Dinda Puspita Sari
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Promo Gratis Ongkir dan Cashback Terhadap Perilaku Konsumen Berbasis Etika Syariah Dinda Puspita Sari; Fasya Al Faiga; Reni Ria Armayani Hasibuan
Mekar: Jurnal Dinamika Manajemen dan Akuntansi Modern Vol. 1 No. 2 (2026): Juni: Mekar: Jurnal Dinamika Manajemen dan Akuntansi Modern
Publisher : Lembaga Penerbit Penelitian Multidisipliner

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67096/mekar.v1i2.231

Abstract

Perkembangan e-commerce yang sangat pesat memicu persaingan ketat antar-platform digital melalui berbagai strategi pemasaran agresif, seperti promo gratis ongkos kirim (ongkir) dan cashback. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis pengaruh promo gratis ongkir dan cashback terhadap perilaku konsumen digital serta menguji kesesuaian dampaknya dari perspektif etika konsumsi Syariah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif melalui tinjauan pustaka (literature review) dan analisis konten yang bersumber dari berbagai data sekunder ilmiah bereputasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik promo gratis ongkir maupun cashback memiliki pengaruh positif dan signifikan dalam mendorong keputusan pembelian, terutama memicu perilaku pembelian impulsif (impulsive buying) di kalangan generasi muda muslim dan mahasiswa. Dalam tinjauan etika Syariah, instrumen promosi ini pada dasarnya diperbolehkan (mubah) sebagai akad ju’alah selama memenuhi asas transparansi dan keadilan tanpa unsur rekayasa harga. Namun, secara subtansial, strategi promosi yang agresif ini terbukti mengeksploitasi kerentanan psikologis konsumen seperti FOMO (fear of missing out), yang menggeser orientasi belanja dari pemenuhan kebutuhan pokok (rasional) menjadi pemuasan keinginan semata (irasional). Pola konsumsi yang tidak terkendali ini mengikis prinsip wasathiyah (kesederhanaan) serta mendekati perilaku israf (berlebih-lebihan) dan tabdzir (pemborosan) yang dilarang dalam ekonomi Islam. Penelitian ini menyimpulkan perlunya peningkatan literasi keuangan Syariah dan penguatan regulasi etika pemasaran digital untuk membentuk perilaku konsumsi yang bijak, moderat, dan sesuai dengan prinsip maqashid al-syariah.