Status gizi bayi dan balita di Kecamatan Bulango Utara, Kabupaten Bone Bolango, khususnya di Desa Boidu, Desa Tuloa, dan Desa Longalo, masih menunjukkan capaian gizi kurang yang relatif tinggi dan belum stabil, meskipun berbagai program intervensi seperti Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal telah dilaksanakan. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dan faktor eksternal (peluang dan ancaman), serta merumuskan strategi peningkatan status gizi bayi dan balita melalui pendekatan analisis SWOT. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 14 informan yang terdiri atas Kepala Puskesmas, petugas gizi Puskesmas, kepala desa, bidan desa, kader Posyandu, dan ibu balita di tiga desa penelitian, dilengkapi observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan SWOT model Rangkuti (2014) melalui penyusunan Matriks IFAS dan EFAS, penentuan posisi pada diagram kuadran SWOT, dan perumusan alternatif strategi melalui Matriks TOWS (SO, WO, ST, WT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan utama terletak pada aktifnya Posyandu, ketersediaan tenaga gizi dan kader terlatih, serta program PMT lokal; sementara kelemahan utama berupa rendahnya pengetahuan gizi ibu balita dan partisipasi masyarakat yang belum merata. Peluang eksternal mencakup pelatihan rutin dari Puskesmas dan Dinas Kesehatan serta program bantuan pemerintah, sedangkan ancaman utama berasal dari kondisi sosial-ekonomi keluarga, sanitasi lingkungan, dan pola asuh yang kurang tepat. Total skor IFAS sebesar 2,77 dan EFAS sebesar 2,62 menempatkan posisi strategi pada Kuadran I, yang mendukung penerapan strategi agresif berbasis kekuatan dan peluang. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kapasitas kader, optimalisasi Dana Desa dan pangan lokal, serta peningkatan edukasi gizi dan sanitasi yang disesuaikan dengan kondisi spesifik setiap desa.