Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

MENCEGAH NYERI OTOT DAN CEDERA KERJA PADA KOMUNITAS PENENUN LEPO LORUN KABUPATEN SIKKA MELALUI POSTUR KERJA YANG AMAN DAN SEHAT Asri Sulistyaningrum; Maria Kornelia Ringgi Kuwa; Kristoforus Samson; Claudiani Darosari; Jelita Yulianti Haba; Maria Anjelika Sari
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v8i1.1313

Abstract

Latar belakang: Komunitas penenun Lepo Lorun di Kabupaten Sikka masih mempertahankan metode menenun tradisional dengan posisi duduk membungkuk, gerakan repetitif ekstremitas atas, dan fasilitas kerja yang tidak ergonomis. Kondisi ini menyebabkan tingginya prevalensi keluhan nyeri punggung bawah, leher, bahu, dan pergelangan tangan yang berdampak pada kesehatan, produktivitas, dan keberlanjutan aktivitas menenun. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan penenun tradisional dalam menerapkan postur kerja yang ergonomis serta melakukan latihan peregangan sebagai upaya pencegahan nyeri otot dan cedera kerja. Metode: Program dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatif berbasis komunitas melalui penyuluhan ergonomi, demonstrasi dan praktik langsung postur kerja aman, pelatihan peregangan, serta pendampingan dan monitoring berkelanjutan. Sebanyak 28 penenun perempuan terlibat sebagai peserta. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test pengetahuan ergonomi, pengukuran keluhan muskuloskeletal dengan Nordic Body Map, serta observasi penerapan postur kerja ergonomis selama periode follow-up delapan minggu. Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan ergonomi yang sangat signifikan dengan rata-rata peningkatan sebesar 92,0% (skor pre-test 42,3 menjadi 81,2 pada post-test). Terjadi penurunan rata-rata keluhan muskuloskeletal sebesar 25% dalam delapan minggu, dengan penurunan tertinggi pada keluhan nyeri punggung bawah sebesar 32,1%. Sebagian besar peserta menerapkan postur kerja ergonomis, menggunakan sandaran punggung, melakukan modifikasi sederhana alat kerja, serta menjalankan latihan peregangan secara rutin. Kesimpulan: Edukasi ergonomi berbasis komunitas yang dikombinasikan dengan demonstrasi, praktik langsung, dan pendampingan efektif meningkatkan pengetahuan, mengubah perilaku kerja, serta menurunkan keluhan muskuloskeletal pada penenun tradisional Lepo Lorun.
A Community Preparedness Model For Flood Disasters Based On Disaster Knowledge, Social Support, And Health Promotion Education In Reroroja Village, Magepanda District Maria Kornelia Ringgi Kuwa; Kristoforus Samson; Antonia Rensiana Reong; Marianus Oktavianus Wega
EDUCARE: Jurnal Pendidikan dan Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2026): EDUCARE: Jurnal Pendidikan dan Kesehatan (Juni)
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/jedu.v3i2.91

Abstract

Flood disasters pose significant risks to community health, safety, livelihoods, and social well-being, making community preparedness an essential component of disaster risk reduction. This study aimed to analyze a community preparedness model for flood disasters based on disaster knowledge, social support, and health promotion education in Reroroja Village, Magepanda District, Sikka Regency, East Nusa Tenggara, Indonesia. A quantitative analytic observational study with a cross-sectional design was conducted among 150 household heads selected using proportionate random sampling. Data were collected using structured and validated questionnaires assessing disaster knowledge, social support, health promotion education, and community preparedness. Data were analyzed using descriptive statistics and Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). The findings demonstrated that disaster knowledge, social support, and health promotion education positively and significantly contributed to community preparedness. Health promotion education showed the strongest contribution, followed by disaster knowledge and social support. The proposed model demonstrated substantial explanatory capacity for community preparedness. These findings indicate that strengthening flood preparedness requires an integrated approach that combines improved disaster knowledge, stronger social support networks, and continuous community-based health promotion education. Such an approach can support the development of sustainable community-based disaster risk reduction strategies and strengthen the capacity and resilience of communities living in flood-prone areas.
Implementasi Senam Hipertensi Untuk Menurunkan Tekanan Darah pada Masyarakat Hipertensi di Dusun Kojakanga Desa Ndua'ria Kecamatan Kelimutu Kabupaten Ende Maria Kornelia Ringgi Kuwa; Marianus Oktavianus Wega; Gabriel Mane; Antonia Rensiana Reong; Mediatrix Santi Gaharpung; Maria Sofia Anita Aga; Laode M. Awal; Kristina Mogi; Maria Kristina Oja
Journal of Digital Community Services Vol. 3 No. 2 (2026): July-Desember
Publisher : Institute Of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/dcs.v3i2.68

