Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Edukasi Penyembelihan Hewan Secara Halal di Gampong Suak Ribee, Aceh Barat Hasanuddin Husin; Sri Maryati; Muhammad Irfan Febriansyah; Suci Rahmi; Nafisah Eka Puteri
JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L) Vol 2 No 2 (2025): JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L): Volume 2 Nomor 2,
Publisher : LEMBAGA KAJIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (LKPPL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62671/jp3l.v2i2.74

Abstract

Penyembelihan adalah mematikan hewan dengan cara memotong saluran nafas dan saluran makanan serta urat nadi utama yang terdapat pada leher hewan. Tujuannya agar hewan tersebut menjadi halal dimakan dagingnya. Akan tetapi, terkadang masyarakat kurang memahami metode penyembelihan yang baik agar kualitas daging terjaga serta tetap mempertimbangkan animal welfare. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan panitia kurban serta perangkat desa di Gampong Suak Ribee, Aceh Barat, mengenai penyembelihan hewan kurban yang memenuhi prinsip halal, higienis, dan kesejahteraan hewan (animal welfare). Metode yang digunakan meliputi sosialisasi dan pelatihan tiga tahap: (1) pra-penyembelihan (pemilihan, pengangkutan, dan pemeliharaan hewan), (2) penyembelihan (persiapan lokasi, alat, dan teknik perobohan serta penyembelihan), dan (3) pasca-penyembelihan (pengelolaan daging). Hasil menunjukkan bahwa kesalahan umum seperti teknik perobohan kasar, penyembelihan tidak tepat, dan penanganan daging tidak higienis berhasil diatasi melalui edukasi. Peserta diajarkan teknik perobohan humanis (seperti rope casting), penyembelihan syar’i (memotong tiga saluran leher dengan pisau tajam sambil membaca basmalah), serta tata kelola daging yang higienis. Evaluasi kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta. Kegiatan ini tidak hanya menjamin kualitas daging kurban (pH stabil, warna merah cerah, dan daya simpan lebih lama), tetapi juga memperkuat ketahanan pangan halal di masyarakat. Rekomendasi untuk kegiatan serupa adalah pendampingan langsung saat penyembelihan Idul Adha untuk memastikan praktik berkelanjutan.
Integrasi Pendidikan Lingkungan Dalam Pengembangan Kawasan Wisata Nurul Husni; Feni Rotiva; Jaminah Jaminah; Muhammad Irfan Febriansyah; Nafisah Eka Puteri
JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L) Vol 3 No 1 (2025): JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L): Volume 3 Nomor 1,
Publisher : LEMBAGA KAJIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (LKPPL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62671/jp3l.v3i1.87

Abstract

Pengembangan kawasan wisata alam di Desa Kuala Trang yang berfokus pada potensi pantai dan kolam berpotensi menimbulkan tekanan ekologis jika tidak diimbangi dengan prinsip konservasi. Degradasi lingkungan, seperti pencemaran sampah plastik dan kerusakan habitat pesisir, menjadi ancaman nyata terhadap keberlanjutan pariwisata. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengintegrasikan pendidikan lingkungan ke dalam pengembangan kawasan wisata sebagai strategi mitigasi dampak negatif dan mewujudkan pariwisata berkelanjutan yang seimbang antara aspek ekonomi, sosial, dan ekologi. Realisasi kegiatan dilaksanakan melalui tiga intervensi utama yaitu pemasangan banner informasi tentang ekosistem pantai dan kolam di lokasi wisata, edukasi interaktif kepada pengunjung dan masyarakat mengenai pentingnya konservasi dan pengelolaan sampah, dan aksi pembersihan pantai dan kolam yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Pendekatan partisipatif diterapkan untuk menumbuhkan rasa kepemilikan. Hasil evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat yang signifikan. Persentase jawaban benar mengenai manfaat ekosistem meningkat drastis dari 20–25% menjadi lebih dari 85%. Survei tanggapan peserta juga mengungkapkan dampak positif, dimana mayoritas responden sangat setuju bahwa edukasi meningkatkan pemahaman mereka tentang pentingnya menjaga kebersihan, dan lebih dari 40% menyatakan kesediaan kuat untuk terlibat dalam kegiatan pelestarian di masa depan. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah integrasi pendidikan lingkungan melalui metode yang partisipatif dan langsung terbukti efektif dalam meningkatkan literasi ekologis serta membangun komitmen kolektif untuk konservasi. Program ini berhasil menanamkan dasar-dasar perilaku wisata yang bertanggung jawab dan memperkuat modal sosial masyarakat, sehingga menjadi fondasi yang kokoh bagi pengembangan wisata berkelanjutan di Desa Kuala Trang yang memadukan peningkatan ekonomi lokal dengan pelestarian sumber daya alam.