Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

EDUKASI POSTUR KERJA DAN TEKNIK MENGANGKAT BEBAN SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN HERNIA NUCLEUS PULPOSUS PADA MASYARAKAT KAMPUNG KABOR, KABUPATEN SIKKA I Kade Ngurah Dwi Putra Negara; Marianus Oktavianus Wega; Ma. Clara Yureka W.I; Mersiana Dopo; Sesilia Hingi Beribe; Yohana Fanista Bella; Maria Alexandra Wea; Natalia Carbini Tati
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v8i1.1312

Abstract

Latar Belakang: Masyarakat dengan aktivitas fisik berat memiliki risiko tinggi mengalami gangguan muskuloskeletal, khususnya Hernia Nucleus Pulposus (HNP), akibat postur kerja yang tidak ergonomis dan teknik mengangkat beban yang salah. Kondisi ini banyak dijumpai pada masyarakat usia dewasa hingga lanjut usia di wilayah pedesaan, termasuk Kampung Kabor, Kabupaten Sikka. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pencegahan HNP melalui edukasi fisioterapi berbasis komunitas. Metode: Metode yang digunakan adalah edukasi berbasis komunitas melalui ceramah interaktif, demonstrasi postur ergonomis dan teknik mengangkat beban yang benar, serta praktik langsung latihan pencegahan. Kegiatan dilaksanakan pada masyarakat Kampung Kabor usia 40–80 tahun dengan durasi 90 menit. Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai HNP dan faktor risikonya. Sebanyak 85% peserta mampu menjelaskan pengertian HNP, 90% mampu mendemonstrasikan teknik mengangkat beban yang benar, dan 80% mampu mempraktikkan latihan pencegahan secara mandiri. Kesimpulan: Edukasi fisioterapi efektif sebagai upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat untuk mencegah HNP. Program ini berpotensi direplikasi di wilayah lain dengan karakteristik serupa.
Modeling Nurses’ Assertive Behavior Through Emotional Intelligence, Organizational Climate, And Communication Effectiveness In Inpatient Nursing Services Marianus Oktavianus Wega; Maria Kornelia Ringgi Kuwa; Gabriel Mane; Yustina Wela
EDUCARE: Jurnal Pendidikan dan Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2026): EDUCARE: Jurnal Pendidikan dan Kesehatan (Juni)
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/jedu.v3i2.94

Abstract

Assertive behavior is an essential professional competency that supports effective clinical communication, interprofessional collaboration, and patient safety. This study aimed to develop and examine a model of nurses’ assertive behavior based on emotional intelligence, organizational climate, and communication effectiveness in inpatient nursing services at BLUD RSUD dr. T.C. Hillers Maumere. A quantitative analytical observational study with a cross-sectional design was conducted among 120 staff nurses selected using proportionate stratified random sampling. Data were collected using validated and reliable questionnaires measuring emotional intelligence, organizational climate, communication effectiveness, and nurses’ assertive behavior. Data were analyzed using descriptive statistics and Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) with SmartPLS version 4. Most respondents demonstrated high emotional intelligence (64.2%), perceived the organizational climate as good (60.0%), reported effective communication (68.3%), and demonstrated high assertive behavior (61.7%). SEM-PLS analysis showed that emotional intelligence had a positive and significant effect on assertive behavior (β = 0.352, p < 0.001), as did organizational climate (β = 0.287, p < 0.001) and communication effectiveness (β = 0.438, p < 0.001). Communication effectiveness was the strongest predictor. The model explained 71.4% of the variance in nurses’ assertive behavior (R² = 0.714). These findings indicate that strengthening emotional intelligence, organizational climate, and communication effectiveness may support nurses’ assertive behavior, professional communication, and patient safety.
Implementasi Senam Hipertensi Untuk Menurunkan Tekanan Darah pada Masyarakat Hipertensi di Dusun Kojakanga Desa Ndua'ria Kecamatan Kelimutu Kabupaten Ende Maria Kornelia Ringgi Kuwa; Marianus Oktavianus Wega; Gabriel Mane; Antonia Rensiana Reong; Mediatrix Santi Gaharpung; Maria Sofia Anita Aga; Laode M. Awal; Kristina Mogi; Maria Kristina Oja
Journal of Digital Community Services Vol. 3 No. 2 (2026): July-Desember
Publisher : Institute Of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/dcs.v3i2.68