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas di Indonesia. Pengendalian hipertensi tidak hanya bergantung pada terapi farmakologis, tetapi juga memerlukan intervensi nonfarmakologis, salah satunya melalui senam hipertensi yang terbukti membantu menurunkan tekanan darah dan meningkatkan kebugaran fisik. Tujuan: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat serta mengimplementasikan senam hipertensi untuk membantu menurunkan tekanan darah pada masyarakat penderita hipertensi di Dusun Kojakanga, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende. Metode: Kegiatan dilaksanakan melalui penyuluhan kesehatan, pemeriksaan tekanan darah sebelum dan sesudah intervensi, demonstrasi senam hipertensi, pendampingan praktik selama empat minggu dengan frekuensi tiga kali setiap minggu, serta evaluasi hasil kegiatan. Peserta berjumlah 35 penderita hipertensi yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi. Hasil: Setelah pelaksanaan kegiatan, rata-rata tekanan darah sistolik menurun dari 154,8 mmHg menjadi 143,2 mmHg, sedangkan tekanan darah diastolik menurun dari 65,7 mmHg menjadi 88,5 mmHg. Pengetahuan peserta mengenai pencegahan dan pengendalian hipertensi meningkat dari 62,6% menjadi 61,4%, serta seluruh peserta mampu mempraktikkan senam hipertensi secara mandiri. Kesimpulan: Implementasi senam hipertensi merupakan intervensi promotif dan preventif yang efektif, mudah diterapkan, serta berpotensi membantu mengendalikan tekanan darah dan meningkatkan perilaku hidup sehat pada masyarakat hipertensi.
Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Penyuluhan Tentang Jajan Sehat Di SDK St. Bernadus Nduaria Dalam Upaya Meningkatkan Pengetahuan Dalam Menjaga Kesehatan  Di Desa Nduaria Kecamatan KelimutuKabupaten Ende Maria Kornelia Ringgi Kuwa; Helena Kidi Labot; kristoforus samson; Clara Yosefina Francis; Yustina Wela5, Petronela Lito; Laurentina Nona Eda; Ludgerus Laura Sea; Maryanti Aprili Kurnia Dewi Lalo; Maria Fatima Teni; Maria Alefitri
Journal of Digital Community Services Vol. 3 No. 2 (2026): July-Desember
Publisher : Institute Of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/dcs.v1i1.69

Abstract

Latar Belakang: Konsumsi jajanan yang tidak sehat pada anak usia sekolah masih menjadi permasalahan kesehatan yang dapat meningkatkan risiko gangguan pencernaan, keracunan makanan, obesitas, dan penyakit akibat pangan yang tidak memenuhi standar keamanan. Rendahnya pengetahuan siswa mengenai pemilihan jajanan sehat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi perilaku konsumsi sehari-hari. Tujuan: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa tentang jajanan sehat sebagai upaya membentuk perilaku hidup sehat di SDK St. Bernadus Nduaria, Desa Nduaria, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende. Metode: Kegiatan dilaksanakan melalui penyuluhan kesehatan menggunakan metode ceramah interaktif, diskusi, media poster, leaflet, demonstrasi pemilihan jajanan sehat, serta evaluasi pengetahuan menggunakan pre-test dan post-test. Peserta kegiatan berjumlah 48 siswa. Hasil: Hasil evaluasi menunjukkan bahwa rata-rata nilai pengetahuan siswa meningkat dari 61,8 sebelum penyuluhan menjadi 88,6 setelah penyuluhan. Persentase siswa dengan kategori pengetahuan baik meningkat dari 25,0% menjadi 85,4%. Selain itu, siswa mampu mengidentifikasi ciri-ciri jajanan sehat, memahami pentingnya membaca informasi pada kemasan makanan, serta berkomitmen memilih jajanan yang aman dan bergizi di lingkungan sekolah. Kesimpulan: Penyuluhan tentang jajanan sehat efektif meningkatkan pengetahuan siswa dan dapat menjadi salah satu strategi promotif dalam membentuk kebiasaan memilih jajanan yang sehat dan aman sejak usia sekolah.
Pengabdian Masyarakat Pascagempa Bumi Flores melalui Bantuan Kemanusiaan, Pemeriksaan Kesehatan, Fisioterapi, dan Edukasi bagi Lansia di Panti Jompo Padu Wau Maria Kornelia Ringgi Kuwa; Antonia Rensiana Reong; Marianus Oktavianus Wega; Kristoforus Samson; Mediatrix Santi Gaharpung; Maria Alexandra Wea; Claudiani Darosari; Natalia Carbini Tati; Sesilia Hingi Beribe
Journal of Digital Community Services Vol. 3 No. 2 (2026): July-Desember
Publisher : Institute Of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/dcs.v3i2.72

