Arsyad Ali Fahmi
Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Darul Ulum, Lampung Timur

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Preferensi Masyarakat terhadap Produk Tabungan Bank Syariah di Era Digital Mubarok; Muhamad Mahirkan; Arsyad Ali Fahmi; Abdul Kadir
Mekar: Jurnal Dinamika Manajemen dan Akuntansi Modern Vol. 1 No. 3 (2026): September: Mekar: Jurnal Dinamika Manajemen dan Akuntansi Modern
Publisher : Lembaga Penerbit Penelitian Multidisipliner

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67096/mekar.v1i3.412

Abstract

Penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang membentuk preferensi masyarakat terhadap produk tabungan bank syariah di era digital, dengan penekanan pada segmentasi generasional dan adopsi teknologi. Penelitian menggunakan mixed methods: survei terhadap 285 responden di enam kota besar Indonesia dianalisis dengan Structural Equation Modeling (SEM), sementara 18 informan kunci diwawancarai secara mendalam untuk mengonfirmasi temuan kuantitatif. Hasil menunjukkan kemudahan digital banking menjadi faktor preferensi tertinggi (82,4%), melampaui prinsip syariah (78,6%) dan tingkat bagi hasil (71,3%). Temuan ini berbeda dari riset sebelumnya yang menempatkan dimensi religiusitas sebagai faktor dominan. Terdapat kesenjangan adopsi digital antargenerasi: Gen Z menggunakan mobile banking 91,2%, berbanding 63,4% pada Gen X. Penelitian ini berkontribusi pada teori perilaku konsumen syariah dengan mengintegrasikan Technology Acceptance Model (TAM) dan Theory of Planned Behavior (TPB) dalam satu kerangka analisis yang kontekstual.
Legalitas dan Kesesuaian Syariah Central Bank Digital Currency: Studi terhadap Implementasi Rupiah Digital sebagai Instrumen Transaksi Agung Hadi Wijanarko; Dhiwangkoro Aji Kadarmo; Ibnu Mas’ud; Arsyad Ali Fahmi
Demokrasi: Jurnal Ilmu Sosial, Politik, dan Hukum Vol. 1 No. 3 (2026): September: Demokrasi: Jurnal Ilmu Sosial, Politik, dan Hukum
Publisher : Lembaga Penerbit Penelitian Multidisipliner

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67096/demokrasi.v1i3.405

Abstract

Penelitian ini mengkaji legalitas hukum positif dan kesesuaian syariah Central Bank Digital Currency (CBDC) dalam konteks implementasi Rupiah Digital sebagai instrumen transaksi resmi di Indonesia. Menggunakan pendekatan yuridis-normatif yang dipadukan dengan analisis hukum Islam komparatif, penelitian ini menganalisis kerangka regulasi Rupiah Digital pascaenaktmen UU P2SK Tahun 2023 serta mengevaluasi kesesuaiannya terhadap prinsip-prinsip fiqh muamalah dan maqashid al-syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UU P2SK telah memberikan landasan yuridis bagi Rupiah Digital, namun masih memerlukan regulasi teknis derivatif yang komprehensif. Dari perspektif syariah, Rupiah Digital dinilai mubah dengan syarat eliminasi mekanisme remunerasi berbasis bunga, pembatasan programmability yang berpotensi melanggar kebebasan berakad, serta pelembagaan pengawasan syariah secara formal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa harmonisasi legalitas hukum positif dan kesesuaian syariah merupakan keniscayaan strategis bagi keberhasilan implementasi Rupiah Digital secara inklusif dan bermartabat.