Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penguatan Solidaritas Sosial melalui Penyaluran Bantuan Logistik bagi Korban Gempa Bumi di Desa Magepanda dan Desa Kolisia Kabupaten Sikka Marianus Oktavianus Wega; Maria Kornelia Ringgi Kuwa; Gabriel Mane; Antonia Rensiana Reong; Mediatrix Santi Gaharpung; Helena Kidi Labot; Yuliana Penu Open; Silirus Jualian Pratama; Appolonaris Matung Nai
Journal of Digital Community Services Vol. 3 No. 2 (2026): July-Desember
Publisher : Institute Of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/dcs.v3i2.70

Abstract

Gempa bumi yang melanda wilayah Flores, Kabupaten Sikka, memberikan dampak signifikan terhadap kehidupan sosial masyarakat serta pemenuhan kebutuhan dasar, khususnya di Desa Magepanda dan Desa Kolisia. Kondisi tersebut memerlukan respons kemanusiaan yang cepat, terkoordinasi, dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat solidaritas sosial melalui penyaluran bantuan logistik kepada masyarakat terdampak gempa sekaligus meningkatkan kepedulian dan tanggung jawab sosial civitas akademika STIKes St. Elisabeth Keuskupan Maumere terhadap masyarakat. Kegiatan dilaksanakan pada 22 Agustus 2026 menggunakan pendekatan deskriptif-partisipatif berbasis aksi sosial komunitas dengan melibatkan pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. Tahapan kegiatan meliputi koordinasi dengan pemerintah desa, identifikasi kebutuhan masyarakat melalui observasi lapangan, penyaluran paket sembako kepada keluarga terdampak, serta pemberian dukungan moril kepada korban bencana. Evaluasi kegiatan dilakukan secara deskriptif berdasarkan dokumentasi, daftar penerima bantuan, observasi lapangan, dan respons masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh bantuan berhasil disalurkan secara tertib dan tepat sasaran kepada keluarga yang membutuhkan. Bantuan logistik memberikan manfaat langsung dalam membantu pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat pada masa tanggap darurat, sementara kehadiran tim pengabdian memberikan dukungan psikososial yang meningkatkan rasa diperhatikan dan semangat masyarakat dalam menghadapi proses pemulihan. Selain itu, keterlibatan mahasiswa memberikan pengalaman belajar kontekstual dalam mengembangkan empati, komunikasi, kerja sama tim, dan kesiapsiagaan bencana. Kegiatan ini membuktikan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat mampu memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan efektivitas respons kemanusiaan, serta menjadi model pengabdian masyarakat yang mendukung ketahanan komunitas dalam menghadapi bencana di masa mendatang.