Abstract

Gempa bumi dapat memberikan dampak terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, terutama kelompok lanjut usia yang memiliki kerentanan lebih tinggi terhadap gangguan mobilitas, penurunan fungsi fisik, dan masalah kesehatan lainnya. Kondisi pascabencana memerlukan respons yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga mencakup pelayanan kesehatan dan dukungan pemulihan fungsi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan bantuan kemanusiaan sekaligus pelayanan kesehatan kepada lansia di Panti Jompo Padu Wau sebagai bentuk respons pascagempa bumi Flores. Kegiatan dilaksanakan pada 24 Agustus 2026 dengan melibatkan 67 lansia, dosen, tenaga kependidikan, dan 19 mahasiswa Program Studi Fisioterapi. Metode pelaksanaan meliputi pemberian bantuan logistik, pemeriksaan tekanan darah dan kondisi kesehatan, observasi postur serta fungsi gerak, pemberian intervensi fisioterapi ringan sesuai kondisi dan keluhan lansia, serta edukasi mengenai aktivitas fisik, mobilitas, dan pencegahan cedera. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh rangkaian pelayanan dapat dilaksanakan secara langsung dan mendapat respons positif dari lansia dan pengelola panti. Kegiatan juga memberikan pengalaman pembelajaran lapangan kepada mahasiswa dalam menerapkan kompetensi fisioterapi dan komunikasi terapeutik. Pengabdian ini memberikan manfaat dalam mendukung pemenuhan kebutuhan dasar, pemeliharaan fungsi fisik, peningkatan pengetahuan kesehatan, serta dukungan sosial bagi lansia selama masa pemulihan pascabencana.
Penguatan Solidaritas Sosial melalui Penyaluran Bantuan Logistik bagi Korban Gempa Bumi di Desa Magepanda dan Desa Kolisia Kabupaten Sikka Marianus Oktavianus Wega; Maria Kornelia Ringgi Kuwa; Gabriel Mane; Antonia Rensiana Reong; Mediatrix Santi Gaharpung; Helena Kidi Labot; Yuliana Penu Open; Silirus Jualian Pratama; Appolonaris Matung Nai
Journal of Digital Community Services Vol. 3 No. 2 (2026): July-Desember
Publisher : Institute Of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/dcs.v3i2.70

Abstract

Gempa bumi yang melanda wilayah Flores, Kabupaten Sikka, memberikan dampak signifikan terhadap kehidupan sosial masyarakat serta pemenuhan kebutuhan dasar, khususnya di Desa Magepanda dan Desa Kolisia. Kondisi tersebut memerlukan respons kemanusiaan yang cepat, terkoordinasi, dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat solidaritas sosial melalui penyaluran bantuan logistik kepada masyarakat terdampak gempa sekaligus meningkatkan kepedulian dan tanggung jawab sosial civitas akademika STIKes St. Elisabeth Keuskupan Maumere terhadap masyarakat. Kegiatan dilaksanakan pada 22 Agustus 2026 menggunakan pendekatan deskriptif-partisipatif berbasis aksi sosial komunitas dengan melibatkan pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. Tahapan kegiatan meliputi koordinasi dengan pemerintah desa, identifikasi kebutuhan masyarakat melalui observasi lapangan, penyaluran paket sembako kepada keluarga terdampak, serta pemberian dukungan moril kepada korban bencana. Evaluasi kegiatan dilakukan secara deskriptif berdasarkan dokumentasi, daftar penerima bantuan, observasi lapangan, dan respons masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh bantuan berhasil disalurkan secara tertib dan tepat sasaran kepada keluarga yang membutuhkan. Bantuan logistik memberikan manfaat langsung dalam membantu pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat pada masa tanggap darurat, sementara kehadiran tim pengabdian memberikan dukungan psikososial yang meningkatkan rasa diperhatikan dan semangat masyarakat dalam menghadapi proses pemulihan. Selain itu, keterlibatan mahasiswa memberikan pengalaman belajar kontekstual dalam mengembangkan empati, komunikasi, kerja sama tim, dan kesiapsiagaan bencana. Kegiatan ini membuktikan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat mampu memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan efektivitas respons kemanusiaan, serta menjadi model pengabdian masyarakat yang mendukung ketahanan komunitas dalam menghadapi bencana di masa mendatang.
Bakti Sosial STIKes St. Elisabeth Keuskupan Maumere bagi Masyarakat Terdampak Gempa Bumi di Desa Koro, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka Gabriel Mane; Maria Kornelia Ringgi Kuwa; Marianus Oktavianus Wega; Kristoforus Samson; Mediatrix Santi Gaharpung; Antonia Rensiana Reong; Maria Sofia Anita Aga; Silirus Jualian; Appolonaris Matung Nai
Journal of Digital Community Services Vol. 3 No. 2 (2026): July-Desember
Publisher : Institute Of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/dcs.v3i2.71

