Mashfuhatul Layyinah
Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemanfaatan Microsoft Excel untuk Menyelesaikan SPL pada Rangkaian Listrik Resisif Tiga Simpul Mashfuhatul Layyinah
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 20 No. 2 (2026): Agustus 2026 (In Press)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/wms.v20i2.115004

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan metode iterasi Jacobi dan Gauss–Seidel dalam menyelesaikan sistem persamaan linear (SPL) berordo yang berasal dari model rangkaian listrik resistif dengan memanfaatkan Microsoft Excel sebagai alat komputasi. Sistem persamaan linear tersebut diperoleh berdasarkan hukum Kirchhoff, dengan nilai awal (initial guess) nol dan batas toleransi galat  sebagai kriteria berhenti iterasi. Proses penelitian meliputi pemodelan rangkaian listrik ke dalam bentuk sistem linear, pelaksanaan perhitungan iteratif menggunakan kedua metode, serta analisis konvergensi berdasarkan batas toleransi kesalahan yang ditentukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Jacobi dan Gauss–Seidel mampu menghasilkan solusi yang konvergen menuju  sesuai dengan toleransi yang ditetapkan. Meskipun kedua metode memberikan hasil akhir yang relatif sama, metode Gauss–Seidel menunjukkan kecepatan konvergensi yang lebih tinggi, yaitu m Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan metode iterasi Jacobi dan Gauss–Seidel dalam menyelesaikan sistem persamaan linear (SPL) berordo yang berasal dari model rangkaian listrik resistif dengan memanfaatkan Microsoft Excel sebagai alat komputasi. Sistem persamaan linear tersebut diperoleh berdasarkan hukum Kirchhoff, dengan nilai awal (initial guess) nol dan batas toleransi galat  sebagai kriteria berhenti iterasi. Proses penelitian meliputi pemodelan rangkaian listrik ke dalam bentuk sistem linear, pelaksanaan perhitungan iteratif menggunakan kedua metode, serta analisis konvergensi berdasarkan batas toleransi kesalahan yang ditentukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Jacobi dan Gauss–Seidel mampu menghasilkan solusi yang konvergen menuju  sesuai dengan toleransi yang ditetapkan. Meskipun kedua metode memberikan hasil akhir yang relatif sama, metode Gauss–Seidel menunjukkan kecepatan konvergensi yang lebih tinggi, yaitu mencapai konvergensi pada iterasi ke-10, dibandingkan metode Jacobi yang memerlukan 15 iterasi, khususnya pada sistem yang memenuhi dominasi diagonal lemah pada salah satu barisnya. Selain itu, penggunaan Microsoft Excel terbukti efektif dalam menyusun formula iteratif, memantau penurunan galat, serta memvisualisasikan proses konvergensi tanpa memerlukan perangkat lunak komputasi khusus. Dengan demikian, Microsoft Excel dapat menjadi alternatif yang praktis dan mudah diakses dalam penerapan metode iteratif numerik, terutama untuk keperluan pembelajaran dan aplikasi rekayasa skala kecil hingga menengah. Kata-kata kunci: Metode Gauss–Seidel, metode Jacobi, Microsoft Excel, iterasi numerik, sistem persamaan linear encapai konvergensi pada iterasi ke-10, dibandingkan metode Jacobi yang memerlukan 15 iterasi, khususnya pada sistem yang memenuhi dominasi diagonal lemah pada salah satu barisnya. Selain itu, penggunaan Microsoft Excel terbukti efektif dalam menyusun formula iteratif, memantau penurunan galat, serta memvisualisasikan proses konvergensi tanpa memerlukan perangkat lunak komputasi khusus. Dengan demikian, Microsoft Excel dapat menjadi alternatif yang praktis dan mudah diakses dalam penerapan metode iteratif numerik, terutama untuk keperluan pembelajaran dan aplikasi rekayasa skala kecil hingga menengah. Kata Kunci: Metode Gauss–Seidel, metode Jacobi, Microsoft Excel, iterasi numerik, sistem persamaan linear
OPTIMALISASI LAHAN DAN PENGETAHUAN SISWA MELALUI PROGRAM TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA) DI SD NEGERI 1 MANDONG Mashfuhatul Layyinah; Halimah Nurjanah; Hanurhikmah Dwija Hamukti; Nur Febriyati; Agda Dwi Saputra; Muhammad Aris Ali Mustofa; Dekarina Setia Isnanda; Rafif Habib Aslam; Fontia Alfa Tiqoh; Amanda Devita; Ravelina Larasati
LEMBAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): LEMBAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Panca Marga Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman Obat Keluarga (TOGA) adalah sarana untuk memperkenalkan konsep lingkungan yang memperkuat upaya kesehatan mandiri sekaligus menjadi alat edukasi bagi siswa. Namun, pemanfaatan lahan sekolah untuk edukasi dan budidaya tanaman obat masih belum optimal. Kondisi ini terlihat di SD Negeri 1 Mandong, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, di mana sebagian lahan sekolah sebelumnya kurang dimanfaatkan dan pengetahuan siswa mengenai jenis, manfaat, serta perawatan tanaman obat masih perlu dikembangkan. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan lahan sekolah melalui pembuatan Kebun TOGA sekaligus memberikan pengalaman edukatif kepada siswa mengenai jenis, pemanfaatan, dan perawatan tanaman obat. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 18 hingga 24 Juli 2026 dengan menggunakan pendekatan Difusi Ipteks dan Pendidikan Masyarakat. Proses kegiatan meliputi pemilihan dan survei lokasi, pembersihan dan penyiapan lahan, pemupukan tanah, penanaman bersama siswa, pemasangan papan informasi, serta edukasi mengenai jenis, manfaat, dan perawatan tanaman. Data yang dikumpulkan melalui observasi partisipatif dan wawancara dengan guru serta kepala sekolah, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemanfaatan lahan sekolah untuk proyek TOGA dapat menjadi sarana pembelajaran berbasis praktik yang menghubungkan pengetahuan tentang tanaman obat dengan kepedulian terhadap lingkungan. Partisipasi siswa dalam penanaman dan perawatan memberikan pengalaman langsung dalam mengenal jenis, pemanfaatan, dan pemeliharaan tanaman obat. Dengan demikian, program TOGA tidak hanya mengoptimalkan fungsi lahan sekolah, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi kesehatan dan lingkungan bagi siswa.