Rully Agung Firmansyah
Institut Ahmad Dahlan Probolinggo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Tajdid Muhammadiyah sebagai Fondasi Filsafat Pendidikan: Analisis Konseptual dan Implikasi bagi Pembaruan Kurikulum Rully Agung Firmansyah; Bagus Jamroji; Fa’izah Hanifah
Indonesian Journal of Social Issues Vol. 1 No. 2 (2026): April, Social Media Addiction and the Decline of Face-to-Face Interaction Among
Publisher : CV. Scholar Edukasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66052/ijosim.v2i1.222

Abstract

Isu pembaruan pendidikan Islam sering menghadapi dua kutub: konservasi normatif yang kurang responsif terhadap perubahan dan inovasi kurikulum yang berisiko kehilangan pijakan nilai. Artikel ini bertujuan menganalisis tajdid Muhammadiyah sebagai fondasi filsafat pendidikan serta menurunkan implikasinya bagi pembaruan kurikulum. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi pustaka dengan analisis isi terhadap literatur dan dokumen pemikiran pendidikan Muhammadiyah. Hasil kajian menunjukkan bahwa tajdid dipetakan ke dalam dua dimensi utama, yakni purifikasi (pemurnian orientasi akidah-ibadah dan etika keilmuan) dan dinamisasi (pembaruan pemikiran serta kelembagaan agar relevan dan solutif). Dari pemetaan tersebut dirumuskan fondasi filsafat pendidikan: ontologi insan hamba-khalifah berkemajuan (iman–ilmu–amal), epistemologi integratif wahyu–akal–pengalaman–realitas sosial dengan etos ilmu amaliah–amal ilmiah dan ijtihad kritis, serta aksiologi tauhid, kemanusiaan, keadilan, kemaslahatan, kemajuan, moderasi, dan spirit Al-Ma’un. Prinsip pembaruan kurikulum meliputi normatif, ilmiah, relevansi sosial, integrasi ilmu, dan pembentukan karakter/adab, yang berimplikasi pada perumusan tujuan/profil lulusan, pengorganisasian konten, strategi pembelajaran, asesmen autentik, serta penguatan kultur sekolah. Kajian ini berkontribusi menyediakan model konseptual untuk merancang dan mengevaluasi koherensi kurikulum berbasis tajdid.