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas di Indonesia. Pengendalian hipertensi tidak hanya bergantung pada terapi farmakologis, tetapi juga memerlukan intervensi nonfarmakologis, salah satunya melalui senam hipertensi yang terbukti membantu menurunkan tekanan darah dan meningkatkan kebugaran fisik. Tujuan: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat serta mengimplementasikan senam hipertensi untuk membantu menurunkan tekanan darah pada masyarakat penderita hipertensi di Dusun Kojakanga, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende. Metode: Kegiatan dilaksanakan melalui penyuluhan kesehatan, pemeriksaan tekanan darah sebelum dan sesudah intervensi, demonstrasi senam hipertensi, pendampingan praktik selama empat minggu dengan frekuensi tiga kali setiap minggu, serta evaluasi hasil kegiatan. Peserta berjumlah 35 penderita hipertensi yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi. Hasil: Setelah pelaksanaan kegiatan, rata-rata tekanan darah sistolik menurun dari 154,8 mmHg menjadi 143,2 mmHg, sedangkan tekanan darah diastolik menurun dari 65,7 mmHg menjadi 88,5 mmHg. Pengetahuan peserta mengenai pencegahan dan pengendalian hipertensi meningkat dari 62,6% menjadi 61,4%, serta seluruh peserta mampu mempraktikkan senam hipertensi secara mandiri. Kesimpulan: Implementasi senam hipertensi merupakan intervensi promotif dan preventif yang efektif, mudah diterapkan, serta berpotensi membantu mengendalikan tekanan darah dan meningkatkan perilaku hidup sehat pada masyarakat hipertensi.
Pengabdian Masyarakat Pascagempa Bumi Flores melalui Bantuan Kemanusiaan, Pemeriksaan Kesehatan, Fisioterapi, dan Edukasi bagi Lansia di Panti Jompo Padu Wau Maria Kornelia Ringgi Kuwa; Antonia Rensiana Reong; Marianus Oktavianus Wega; Kristoforus Samson; Mediatrix Santi Gaharpung; Maria Alexandra Wea; Claudiani Darosari; Natalia Carbini Tati; Sesilia Hingi Beribe
Journal of Digital Community Services Vol. 3 No. 2 (2026): July-Desember
Publisher : Institute Of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/dcs.v3i2.72

Abstract

Gempa bumi dapat memberikan dampak terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, terutama kelompok lanjut usia yang memiliki kerentanan lebih tinggi terhadap gangguan mobilitas, penurunan fungsi fisik, dan masalah kesehatan lainnya. Kondisi pascabencana memerlukan respons yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga mencakup pelayanan kesehatan dan dukungan pemulihan fungsi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan bantuan kemanusiaan sekaligus pelayanan kesehatan kepada lansia di Panti Jompo Padu Wau sebagai bentuk respons pascagempa bumi Flores. Kegiatan dilaksanakan pada 24 Agustus 2026 dengan melibatkan 67 lansia, dosen, tenaga kependidikan, dan 19 mahasiswa Program Studi Fisioterapi. Metode pelaksanaan meliputi pemberian bantuan logistik, pemeriksaan tekanan darah dan kondisi kesehatan, observasi postur serta fungsi gerak, pemberian intervensi fisioterapi ringan sesuai kondisi dan keluhan lansia, serta edukasi mengenai aktivitas fisik, mobilitas, dan pencegahan cedera. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh rangkaian pelayanan dapat dilaksanakan secara langsung dan mendapat respons positif dari lansia dan pengelola panti. Kegiatan juga memberikan pengalaman pembelajaran lapangan kepada mahasiswa dalam menerapkan kompetensi fisioterapi dan komunikasi terapeutik. Pengabdian ini memberikan manfaat dalam mendukung pemenuhan kebutuhan dasar, pemeliharaan fungsi fisik, peningkatan pengetahuan kesehatan, serta dukungan sosial bagi lansia selama masa pemulihan pascabencana.
Penguatan Solidaritas Sosial melalui Penyaluran Bantuan Logistik bagi Korban Gempa Bumi di Desa Magepanda dan Desa Kolisia Kabupaten Sikka Marianus Oktavianus Wega; Maria Kornelia Ringgi Kuwa; Gabriel Mane; Antonia Rensiana Reong; Mediatrix Santi Gaharpung; Helena Kidi Labot; Yuliana Penu Open; Silirus Jualian Pratama; Appolonaris Matung Nai
Journal of Digital Community Services Vol. 3 No. 2 (2026): July-Desember
Publisher : Institute Of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/dcs.v3i2.70

