Alvina Idza Miranda
Universitas Jambi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Sekolah Menengah Kejuruan (Smk) Dalam Membentuk Kesiapan Kerja Siswa: Studi Kasus SMK Negeri 1 Kota Jambi Alvina Idza Miranda; Muazza Muazza; Sudawan Supriadi
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 3 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i3.1180

Abstract

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berperan dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan siap memasuki dunia kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran SMK dalam membentuk kesiapan kerja siswa melalui pelaksanaan program Praktik Kerja Lapangan (PKL) serta mengidentifikasi hambatan dan faktor pendukung dalam pelaksanaan program PKL. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas siswa yang mengikuti PKL, guru produktif, pihak industri, dan Waka Kurikulum. Untuk pengumpulan data pada penelitian ini dengan menggunakan teknik wawancara dan analisis data menggunakan teknik analisis tematik reflektif dibantu dengan software Nvivo 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran sekolah dalam pelaksanaan PKL terlihat melalui perencanaan, kegiatan pembekalan sebelum PKL, penempatan siswa sesuai kompetensi keahlian, pembimbingan dan monitoring selama kegiatan berlangsung, serta evaluasi pelaksanaan PKL. Pelaksanaan program PKL memberikan kontribusi signifikan dalam membentuk kesiapan kerja siswa, khususnya dalam aspek motivasi, kematangan pribadi, kematangan sosial, sikap kerja, dan kompetensi kerja siswa. Program PKL memberikan pengalaman kerja nyata yang mampu mengintegrasikan pembelajaran di sekolah dengan tuntutan dunia kerja. Hambatan dalam pelaksanaan PKL meliputi adaptasi awal siswa, ketidaksesuaian sebagian tempat PKL dengan kompetensi keahlian, dan terjadinya penurunan motivasi akibat pekerjaan yang monoton. Sementara itu, faktor pendukung keberhasilan program PKL antara lain pembekalan sebelum PKL, kerjasama dengan DUDI melalui MoU, sinkronisasi kurikulum dengan kebutuhan industri, pembimbingan efektif dari guru dan industri, serta waktu magang yang memandai.