Nadya Putri Ramadhina
Universitas Bina Bangsa, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan Pengrajin Gerabah melalui Edukasi Perhitungan Harga Pokok Produksi dan Penetapan Harga Jual di Desa Bumijaya Kecamatan Ciruas Dina Khairuna Siregar; Ratu Ihda Inayatil Hayanah; Nadya Putri Ramadhina; Ida Aristiani; Lauda Amalia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari Vol. 3 No. 2 (2026): September
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmm.v3i2.387

Abstract

Desa Bumijaya, Kecamatan Ciruas, merupakan salah satu sentra industri kerajinan gerabah yang memiliki potensi ekonomi yang dimanfaatkan masyarakat setempat sebagai sumber penghasilan. Namun, dalam menjalankan usahanya, pengrajin gerabah mengalami kesulitan dalam menentukan harga pokok produksi (HPP) secara tepat.  Penentuan harga jual cenderung berdasarkan perkiraan, harga pasar atau harga yang diminta oleh penampung, sehingga pengrajin belum memiliki dasar dalam menentukan harga jual yang mencerminkan biaya produksi dan keuntungan yang diharapkan. Adapun tujuan kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan pengrajin dalam menghitung harga pokok produksi dan menentukan harga jual. Metode yang digunakan adalah edukasi dan pendampingan langsung kepada pengrajin dengan menggunakan data produksi gerabah. Hasil kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan pengrajin, seperti mampu mengidentifikasi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya overhead, serta pengrajin memperoleh dasar perhitungan untuk menentukan harga jual. Melalui kegiatan ini, pengrajin diharapkan mampu menentukan harga jual secara lebih tepat berdasarkan biaya produksi yang dikeluarkan, sehingga dapat meningkatkan keberlanjutan dan daya saing industri kerajinan gerabah di Desa Bumijaya.
Inovasi Produk Gerabah Berbasis Tren Pasar Kontemporer dan Digitalisasi Pemasaran sebagai Strategi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Desa Bumijaya Ida Aristiani; Ratu Ihda Inayatil Hayah; Nadya Putri Ramadhina; Lauda Amalia; Dina Khairuna Siregar; Vini Hesti Alfianita; Neza Aini Rahmawati; Elza Rachmawati; Siti Adharia; Aldo Rivaldo
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari Vol. 3 No. 2 (2026): September
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmm.v3i2.392

Abstract

Desa Bumijaya dikenal sebagai desa wisata gerabah dengan mayoritas masyarakatnya berprofesi sebagai pengrajin gerabah yang usahanya diwariskan secara turun-temurun. Selama ini, pengrajin hanya berperan sebagai produsen, sementara aktivitas pemasaran sepenuhnya bergantung pada penampung yang membeli produk dengan harga rendah untuk kemudian dijual kembali kepada konsumen tetap. Ketergantungan pada rantai distribusi tersebut menyebabkan posisi tawar pengrajin lemah sehingga sulit menaikkan harga jual, meskipun volume pesanan tergolong tinggi, yang pada akhirnya membuat keuntungan yang diterima pengrajin tetap rendah. Selain itu, produk yang dihasilkan masih didominasi barang fungsional rumah tangga dan belum banyak berinovasi mengikuti gaya hidup modern. Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) pada bidang pemberdayaan ekonomi masyarakat ini bertujuan untuk mendorong inovasi produk gerabah yang lebih variatif, seperti produk dekoratif dan sovenir fungsional (misalnya magnet kulkas), serta membangun kanal pemasaran digital berbasis media sosial agar pengrajin dapat menjual produk secara mandiri tanpa sepenuhnya bergantung pada penampung. Metode pelaksanaan meliputi observasi dan wawancara terhadap pengrajin, pendampingan pengembangan desain produk baru, serta pelatihan pembuatan dan pengelolaan akun media sosial sebagai sarana promosi. Hasil kegiatan menunjukkan bertambahnya variasi produk gerabah yang lebih adaptif terhadap tren pasar, meningkatnya pemahaman pengrajin mengenai pemasaran digital, serta terbukanya peluang jalur pemasaran alternatif di luar sistem penampung. Program ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan ekonomi berbasis kearifan lokal yang memperkuat posisi tawar pengrajin gerabah dan mendorong keberlanjutan usaha secara lebih adil dan menguntungkan.