Tanaman Obat Keluarga (TOGA) adalah sarana untuk memperkenalkan konsep lingkungan yang memperkuat upaya kesehatan mandiri sekaligus menjadi alat edukasi bagi siswa. Namun, pemanfaatan lahan sekolah untuk edukasi dan budidaya tanaman obat masih belum optimal. Kondisi ini terlihat di SD Negeri 1 Mandong, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, di mana sebagian lahan sekolah sebelumnya kurang dimanfaatkan dan pengetahuan siswa mengenai jenis, manfaat, serta perawatan tanaman obat masih perlu dikembangkan. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan lahan sekolah melalui pembuatan Kebun TOGA sekaligus memberikan pengalaman edukatif kepada siswa mengenai jenis, pemanfaatan, dan perawatan tanaman obat. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 18 hingga 24 Juli 2026 dengan menggunakan pendekatan Difusi Ipteks dan Pendidikan Masyarakat. Proses kegiatan meliputi pemilihan dan survei lokasi, pembersihan dan penyiapan lahan, pemupukan tanah, penanaman bersama siswa, pemasangan papan informasi, serta edukasi mengenai jenis, manfaat, dan perawatan tanaman. Data yang dikumpulkan melalui observasi partisipatif dan wawancara dengan guru serta kepala sekolah, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemanfaatan lahan sekolah untuk proyek TOGA dapat menjadi sarana pembelajaran berbasis praktik yang menghubungkan pengetahuan tentang tanaman obat dengan kepedulian terhadap lingkungan. Partisipasi siswa dalam penanaman dan perawatan memberikan pengalaman langsung dalam mengenal jenis, pemanfaatan, dan pemeliharaan tanaman obat. Dengan demikian, program TOGA tidak hanya mengoptimalkan fungsi lahan sekolah, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi kesehatan dan lingkungan bagi siswa.