Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Masa Simpan dan Penentuan Kadaluwarsa Produk Pangan Bagi Kelompok Wanita Tani Ngesti Asri Ngatirah Ngatirah; Pauliz Budi Hastuti; M. Prasanto Bimantio; Siti Tamaroh Cahyono Murti; Elizabeth Nanik Kristalisasi; Andreas Wahyu Krisdiarto; Fauzan Wahidurromdloni; Yovi Avianto; Gani Supriyanto; Reza Widyasaputra
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 6 No 3 (2026): I-Com: Indonesian Community Journal (September 2026)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/icom.v6i3.11115

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman asosiasi KWT Ngesti Asri (KWT Kenanga, Sumber Rejeki, Tanjung Asri, dan Ngudi Lestari) dalam menentukan masa simpan produk pangan. Metode kegiatan meliputi sosialisasi, survei awal, dan pelatihan penentuan masa kedaluwarsa produk serta evaluasi kegiatan. Hasil  survei awal menunjukkan 95% peserta belum pernah mendapatkan pelatihan serupa, sedangkan 10% peserta menyatakan belum memahami konsep penentuan masa simpan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa seluruh peserta mengalami peningkatan pemahaman, dengan 10% sangat paham, 60% cukup paham dan 30% agak paham. Estimasi masa simpan produk berkisar antara 1 hari hingga 3 bulan, bergantung pada karakteristik produk dan kondisi penyimpanan. Secara keseluruhan, variasi masa simpan produk olahan KWT sangat bergantung pada karakteristik intrinsik produk dan lingkungan penyimpanan. Pelatihan ini menunjukkan adanya peningkatan pemhaman anggota KWT mengenai penentuan masa simpan dan kedaluwarsa produk pangan, sebagai bagian dari upaya menjaga mutu dan keamanan produk pangan.
Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair Menggunakan Kotoran kambing dan Aplikasinya pada tanaman Lidah Buaya Ngatirah Ngatirah; Pauliz Budi Hastuti; M. Prasanto Bimantio; Siti Tamaroh Cahyono Murti; Andreas Wahyu Krisdiarto; Gani Supriyanto; E. Nanik Kristalisasi; Reza Widyasaputra; Yovi Avianto
Abdimas Mandalika Vol 5, No 3 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v5i3.34705

Abstract

Abstract:  The aloe vera plants cultivated by the Sumber Rejeki Women Farmers Group are currently in poor condition, characterized by yellowing leaves. This indicates a significant nutrient deficiency. However, the group members lack the skills to produce organic fertilizer. To address this, community service initiatives are needed to provide training on the production and application of Liquid Organic Fertilizer (LOF) using locally available materials, specifically goat manure and aloe vera leaf scraps. The primary objective of this program is to empower the members with the practical knowledge to create and apply this organic fertilizer to restore the health of their aloe vera crops. employed methods such as socialization, construction of fermentation barrels, hands-on training, evaluation, and mentoring. The training significantly improved participants' understanding, with overall comprehension of liquid organic fertilizer (increasing by 47%, knowledge of production methods rising by 41%, awareness of benefits growing by 29%, and familiarity with materials increasing by 50%. The resulting liquid organic fertilizer had an average composition of 0.56% organic carbon, 0.03% total nitrogen, 0.02% P₂O₅, 0.07% K₂O, and a C/N ratio of 18.86. Aloe vera plants fertilized with this liquid organic fertilizer exhibited greener fronds, a higher number of fronds, longer fronds, and an average frond weight of 300-400 grams.Abstrak: Tanaman lidah buaya milik KWT Sumber Rejeki mengalami penurunan kualitas yang ditandai dengan pelepah berwarna kekuningan. Kondisi ini menunjukkan kurangnya nutrisi, namun para anggota belum memiliki keterampilan untuk memproduksi pupuk secara mandiri. Oleh karena itu perlu dilakukan pelatihan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dengan memanfaatkan bahan-bahan lokal yang tersedia yaitu kotoran kambing dan sisa-sisa pelepah lidah buaya. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pelatihan pembuatan pupuk organik cair berbahan baku kotoran kambing dan sisa-sisa pelepah lidah buaya serta aplikasinya pada tanaman lidah buaya. Metode yang dilakukan meliputi sosialisasi, pembuatan tong fermentasi serta pelatihan dan praktek pembuatan pupuk organik cair serta evaluasi kegiatan dan pendampingan. Tingkat pemahaman peserta pelatihan POC terdapat kenaikan 47%, dengan tingkat pemahanan sangat paham 18% dan cukup paham 82%. Pengetahuan peserta mengenai cara pembuatan POC meningkat sebesar 41%  dengan tingkat pemahanam 9% sangat paham dan 91% cukup paham. Pemahaman mengenai manfaat POC mengalami peningkatan 29% (tadinya  71% menjadi 100% peserta). Pemahaman mengenai bahan-bahan yang digunakan untuk membuat POC meningkat sebesar 50%. POC yang dihasilkan mempunyai rata-rata kadar C-organik 0,56%, kadar N total 0,03%, kadar P2O5 0,02%, kadar K2O 0,07% dan rasio C/N sebesar 18,86. Tanaman lidah buaya yang dipupuk dengan POC akan memiliki warna pelepah yang hijau, jumlah pelepah lebih banyak, pelepahnya lebih panjang dan berat pelepah sekitar 300-400 gram