Idrus L
Pendidikan Agama Islam, Institut Agama Islam Negeri Bone

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

DINAMIKA PERKEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM DI BONE DARI MASA KE MASA Muhammad Affan; Kikiamalia; Idrus L
Dinamis : Jurnal Inovasi dan Transformasi Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2026): Juni: Dinamis: Jurnal Inovasi dan Transformasi Pendidikan
Publisher : Lembaga Penerbit Penelitian Multidisipliner

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67096/dinamis.v1i2.63

Abstract

Abstrak ini mengeksplorasi evolusi pendidikan Islam di Bone, Sulawesi Selatan, dengan menggunakan perspektif sejarah kualitatif untuk menganalisis bagaimana lembaga-lembaga keagamaan bertransisi dari pembelajaran informal di surau (kelompok studi Islam) dan pengajian (lingkaran studi Islam) ke lembaga pendidikan formal kontemporer. Studi ini menempatkan Bone dalam kerangka nasional dengan meneliti interaksi antara adat istiadat setempat, kekuatan keagamaan, dan kebijakan pemerintah. Teknik sejarah kualitatif diterapkan pada sumber primer dan sekunder: arsip kerajaan Bone, lontara (manuskrip Islam), teks-teks keagamaan, dan tulisan-tulisan sejarah tentang pendidikan Islam di Indonesia. Hasil utama menunjukkan bahwa Islamisasi Bone terjadi melalui perpaduan pendidikan agama (pengajian, mangaji tudang) dan dukungan dari pihak berwenang, yang mengarah pada pembentukan lembaga-lembaga tradisional (surau, madrasah di bawah naungan kerajaan) dan evolusi menjadi sistem pendidikan kontemporer melalui madrasah, PGA (sekolah berasrama Islam), MTsN (sekolah menengah pertama Islam), dan SMA Islam (sekolah menengah atas Islam). Perubahan ini dibentuk oleh faktor sosio-politik, pergeseran kebijakan nasional, dan kontribusi para cendekiawan Bone terkemuka seperti al-Madrasah al-Amīriyyah Watampone dan Madrasah Darul Huffadh. Konteks nasional Bone terlihat jelas dalam penerapan kurikulum nasional dan pengintegrasian lembaga pendidikan Islam dalam sistem pendidikan formal Indonesia. Penelitian ini menunjukkan perlunya meningkatkan hubungan antara warisan lokal Bone dan kebijakan pendidikan nasional untuk meningkatkan kualitas pendidikan Islam yang relevan secara budaya dan kontemporer. Kata kunci: Bone, pendidikan Islam, sejarah pendidikan, studi keagamaan, madrasah, Muhammadiyah, Surau, lontara.
Tansformasi Pendidikan Islam di Sulawesi Selatan: Integrasi Tradisi Lokal dan Modernitas Jumita; Juwita; Idrus L
Dinamis : Jurnal Inovasi dan Transformasi Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2026): Juni: Dinamis: Jurnal Inovasi dan Transformasi Pendidikan
Publisher : Lembaga Penerbit Penelitian Multidisipliner