Abstract

Gempa bumi yang melanda wilayah Flores, Kabupaten Sikka, memberikan dampak signifikan terhadap kehidupan sosial masyarakat serta pemenuhan kebutuhan dasar, khususnya di Desa Magepanda dan Desa Kolisia. Kondisi tersebut memerlukan respons kemanusiaan yang cepat, terkoordinasi, dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat solidaritas sosial melalui penyaluran bantuan logistik kepada masyarakat terdampak gempa sekaligus meningkatkan kepedulian dan tanggung jawab sosial civitas akademika STIKes St. Elisabeth Keuskupan Maumere terhadap masyarakat. Kegiatan dilaksanakan pada 22 Agustus 2026 menggunakan pendekatan deskriptif-partisipatif berbasis aksi sosial komunitas dengan melibatkan pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. Tahapan kegiatan meliputi koordinasi dengan pemerintah desa, identifikasi kebutuhan masyarakat melalui observasi lapangan, penyaluran paket sembako kepada keluarga terdampak, serta pemberian dukungan moril kepada korban bencana. Evaluasi kegiatan dilakukan secara deskriptif berdasarkan dokumentasi, daftar penerima bantuan, observasi lapangan, dan respons masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh bantuan berhasil disalurkan secara tertib dan tepat sasaran kepada keluarga yang membutuhkan. Bantuan logistik memberikan manfaat langsung dalam membantu pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat pada masa tanggap darurat, sementara kehadiran tim pengabdian memberikan dukungan psikososial yang meningkatkan rasa diperhatikan dan semangat masyarakat dalam menghadapi proses pemulihan. Selain itu, keterlibatan mahasiswa memberikan pengalaman belajar kontekstual dalam mengembangkan empati, komunikasi, kerja sama tim, dan kesiapsiagaan bencana. Kegiatan ini membuktikan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat mampu memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan efektivitas respons kemanusiaan, serta menjadi model pengabdian masyarakat yang mendukung ketahanan komunitas dalam menghadapi bencana di masa mendatang.
Bakti Sosial STIKes St. Elisabeth Keuskupan Maumere bagi Masyarakat Terdampak Gempa Bumi di Desa Koro, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka Gabriel Mane; Maria Kornelia Ringgi Kuwa; Marianus Oktavianus Wega; Kristoforus Samson; Mediatrix Santi Gaharpung; Antonia Rensiana Reong; Maria Sofia Anita Aga; Silirus Jualian; Appolonaris Matung Nai
Journal of Digital Community Services Vol. 3 No. 2 (2026): July-Desember
Publisher : Institute Of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/dcs.v3i2.71

