets representative audio communication in advertising voice over practices amid the development of AI. This study is based on qualitative research using Alfred Schutz’s phenomenological approach, which positions the subjective experiences of Voice Over Talent as the basis of meaning-making. The findings show that Voice Over Talent does not merely function as a script reader, but also as an audio communicator who interprets the brief, builds vocal character, processes emotion, adjusts messages to the audience, and represents brand identity. In the era of AI, Voice Over Talent faces the challenge of the possible replacement of certain voice-related work by technology. However, human feeling, soul, interpretation, spontaneity, cultural experience, and emotional embodiment remain essential aspects that are difficult for machines to replace. This article relates these findings to the spirit of the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly decent work in the creative industry, and ethical technological innovation.   Perkembangan Artificial Intelligence (AI) membawa perubahan besar dalam industri kreatif, termasuk praktik voice over iklan. Teknologi suara sintetis, voice cloning, dan sistem suara otomatis mampu meniru karakter suara manusia, sehingga menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi profesi Voice Over Talent. Artikel ini bertujuan membahas pemaknaan Voice Over Talent terhadap komunikasi audio representatif dalam praktik voice over iklan di tengah perkembangan AI. Kajian ini berangkat dari penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi Alfred Schutz yang menempatkan pengalaman subjektif Voice Over Talent sebagai dasar pemaknaan. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa Voice Over Talent tidak hanya berperan sebagai pembaca script, tetapi juga sebagai komunikator audio yang menafsirkan brief, membangun karakter suara, mengolah emosi, menyesuaikan pesan dengan audience, serta merepresentasikan identitas brand. Di era AI, Voice Over Talent menghadapi tantangan berupa kemungkinan tergantikannya sebagian pekerjaan suara oleh teknologi. Namun, unsur rasa, jiwa, interpretasi, spontanitas, pengalaman budaya, dan penghayatan manusia tetap menjadi aspek penting yang sulit digantikan mesin. Artikel ini mengaitkan temuan tersebut dengan semangat Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pekerjaan layak di industri kreatif, dan inovasi teknologi beretika.