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67096/dinamis.v1i2.87

Abstract

Penelitian ini mengkaji transformasi pendidikan Islam di Sulawesi Selatan melalui integrasi antara tradisi lokal dan tuntutan modernitas. Isu utama yang dibahas meliputi dinamika perubahan sistem pendidikan Islam, peran kearifan lokal dalam mempertahankan identitas keislaman, serta tantangan globalisasi terhadap lembaga pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana integrasi nilai-nilai tradisional dengan pendekatan pendidikan modern dapat meningkatkan kualitas dan relevansi pendidikan Islam di era kontemporer. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis, melalui studi literatur, observasi, dan wawancara dengan praktisi pendidikan di beberapa lembaga pendidikan Islam di Sulawesi Selatan. Desain penelitian ini berfokus pada eksplorasi pola integrasi kurikulum, metode pembelajaran, serta praktik kelembagaan yang menggabungkan unsur tradisional dan modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi pendidikan Islam di Sulawesi Selatan berjalan secara adaptif, dengan tetap mempertahankan nilai-nilai lokal seperti budaya pesantren dan kearifan masyarakat setempat, sekaligus mengadopsi inovasi teknologi, kurikulum berbasis kompetensi, dan pendekatan pembelajaran aktif. Integrasi ini terbukti mampu memperkuat karakter peserta didik sekaligus meningkatkan daya saing lulusan di tingkat lokal maupun global.
Dinamika Pendidikan pada Masa Kerajaan-Kerajaan Klasik di Jawa (Kerajaan Demak, Pajang, Mataram, Cirebon, dan Banten) Masna; Indah Chairunnisa; Idrus L
Dinamis : Jurnal Inovasi dan Transformasi Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2026): Juni: Dinamis: Jurnal Inovasi dan Transformasi Pendidikan
Publisher : Lembaga Penerbit Penelitian Multidisipliner

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67096/dinamis.v1i2.88

Abstract

Penelitian ini mengkaji dinamika pendidikan Islam selama masa kerajaan-kerajaan klasik di Jawa, seperti Demak, Pajang, Mataram, Cirebon, dan Banten. Studi ini dimotivasi oleh perubahan sosial dan ekonomi yang berkontribusi pada restrukturisasi lembaga pendidikan Islam, khususnya selama transisi dari sistem pesantren tradisional ke bentuk pembelajaran yang lebih terorganisir di dalam istana, masjid-masjid besar, dan lembaga-lembaga keagamaan di bawah naungan kerajaan. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana kerajaan-kerajaan Islam di Jawa berperan dalam proses pembaharuan pendidikan Islam. Fokusnya meliputi upaya untuk mengintegrasikan pengetahuan agama dan pengetahuan umum, pengembangan kurikulum, dan respons terhadap tantangan modernisasi, perkembangan teknologi, dan globalisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui tinjauan pustaka, dengan memanfaatkan berbagai sumber seperti jurnal, buku, dan artikel ilmiah terkini. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik untuk merangkum dan menghubungkan temuan dari berbagai perspektif teoretis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kerajaan-kerajaan Jawa memainkan peran penting sebagai fasilitator dalam pengembangan pendidikan Islam. Pertama, kerajaan-kerajaan tersebut berperan sebagai pusat penyebaran Islam melalui lembaga keluarga kerajaan, jaringan pesantren (sekolah berasrama Islam) yang berafiliasi, dan masjid. Kedua, kerajaan-kerajaan tersebut berkontribusi pada rekonstruksi pengetahuan Islam dengan menggabungkan tradisi keilmuan klasik dengan pendekatan yang lebih modern melalui pengembangan kurikulum yang mengintegrasikan aspek Islam dan ilmiah. Ketiga, dalam menghadapi tantangan globalisasi dan digitalisasi, kerajaan-kerajaan (dalam konteks gagasan yang diteliti) menunjukkan upaya adaptif, seperti memperkuat integrasi pengetahuan agama dan sains, memanfaatkan teknologi dalam pendidikan, dan menyesuaikan kebijakan pendidikan agar selaras dengan kebijakan nasional. Lebih lanjut, terdapat perbedaan penekanan di berbagai sumber yang dianalisis. Beberapa menyoroti peran aktif kyai (ulama Islam) atau wali sebagai tokoh kunci dalam proses rekonstruksi keilmuan, sementara yang lain menekankan pengaruh kekuasaan kerajaan dalam menentukan arah reformasi pendidikan. Temuan ini memiliki implikasi penting bagi pengembangan kebijakan dan praktik pendidikan Islam di Indonesia saat ini, khususnya dalam upaya menjaga keseimbangan antara tradisi lokal, identitas keagamaan, dan tuntutan kompetensi abad ke-21.