Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Perkembangan riset conversational AI pada layanan konseling berdasarkan publikasi terindeks Wiki Lofandri; Mutia Ramdhatul Jannah
Lentera Negeri Vol. 6 No. 1 (2025): Lentera Negeri
Publisher : Indonesian Institute For Counseling, Education and Therapy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/993780

Abstract

Kemunculan kecerdasan buatan percakapan (conversational artificial intelligence) telah membuka jalur baru bagi layanan konseling, mulai dari dukungan kesehatan mental hingga bimbingan karier, namun peta literaturnya belum banyak dipetakan secara sistematis. Penelitian ini menganalisis 479 artikel jurnal terindeks Scopus yang terbit pada rentang 2021–2025 untuk memahami perkembangan, sebaran, dan struktur tematik riset pada persinggungan kecerdasan buatan percakapan dan layanan konseling. Data ditelusuri menggunakan strategi Boolean pada basis data Scopus, disaring melalui tahapan jenis dokumen, bahasa, jenis sumber, dan tahap publikasi, kemudian dianalisis dengan Biblioshiny (paket Bibliometrix R) dan VOSviewer. Hasil menunjukkan pertumbuhan publikasi yang konsisten dari 36 artikel pada 2021 menjadi 198 artikel pada 2025, didominasi oleh Amerika Serikat, Tiongkok, dan Inggris Raya, dengan JMIR Formative Research dan Journal of Medical Internet Research sebagai jurnal paling produktif. Analisis kata kunci memperlihatkan bahwa tema depresi, kecemasan, dan cognitive behavioral therapy menempati kuadran niche yang berkembang, sementara chatbot dan mental health masih berada pada kuadran basic themes yang menopang keseluruhan bidang. Hukum Bradford mengonfirmasi konsentrasi literatur pada sejumlah kecil jurnal inti, sedangkan Hukum Lotka menunjukkan pola produktivitas penulis yang lebih timpang dibanding pola klasik. Temuan ini memberikan peta rujukan bagi peneliti, praktisi konseling, dan pengembang teknologi dalam merumuskan agenda riset lanjutan mengenai efektivitas klinis, etika, dan penerimaan pengguna terhadap agen percakapan berbasis kecerdasan buatan dalam konteks layanan konseling.
Perkembangan dan struktur riset embodied conversational agent pada konseling digital Wiki Lofandri; Saftrian Mukhlizul Fuad; Mutia Ramdhatul Jannah
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 10 No. 1 (2025): SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23916/086852011

Abstract

Penelitian ini menganalisis 249 artikel jurnal terindeks Scopus periode 2021-2025 yang diperoleh melalui strategi Boolean pada istilah embodied conversational agent, conversational agent, dan virtual agent yang dipadukan dengan istilah konseling, kesehatan mental digital, dan dukungan psikologis. Analisis bibliometrik dilakukan menggunakan Biblioshiny (paket Bibliometrix R) dan VOSviewer, mencakup analisis performa (tren publikasi, sitasi, Hukum Bradford, Hukum Lotka), analisis struktural (co-occurrence keyword, thematic mapping, tiga-medan istilah), serta analisis kolaborasi negara. Hasil menunjukkan produksi ilmiah tumbuh dari 27 artikel pada 2021 menjadi 83 artikel pada 2025, didominasi oleh jurnal rumpun JMIR (JMIR Formative Research dan Journal of Medical Internet Research masing-masing 24 artikel) dan penulis dari Amerika Serikat, Inggris, serta beberapa negara Eropa dan Asia Timur. Analisis co-occurrence memperlihatkan tiga klaster tematik utama, yaitu klaster teknologi-percakapan (chatbot, conversational agent, artificial intelligence), klaster klinis-demografis (human, article, female, male), dan klaster modalitas pengiriman layanan (mhealth, mobile health, telemedicine). Peta tematik menunjukkan mental health, artificial intelligence, dan conversational agents sebagai tema dengan sentralitas tinggi namun kepadatan internal rendah, sementara depression, anxiety, dan cognitive behavioral therapy menempati posisi motor theme. Tidak ditemukan satu pun artikel dengan afiliasi penulis dari Indonesia, yang menandakan kekosongan kontribusi keilmuan nasional pada bidang ini. Temuan tersebut menegaskan perlunya riset ECA berbasis konteks budaya dan bahasa lokal, khususnya di kawasan yang secara empiris masih absen dari peta pengetahuan global.
Teknologi konseling digital: pemetaan perkembangan riset pada basis data scopus (2021–2025) Wiki Lofandri; Saftrian Mukhlizul Fuad; Mutia Ramdhatul Jannah
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 10 No. 2 (2025): SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23916/086853011

