Pembelajaran di sekolah dasar perlu dikembangkan tidak hanya untuk meningkatkan penguasaan pengetahuan, tetapi juga untuk membentuk kemampuan berpikir kritis, kesadaran diri dan sosial, serta kecakapan hidup peserta didik dalam menghadapi berbagai persoalan kontekstual. Namun, sebagian guru masih menghadapi keterbatasan dalam merancang aktivitas pembelajaran yang mengintegrasikan kemampuan berpikir tingkat tinggi, refleksi, keterampilan sosial, dan asesmen autentik secara sistematis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru sekolah dasar di Kecamatan Tanjung Pura dalam merancang dan menerapkan pembelajaran kritis, berkesadaran, dan berorientasi kecakapan hidup. Program dilaksanakan pada 30 April 2026 di SD Negeri 050727 Tanjung Pura dengan menggunakan pendekatan partisipatif dan kolaboratif yang mencakup analisis kebutuhan, workshop, pendampingan penyusunan perangkat pembelajaran, simulasi, evaluasi, dan refleksi. Data capaian program diperoleh melalui observasi, telaah produk perangkat pembelajaran, angket respons peserta, serta refleksi guru. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan guru dalam menyusun pertanyaan berorientasi Higher Order Thinking Skills (HOTS), merancang aktivitas analisis dan refleksi, mengintegrasikan komunikasi, kolaborasi, tanggung jawab, serta pengambilan keputusan ke dalam proses pembelajaran, dan mengembangkan asesmen yang lebih autentik. Peserta juga memberikan respons positif terhadap relevansi, kejelasan, dan keterterapan materi dalam pembelajaran di kelas. Kendala pelaksanaan terutama berkaitan dengan keterbatasan waktu, variasi kemampuan awal peserta, dan dukungan fasilitas teknologi. Pendampingan yang terstruktur dan berbasis praktik dapat memperkuat kesiapan pedagogis guru dalam menerapkan pembelajaran yang lebih reflektif, kontekstual, dan berorientasi kecakapan hidup. Keberlanjutan program perlu didukung melalui konsultasi daring dan pengembangan komunitas praktik guru.