Elza Rachmawati
Universitas Bina Bangsa, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Gerakan Peduli Lingkungan melalui Edukasi dan Penanaman Pohon Albasia di Desa Bumijaya Andika Rifaldi; Vini Hesti Alfianita; Dina Khairuna Siregar; Aditya Saputra; Ade Yuri Antika; Muhammad Daffa Shadat; Lutfiana Edista; Syahwa Al Fath Sabita; Elza Rachmawati; Ratu Ihda Inayatil Hayah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari Vol. 3 No. 2 (2026): September
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmm.v3i2.388

Abstract

Kerusakan lingkungan akibat deforestasi, alih fungsi lahan, permasalahan sampah, dan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan masih menjadi permasalahan yang dihadapi di berbagai wilayah pedesaan, termasuk Desa Bumijaya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat Desa Bumijaya mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan melalui edukasi dan penanaman pohon albasia (Falcataria moluccana). Kegiatan dilaksanakan pada 1 Agustus 2026 di Desa Bumijaya, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, dengan melibatkan 50 peserta yang terdiri atas masyarakat umum, ibu rumah tangga, anggota karang taruna, dan aparatur desa. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif melalui penyampaian materi, diskusi, tanya jawab, evaluasi pengetahuan, serta aksi penanaman pohon. Evaluasi pengetahuan dilakukan melalui pre-test dan post-test secara lisan yang masing-masing terdiri atas 10 pertanyaan. Skor dihitung berdasarkan jumlah jawaban benar dari 10 pertanyaan dan disajikan dalam bentuk skor rata-rata peserta. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata dari 4 jawaban benar pada pre-test menjadi 10 jawaban benar pada post-test. Peningkatan tersebut menunjukkan adanya perubahan pemahaman peserta setelah mengikuti kegiatan edukasi. Selain itu, sebanyak 100 bibit pohon albasia dibagikan kepada masyarakat untuk ditanam dan dirawat secara mandiri serta ditanam Bersama pada beberapa titik di Desa Bumijaya. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi yang dipadukan dengan aksi penanaman dapat menjadi bentuk gerakan peduli lingkungan yang mendorong pengetahuan, kepedulian, dan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan secara berkelanjutan.
Inovasi Produk Gerabah Berbasis Tren Pasar Kontemporer dan Digitalisasi Pemasaran sebagai Strategi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Desa Bumijaya Ida Aristiani; Ratu Ihda Inayatil Hayah; Nadya Putri Ramadhina; Lauda Amalia; Dina Khairuna Siregar; Vini Hesti Alfianita; Neza Aini Rahmawati; Elza Rachmawati; Siti Adharia; Aldo Rivaldo
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari Vol. 3 No. 2 (2026): September
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmm.v3i2.392

Abstract

Desa Bumijaya dikenal sebagai desa wisata gerabah dengan mayoritas masyarakatnya berprofesi sebagai pengrajin gerabah yang usahanya diwariskan secara turun-temurun. Selama ini, pengrajin hanya berperan sebagai produsen, sementara aktivitas pemasaran sepenuhnya bergantung pada penampung yang membeli produk dengan harga rendah untuk kemudian dijual kembali kepada konsumen tetap. Ketergantungan pada rantai distribusi tersebut menyebabkan posisi tawar pengrajin lemah sehingga sulit menaikkan harga jual, meskipun volume pesanan tergolong tinggi, yang pada akhirnya membuat keuntungan yang diterima pengrajin tetap rendah. Selain itu, produk yang dihasilkan masih didominasi barang fungsional rumah tangga dan belum banyak berinovasi mengikuti gaya hidup modern. Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) pada bidang pemberdayaan ekonomi masyarakat ini bertujuan untuk mendorong inovasi produk gerabah yang lebih variatif, seperti produk dekoratif dan sovenir fungsional (misalnya magnet kulkas), serta membangun kanal pemasaran digital berbasis media sosial agar pengrajin dapat menjual produk secara mandiri tanpa sepenuhnya bergantung pada penampung. Metode pelaksanaan meliputi observasi dan wawancara terhadap pengrajin, pendampingan pengembangan desain produk baru, serta pelatihan pembuatan dan pengelolaan akun media sosial sebagai sarana promosi. Hasil kegiatan menunjukkan bertambahnya variasi produk gerabah yang lebih adaptif terhadap tren pasar, meningkatnya pemahaman pengrajin mengenai pemasaran digital, serta terbukanya peluang jalur pemasaran alternatif di luar sistem penampung. Program ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan ekonomi berbasis kearifan lokal yang memperkuat posisi tawar pengrajin gerabah dan mendorong keberlanjutan usaha secara lebih adil dan menguntungkan.