Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MAJALAH ATSAR SEBAGAI WADAH PENGEMBANGAN LITERASI SISWA DI MA SALAFIYAH SIMBANG KULON nayla su'ada; Sauqi Arifatu Anissa; Diva Nuraini; Nandita Amabel Zahra; Verantika Anggreani; Rissa Sofiani
Arbitrer : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8 No 1 (2026): Arbitrer: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Pattimura (Indonesia Language and Literature Education Department, The Faculty of Teacher's Training and Educational Sciences, University of Pattimura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/arbitrervol8no1hlm31-40

Abstract

Artikel ini mengkaji bagaimana kontribusi serta kendala yang dihadapi siswa MA Salafiyah Simbang Kulon dalam mengembangkan kemampuan literasi melalui majalah Atsar. Data penelitian diperoleh dari pembina majalah, petugas perpustakaan, dan ketua redaksi melalui pendekatan kualitatif metode deskriptif dengan instrumen berupa observasi langsung, wawancara mendalam, dan teknik dokumentasi. Analisis dilakukan secara deskriptif melalui tahapan memilah data, penyajian naratif, hingga penarikan kesimpulan guna memotret eksistensi majalah cetak di tengah ekosistem madrasah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa majalah Atsar memberikan kontribusi yang signifikan dalam menciptakan ekosistem literasi berbasis produk (product based literasi) guna mengompensasi belum terlaksananya program membaca limabelas menit melalui publikasi karya dan media poster edukatif. Namun, program ini menghadapi tantangan berupa pergeseran minat baca ke media digital, kendala teknis penulisan, kekhawatiran kebocoran draf, serta hambatan perizinan orang tua untuk peliputan lapangan. Studi ini menyimpulkan bahwa majalah Atsar berhasil menjadi stimulus internal yang efektif dan memberikan kontribusi berupa model pengembangan literasi berbasis madrasah tradisional yang mampu mengubah beban akademis menjadi sebuah tradisi menulis inklusif yang berkelanjutan.