Abstract

Penelitian ini memetakan perkembangan riset global tentang teknologi konseling digital periode 2021–2025 melalui analisis bibliometrik. Data ditarik dari Scopus menggunakan kombinasi boolean yang mencakup istilah online/digital/e-/cyber/internet/web-based/virtual/remote/tele-counseling beserta variasi ejaannya, lalu disaring berdasarkan tahun terbit, jenis dokumen, bahasa, jenis sumber, dan tahap publikasi. Hasilnya 569 dokumen yang dianalisis dengan Biblioshiny (Bibliometrix R-package). Produksi ilmiah memuncak pada 2022 (127 artikel), menurun ke titik terendah pada 2023–2024, lalu naik sedikit pada 2025. Sebaliknya, rerata sitasi per artikel per tahun terus menurun, yang menunjukkan momentum melambat meski volume dokumen bertahan. Amerika Serikat, Britania Raya, dan Jerman menjadi negara paling produktif, diikuti Iran, Kanada, Indonesia, dan India. Analisis Bradford menemukan 47 jurnal inti yang memuat sepertiga literatur, sementara Hukum Lotka (β = 3,74) menunjukkan produktivitas penulis sangat terkonsentrasi: 92,5% penulis hanya menyumbang satu dokumen. Peta tematik menempatkan klaster "covid-19/pandemic" sebagai tema motor yang matang, sedangkan klaster "controlled study/randomized controlled trial" berada di kuadran niche, menandakan desain eksperimental ketat masih menjadi ceruk, bukan arus utama. Studi ini menyimpulkan bahwa bidang ini sedang beralih dari respons darurat pandemi menuju konsolidasi berbasis bukti, dan mulai membuka jalan bagi modalitas berbasis kecerdasan buatan percakapan. Implikasi teoretis dan praktis, keterbatasan, serta agenda riset masa depan turut dibahas.
Online counseling dan digital mental health: pemetaan tren dan arah penelitian Wiki Lofandri; Bayu Ramadhan Fajri; Mutia Ramdhatul Jannah
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 10 No. 3 (2025): SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23916/086854011

Abstract

Penelitian ini memetakan struktur pengetahuan global bidang online counseling dan digital mental health melalui 340 artikel jurnal terindeks Scopus periode 2016-2025, diperoleh melalui strategi Boolean pada istilah online/e-/internet/web-based/virtual/tele-counseling yang dipadukan dengan istilah kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis. Analisis dilakukan dengan Biblioshiny (Bibliometrix R) dan VOSviewer, mencakup analisis performa (tren publikasi, sitasi, Hukum Bradford, Hukum Lotka, model siklus hidup) serta analisis struktural (co-occurrence, peta tematik, tiga-medan istilah, tren kata dari waktu ke waktu). Produksi ilmiah menunjukkan pola tidak linear: relatif kecil dan fluktuatif pada 2016-2019 (8-20 artikel per tahun), melonjak tajam pada 2020 (38 artikel) bersamaan dengan awal pandemi, mencapai puncak pada 2022 (59 artikel), sempat menurun pada 2023 (40 artikel), lalu kembali naik pada 2024-2025 (47 dan 51 artikel). Jaringan co-occurrence memperlihatkan dua klaster besar, yaitu klaster praktik konseling-klinis (mencakup online counseling/counselling, cognitive behavioral therapy, depression, anxiety) dan klaster modalitas pandemi (telepsychology, telehealth, telemedicine, covid-19). International Journal of Environmental Research and Public Health, JMIR Mental Health, dan Counselling and Psychotherapy Research tercatat sebagai jurnal paling produktif. Amerika Serikat mendominasi produksi ilmiah (110 dari 340 artikel), sementara Indonesia muncul pada 9 artikel, seluruhnya terbit pada 2021-2025 dan sebagian besar berasal dari jurnal berjangkauan nasional-regional dengan sitasi yang masih rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa kontribusi Indonesia pada bidang ini sudah mulai tumbuh namun belum menjangkau jurnal inti internasional yang menjadi pusat gravitasi keilmuan bidang ini, sehingga menyisakan ruang pengembangan riset konseling daring berbasis konteks lokal yang lebih terintegrasi dengan wacana global.
Artificial intelligence dalam kesehatan mental: tinjauan perkembangan literatur Wiki Lofandri; Bayu Ramadhan Fajri; Mutia Ramdhatul Jannah
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 10 No. 3 (2025): SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23916/086855011

