Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Inovasi Produk Gerabah Berbasis Tren Pasar Kontemporer dan Digitalisasi Pemasaran sebagai Strategi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Desa Bumijaya Ida Aristiani; Ratu Ihda Inayatil Hayah; Nadya Putri Ramadhina; Lauda Amalia; Dina Khairuna Siregar; Vini Hesti Alfianita; Neza Aini Rahmawati; Elza Rachmawati; Siti Adharia; Aldo Rivaldo
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari Vol. 3 No. 2 (2026): September
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmm.v3i2.392

Abstract

Desa Bumijaya dikenal sebagai desa wisata gerabah dengan mayoritas masyarakatnya berprofesi sebagai pengrajin gerabah yang usahanya diwariskan secara turun-temurun. Selama ini, pengrajin hanya berperan sebagai produsen, sementara aktivitas pemasaran sepenuhnya bergantung pada penampung yang membeli produk dengan harga rendah untuk kemudian dijual kembali kepada konsumen tetap. Ketergantungan pada rantai distribusi tersebut menyebabkan posisi tawar pengrajin lemah sehingga sulit menaikkan harga jual, meskipun volume pesanan tergolong tinggi, yang pada akhirnya membuat keuntungan yang diterima pengrajin tetap rendah. Selain itu, produk yang dihasilkan masih didominasi barang fungsional rumah tangga dan belum banyak berinovasi mengikuti gaya hidup modern. Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) pada bidang pemberdayaan ekonomi masyarakat ini bertujuan untuk mendorong inovasi produk gerabah yang lebih variatif, seperti produk dekoratif dan sovenir fungsional (misalnya magnet kulkas), serta membangun kanal pemasaran digital berbasis media sosial agar pengrajin dapat menjual produk secara mandiri tanpa sepenuhnya bergantung pada penampung. Metode pelaksanaan meliputi observasi dan wawancara terhadap pengrajin, pendampingan pengembangan desain produk baru, serta pelatihan pembuatan dan pengelolaan akun media sosial sebagai sarana promosi. Hasil kegiatan menunjukkan bertambahnya variasi produk gerabah yang lebih adaptif terhadap tren pasar, meningkatnya pemahaman pengrajin mengenai pemasaran digital, serta terbukanya peluang jalur pemasaran alternatif di luar sistem penampung. Program ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan ekonomi berbasis kearifan lokal yang memperkuat posisi tawar pengrajin gerabah dan mendorong keberlanjutan usaha secara lebih adil dan menguntungkan.