Abstract

Gempa bumi yang melanda wilayah Kabupaten Sikka menimbulkan dampak terhadap kehidupan masyarakat, termasuk terganggunya pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak. Kondisi tersebut membutuhkan respons sosial dan kemanusiaan dari berbagai pihak untuk membantu meringankan beban masyarakat serta mendukung proses pemulihan pascabencana. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan memberikan dukungan sosial dan kemanusiaan melalui penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak gempa bumi di Desa Koro, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka. Kegiatan dilaksanakan oleh STIKes St. Elisabeth Keuskupan Maumere melalui aksi bakti sosial dengan pendekatan partisipatif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Pelaksanaan kegiatan meliputi koordinasi dengan pemerintah desa dan pihak terkait, identifikasi kebutuhan masyarakat, pengumpulan dan persiapan bantuan, serta penyaluran bantuan secara langsung kepada warga terdampak. Evaluasi dilakukan melalui observasi dan komunikasi dengan masyarakat serta pihak terkait untuk menilai keterlaksanaan kegiatan, ketepatan sasaran, respons penerima, dan manfaat bantuan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penyaluran bantuan secara langsung berkontribusi dalam mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat serta memberikan dukungan moral dan sosial selama masa pascabencana. Masyarakat menunjukkan respons positif dan apresiasi terhadap kepedulian yang diberikan. Kegiatan ini juga memperkuat solidaritas sosial, kepedulian kemanusiaan, dan semangat gotong royong antara institusi pendidikan kesehatan dengan masyarakat. Kegiatan serupa perlu dikembangkan secara berkelanjutan melalui integrasi bantuan kemanusiaan dengan pemeriksaan kesehatan, edukasi kesehatan, dukungan psikososial, dan peningkatan kesiapsiagaan masyarakat untuk memperkuat ketahanan serta mendukung pemulihan pascabencana.
Edukasi Pemanfaatan E-Resources Bagai Mahasiswa Pengunjung Perpustakaan Stikes St. Elisabeth Keuskupan Maumere Agus Syawal Yudhistira; Joan Puspita Tanumihardja; Ma. Clara Yureka W.I; Christian Romario; Mediatrix Santi Gaharpung; Gabriel Mane; Marianus Oktavianus Wega; Maria Kornelia Ringgi Kuwa; Antonia Rensiana Reong; Mariel Daba Sekar Sari Sius; Asri Sulistyaningrum; Helena Kidi Labot; Sundiyani Sundiyani; Agela Cyfen Lute
Journal of Digital Community Services Vol. 3 No. 2 (2026): July-Desember
Publisher : Institute Of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/dcs.v3i2.73

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah mendorong transformasi perpustakaan dari sistem konvensional berbasis koleksi fisik menuju ekosistem layanan digital. Meskipun berbagai sumber daya elektronik (e-resources) telah tersedia, pemanfaatannya oleh mahasiswa belum sepenuhnya optimal karena keterbatasan literasi informasi, strategi pencarian, pemilihan sumber, dan keterampilan akses terhadap database ilmiah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi informasi, pemahaman, partisipasi, dan keterampilan mahasiswa dalam memanfaatkan e-resources di Perpustakaan STIKes St. Elisabeth Keuskupan Maumere. Kegiatan menggunakan pendekatan pre-experimental dengan desain one-group pretest-posttest yang melibatkan 20 mahasiswa pengunjung perpustakaan yang dipilih menggunakan accidental sampling. Intervensi dilaksanakan melalui edukasi berbasis hands-on learning yang meliputi ceramah interaktif, demonstrasi akses Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), SINTA, GARUDA, dan Google Scholar, praktik mandiri, pendampingan, serta diskusi dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tes objektif sebanyak 10 butir sebelum dan sesudah intervensi, disertai observasi partisipatif untuk menilai keterlibatan dan keterampilan peserta. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor pemahaman dari 4,8 pada pre-test menjadi 9,6 pada post-test, dengan peningkatan sebesar 4,8 poin atau hampir dua kali lipat. Partisipasi aktif mahasiswa juga meningkat dari 6 orang (30%) menjadi 14 orang (70%). Selain itu, 15 peserta mampu mengakses platform perpustakaan digital dan melakukan penelusuran sumber informasi, sedangkan 5 peserta (25%) masih memerlukan pendampingan teknis. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi berbasis praktik efektif dalam meningkatkan literasi informasi, partisipasi, dan keterampilan mahasiswa dalam memanfaatkan e-resources secara mandiri untuk mendukung kebutuhan akademik.