Abstract

Penelitian ini menganalisis evolusi kajian kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) pada bidang kesehatan mental melalui pendekatan bibliometrik. Data ditarik dari basis data Scopus menggunakan kombinasi Boolean pada bidang judul, abstrak, dan kata kunci, mencakup terbitan tahun 2016 hingga 2025 dengan tipe dokumen artikel berbahasa Inggris dari sumber jurnal pada tahap publikasi final, menghasilkan 529 artikel sebagai korpus akhir. Analisis dilakukan menggunakan aplikasi Biblioshiny berbasis paket Bibliometrix pada R, mencakup analisis produksi ilmiah tahunan, sitasi, Hukum Bradford, Hukum Lotka, jaringan ko-kemunculan kata kunci, kolaborasi antarnegara, pemetaan tematik, serta proyeksi siklus hidup topik. Hasil menunjukkan pertumbuhan publikasi yang sangat tajam sejak 2020, dengan lonjakan terbesar pada 2024 dan 2025, serta rata-rata sitasi per dokumen sebesar 17,4. Amerika Serikat, Tiongkok, dan India tercatat sebagai kontributor paling produktif, sementara Journal of Medical Internet Research dan IEEE Access menjadi sumber publikasi terbanyak. Analisis tematik menunjukkan bahwa kata kunci "machine learning", "mental health", dan "artificial intelligence" menempati posisi sentral sekaligus berkembang, sedangkan tema seperti chatbot percakapan dan deteksi berbasis ucapan/teks masih berada pada kuadran tema khusus (niche) dengan tingkat pengembangan yang belum matang. Model proyeksi siklus hidup mengindikasikan bahwa produksi tahunan topik ini diperkirakan mencapai puncak pada sekitar tahun 2028–2029 sebelum melandai. Temuan ini memberikan peta jalan empiris bagi peneliti, pengembang teknologi, dan pembuat kebijakan dalam merumuskan agenda riset AI untuk kesehatan mental yang lebih terarah pada tema yang masih berkembang, khususnya pada aspek etika, validasi klinis, dan representasi populasi di luar negara-negara dengan produktivitas tinggi.
Perkembangan riset generative AI dalam kesehatan mental berdasarkan publikasi terindeks Alzet Rama; Mutia Ramdhatul Jannah
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 10 No. 3 (2025): SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23916/086856011

Abstract

Kemunculan generative artificial intelligence (GenAI) dan large language models (LLM) telah mengubah lanskap penelitian kesehatan mental secara signifikan sejak popularisasi ChatGPT pada akhir tahun 2022. Penelitian ini bertujuan memetakan evolusi, struktur intelektual, dan tren tematik penelitian global mengenai penerapan GenAI dalam kesehatan mental melalui pendekatan analisis bibliometrik. Data diperoleh dari basis data Scopus menggunakan strategi pencarian Boolean yang menggabungkan istilah generative AI, large language model, dan kesehatan mental, kemudian disaring melalui prosedur PRISMA hingga menghasilkan 917 artikel jurnal berbahasa Inggris yang terbit pada rentang tahun 2021 sampai 2025. Analisis dilakukan menggunakan Biblioshiny dan Bibliometrix mencakup tren publikasi tahunan, analisis sitasi, produktivitas sumber melalui Hukum Bradford, produktivitas penulis melalui Hukum Lotka, kolaborasi negara, pemetaan tematik, dan evolusi topik. Hasil menunjukkan pertumbuhan publikasi yang eksponensial, dari delapan artikel pada tahun 2021 menjadi 606 artikel pada tahun 2025, dengan dominasi Amerika Serikat, Tiongkok, dan Britania Raya, serta Journal of Medical Internet Research sebagai sumber paling produktif. Pemetaan tematik mengidentifikasi ChatGPT, large language model, dan kesehatan mental sebagai tema inti yang masih berada pada tahap perkembangan awal. Temuan ini mengonfirmasi bahwa penelitian GenAI untuk kesehatan mental merupakan bidang yang baru muncul dengan struktur keilmuan yang belum matang sehingga membuka agenda riset lanjutan terkait validasi klinis dan keamanan etis.
Perkembangan riset extended reality (XR) dalam produksi animasi digital berdasarkan publikasi terindeks Alzet Rama; Mutia Ramdhatul Jannah
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 10 No. 2 (2025): SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23916/086857011

