Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Perceived Product Quality dan Influencer Marketing terhadap Keputusan Pembelian Skincare Skintific pada Generasi Z di Kecamatan Medan Sunggal Shamila Putri Lubis; Eka dewi Tarigan; Wan Rizca Amelia; Ida Royani
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.13794

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perceived product quality dan Influencer Marketing terhadap keputusan pembelian Skincare Skintific Pada Generasi Z Di Kecamatan Medan Sunggal. Penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif ,Sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling yang terdiri dari 130 responden yang menggunakan Skincare Skintific Pada Generasi Z Di Kecamatan Medan Sunggal Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif dan teknik analisis statistik Metode pengumpulan data melalui wawancara, daftar pernyataan, dan studi dokumentasi. Pada hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh perceived product quality dan Influencer Marketing terhadap keputusan pembelian secara serempak berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian Skincare Skintific Pada Generasi Z Di Kecamatan Medan Sunggal dengan nilai Fhitung 325.503 > nilai Ftabel 3,06. Uji parsial yang dilakukan menunjukkan bahwa Influencer Marketing secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian Skincare Skintific Pada Generasi Z Di Kecamatan Medan Sunggal Uji parsial yang dilakukan menunjukkan bahwa perceived product quality berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian Skincare Skintific Pada Generasi Z Di Kecamatan Medan Sunggal Nilai Adjusted R Square yang didapat dari hasil pengujian Koefisien Determinan (R2) terhadap keputusan pembelian sebesar 0,834 berarti 83,4% dapat di jelaskan oleh perceived product quality dan Influencer Marketing. Sedangkan sisanya 16,6% dapat dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.