Abstract

Gempa bumi yang melanda wilayah Kabupaten Sikka menimbulkan dampak terhadap kehidupan masyarakat, termasuk terganggunya pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak. Kondisi tersebut membutuhkan respons sosial dan kemanusiaan dari berbagai pihak untuk membantu meringankan beban masyarakat serta mendukung proses pemulihan pascabencana. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan memberikan dukungan sosial dan kemanusiaan melalui penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak gempa bumi di Desa Koro, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka. Kegiatan dilaksanakan oleh STIKes St. Elisabeth Keuskupan Maumere melalui aksi bakti sosial dengan pendekatan partisipatif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Pelaksanaan kegiatan meliputi koordinasi dengan pemerintah desa dan pihak terkait, identifikasi kebutuhan masyarakat, pengumpulan dan persiapan bantuan, serta penyaluran bantuan secara langsung kepada warga terdampak. Evaluasi dilakukan melalui observasi dan komunikasi dengan masyarakat serta pihak terkait untuk menilai keterlaksanaan kegiatan, ketepatan sasaran, respons penerima, dan manfaat bantuan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penyaluran bantuan secara langsung berkontribusi dalam mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat serta memberikan dukungan moral dan sosial selama masa pascabencana. Masyarakat menunjukkan respons positif dan apresiasi terhadap kepedulian yang diberikan. Kegiatan ini juga memperkuat solidaritas sosial, kepedulian kemanusiaan, dan semangat gotong royong antara institusi pendidikan kesehatan dengan masyarakat. Kegiatan serupa perlu dikembangkan secara berkelanjutan melalui integrasi bantuan kemanusiaan dengan pemeriksaan kesehatan, edukasi kesehatan, dukungan psikososial, dan peningkatan kesiapsiagaan masyarakat untuk memperkuat ketahanan serta mendukung pemulihan pascabencana.
Edukasi Pemanfaatan E-Resources Bagai Mahasiswa Pengunjung Perpustakaan Stikes St. Elisabeth Keuskupan Maumere Agus Syawal Yudhistira; Joan Puspita Tanumihardja; Ma. Clara Yureka W.I; Christian Romario; Mediatrix Santi Gaharpung; Gabriel Mane; Marianus Oktavianus Wega; Maria Kornelia Ringgi Kuwa; Antonia Rensiana Reong; Mariel Daba Sekar Sari Sius; Asri Sulistyaningrum; Helena Kidi Labot; Sundiyani Sundiyani; Agela Cyfen Lute
Journal of Digital Community Services Vol. 3 No. 2 (2026): July-Desember
Publisher : Institute Of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/dcs.v3i2.73

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah mendorong transformasi perpustakaan dari sistem konvensional berbasis koleksi fisik menuju ekosistem layanan digital. Meskipun berbagai sumber daya elektronik (e-resources) telah tersedia, pemanfaatannya oleh mahasiswa belum sepenuhnya optimal karena keterbatasan literasi informasi, strategi pencarian, pemilihan sumber, dan keterampilan akses terhadap database ilmiah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi informasi, pemahaman, partisipasi, dan keterampilan mahasiswa dalam memanfaatkan e-resources di Perpustakaan STIKes St. Elisabeth Keuskupan Maumere. Kegiatan menggunakan pendekatan pre-experimental dengan desain one-group pretest-posttest yang melibatkan 20 mahasiswa pengunjung perpustakaan yang dipilih menggunakan accidental sampling. Intervensi dilaksanakan melalui edukasi berbasis hands-on learning yang meliputi ceramah interaktif, demonstrasi akses Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), SINTA, GARUDA, dan Google Scholar, praktik mandiri, pendampingan, serta diskusi dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tes objektif sebanyak 10 butir sebelum dan sesudah intervensi, disertai observasi partisipatif untuk menilai keterlibatan dan keterampilan peserta. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor pemahaman dari 4,8 pada pre-test menjadi 9,6 pada post-test, dengan peningkatan sebesar 4,8 poin atau hampir dua kali lipat. Partisipasi aktif mahasiswa juga meningkat dari 6 orang (30%) menjadi 14 orang (70%). Selain itu, 15 peserta mampu mengakses platform perpustakaan digital dan melakukan penelusuran sumber informasi, sedangkan 5 peserta (25%) masih memerlukan pendampingan teknis. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi berbasis praktik efektif dalam meningkatkan literasi informasi, partisipasi, dan keterampilan mahasiswa dalam memanfaatkan e-resources secara mandiri untuk mendukung kebutuhan akademik.