Abstract

Teknologi extended reality (XR)  mencakup virtual reality (VR), augmented reality (AR), dan mixed reality (MR)  telah menjadi bagian yang semakin lekat dengan proses produksi animasi digital, mulai dari pemodelan tiga dimensi, penangkapan gerak, hingga penyajian karakter virtual kepada penonton. Meski demikian, pemetaan sistematis terhadap arah dan struktur riset di persimpangan XR dan animasi komputer masih jarang dilakukan. Studi ini menganalisis 220 artikel jurnal terindeks Scopus yang diterbitkan pada 2016–2025 menggunakan pendekatan bibliometrik dengan bantuan Biblioshiny (Bibliometrix) dan VOSviewer. Hasil audit data menunjukkan tren publikasi yang meningkat, dengan lonjakan tajam pada 2022–2023 dan 2025, didominasi oleh jurnal Computer Animation and Virtual Worlds serta kontributor dari Tiongkok dan Amerika Serikat. Analisis co-occurrence kata kunci mengidentifikasi empat klaster tematik utama: klaster inti virtual reality–computer animation, klaster pemodelan tiga dimensi, klaster kecerdasan buatan dan pendidikan, serta klaster metodologis terkait simulasi dan artikel manusia. Peta tematik memperlihatkan bahwa tema virtual reality dan animasi menempati kuadran motor themes, sedangkan augmented reality untuk pembelajaran (e-learning, students) justru berada pada kuadran tema yang muncul atau meredup, mengindikasikan pergeseran minat riset dari sekadar penerapan AR edukatif menuju integrasi VR yang lebih mendalam dengan kecerdasan buatan generatif. Analisis kolaborasi negara menunjukkan jaringan yang masih berpusat pada aksis Tiongkok–Amerika Serikat–Eropa, dengan keterlibatan negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia, yang jauh lebih terbatas. Temuan ini menegaskan adanya kesenjangan representasi Global South dalam jaringan produksi pengetahuan XR-animasi, sekaligus membuka ruang bagi riset baru yang menghubungkan XR, pembelajaran mesin generatif, dan produksi animasi karakter di kawasan yang masih under-represented tersebut.
Dinamika dan arah riset affective computing dalam bidang kesehatan mental Wiki Lofandri; Saftrian Mukhlizul Fuad; Mutia Ramdhatul Jannah
JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia) Vol. 10 No. 1 (2025): JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia)
Publisher : IICET (Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/30036966000

Abstract

untuk mengenali dan merespons kondisi emosional manusia, dan penerapannya pada kesehatan mental menjadi arah riset yang tumbuh paling cepat dalam lima tahun terakhir. Penelitian ini memetakan struktur intelektual, tren produktivitas, dan evolusi tematik penelitian pada irisan affective computing dan kesehatan mental melalui pendekatan bibliometrik. Data diperoleh dari Scopus menggunakan boolean yang menggabungkan istilah affective computing dan emotion recognition dengan istilah kesehatan mental, dibatasi pada tahun terbit 2021–2025, jenis dokumen artikel, bahasa Inggris, jenis sumber jurnal, dan tahap publikasi final, sehingga diperoleh 828 artikel dari 424 jurnal dan lebih dari 45 negara. Analisis dilakukan menggunakan Biblioshiny (bibliometrix R) meliputi produktivitas tahunan, Hukum Bradford, Hukum Lotka, analisis sitasi, ko-kolaborasi negara, ko-occurrence kata kunci, dan pemetaan tematik. Hasil menunjukkan pertumbuhan publikasi yang meningkat tajam sejak 2023, didominasi kontribusi Tiongkok, India, dan Amerika Serikat, dengan kepenulisan yang sangat terkonsentrasi. Pemetaan ko-occurrence memperlihatkan dua klaster yang saling terhubung melalui simpul mental health, yaitu klaster teknis-komputasional (affective computing, deep learning, EEG) dan klaster klinis-demografis (emotion, depression, schizophrenia, controlled study). Penelitian ini mengidentifikasi bahwa integrasi antara pengembangan model kecerdasan buatan dan validasi klinis pada populasi khusus, terutama di kawasan berpenghasilan rendah dan menengah, masih menjadi celah penelitian yang signifikan dan menjadi agenda riset prioritas ke depan.
Perkembangan riset virtual counselor berbasis AI berdasarkan publikasi terindeks Wiki Lofandri; Mutia Ramdhatul Jannah
Lentera Negeri Vol. 6 No. 2 (2025): Lentera Negeri
Publisher : Indonesian Institute For Counseling, Education and Therapy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/993790

