Masalah yang paling banyak dialami pasien hemodialisis adalah kelebihan asupan cairan yang berdampak terhadap komplikasi. Pasien hemodialisis dapat memiliki kualitas hidup baik jika melakukan perubahan gaya hidup yang signifikan agar mampu beradaptasi terutama dengan pembatasan asupan cairan. Perubahan gaya hidup pasien tersebut membutuhkan keterlibatan perawat terutama dalam meningkatkan self management cairan. Perawat memainkan peran penting dalam memberikan asuhan keperawatan yang tidak hanya berfokus pada penurunan morbiditas dan mortalitas pasien hemodialisis tetapi dituntut harus mampu melihat pasien secara menyeluruh yang diharapkan dapat membantu mempertahankan atau meningkatkan kualitas hidupnya. Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kemampuan perawat unit hemodialisa sebagai edukator untuk meningkatkan self management pasien yang menjalani hemodialisis. Metode yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian kepada masyaratakat ini berupa pemaparan hasil penelitian terkait pengaruh aplikasi Self Management Chonic Kidney Disease (SM CKD) terhadap self manajement cairan pada pasien hemodialisis dilanjutkan dengan pemberian edukasi tentang self manajemen cairan hemodialisis dan demonstrasi penggunaan aplikasi SM CKD. Peserta yang terlibat dalam kegiatan ini sebanyak 17 orang perawat. Semua perawat yang hadir di kegiatan ini belum mengetahui salah satu cara meningkatkan self manajement cairan pasien hemodialisis dengan penggunaan aplikasi SM CKD. Kegiatan terlaksana dengan baik dan seluruh perawat terlihat aktif berdiskusi serta antusias. Kedepannya diharapkan aplikasi yang digunakan lebih lengkap menunya hingga dapat berkonsultasi langsung dengan tenaga kesehatan.