Abstract

Penggunaan virtual counselor berbasis artificial intelligence (AI) untuk dukungan kesehatan mental berkembang pesat sejak 2021, didorong oleh kematangan large language model dan kebutuhan layanan psikologis yang terjangkau. Penelitian ini memetakan struktur intelektual dan evolusi tematik bidang tersebut melalui analisis bibliometrik terhadap 270 artikel jurnal (2021-2025) yang diekspor dari Scopus menggunakan Bibliometrix/Biblioshiny dan VOSviewer. Hasil audit menunjukkan produksi ilmiah meningkat dari 27 artikel pada 2021 menjadi 117 artikel pada 2025, dengan lonjakan tajam setelah 2023 yang searah dengan kemunculan large language model generatif. Analisis Bradford's Law mengidentifikasi sembilan jurnal inti (core), dipimpin oleh JMIR Formative Research dan Journal of Medical Internet Research, sementara Lotka's Law (Beta=3,43; R2=0,953) menegaskan pola produktivitas penulis yang sangat terkonsentrasi pada sebagian kecil peneliti produktif. Analisis co-occurrence kata kunci mengungkap tiga klaster tematik utama: klaster teknologi AI dan conversational agent, klaster gangguan mental klinis (depresi, kecemasan), dan klaster karakteristik populasi penelitian. Amerika Serikat mendominasi produksi ilmiah (94 dokumen) dan menjadi simpul kolaborasi internasional utama, sedangkan representasi negara Asia Tenggara di luar Singapura sangat terbatas. Pemetaan tematik menunjukkan tema motor berupa depresi dan cognitive behavioral therapy, sementara tema artificial intelligence dan conversational agents berada pada kuadran yang masih berkembang. Penelitian ini mengidentifikasi kesenjangan riset pada konteks non-Barat, evaluasi jangka panjang, dan integrasi large language model generatif ke dalam kerangka etika konseling profesional, yang menjadi dasar agenda penelitian ke depan.
Perkembangan riset digital animation pada era metaverse serta peluang riset masa depan Alzet Rama; Mutia Ramdhatul Jannah
Lentera Negeri Vol. 6 No. 1 (2025): Lentera Negeri
Publisher : Indonesian Institute For Counseling, Education and Therapy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/993910

Abstract

Perkembangan teknologi metaverse dalam satu dekade terakhir telah mendorong tumbuhnya kembali minat riset terhadap animasi digital sebagai komponen inti pembangunan dunia virtual. Penelitian ini menyajikan pemetaan bibliometrik terhadap literatur ilmiah yang mengaitkan animasi digital dengan metaverse dan dunia virtual, menggunakan data yang diambil dari basis data Scopus pada 20 Juli 2026. Setelah melalui proses penyaringan bertahap berdasarkan rentang tahun, jenis sumber, jenis dokumen, tahap publikasi, dan bahasa, diperoleh 109 artikel jurnal berbahasa Inggris terbitan 2016 hingga 2025 sebagai korpus akhir. Analisis dilakukan dengan bantuan perangkat lunak Biblioshiny (Bibliometrix versi R) untuk mengukur produktivitas tahunan, dampak sitasi, distribusi sumber (Hukum Bradford), konsentrasi produktivitas penulis (Hukum Lotka), sebaran negara, ko-kata kunci, dan pemetaan tematik. Hasil menunjukkan bahwa produksi ilmiah tumbuh dengan laju tahunan sebesar 29,15%, dengan lonjakan tertinggi pada tahun 2023 (25 artikel) dan didominasi oleh jurnal Computer Animation and Virtual Worlds yang menyumbang 31 dari 109 dokumen. Tiga tema menempati posisi motor (motor themes) dalam peta tematik, yaitu klaster virtual reality-animation-virtual worlds, klaster augmented reality-3D modeling, serta klaster kecerdasan buatan, sementara klaster metaverse justru berada pada posisi tema dasar (basic themes) yang menandakan bahwa istilah tersebut masih menjadi kata kunci umum yang belum berkembang menjadi sub-bidang yang matang secara konseptual. Temuan ini mengungkap adanya kesenjangan riset pada integrasi animasi digital berbasis kecerdasan buatan generatif dengan arsitektur metaverse yang persisten dan multi-pengguna, sebuah celah yang menjadi dasar penyusunan agenda penelitian masa depan pada artikel ini.