Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Eksistensi Jamu Tradisional Berbahan Akar dan Rimpang Tumbuhan di Kota Pekalongan Diva Nuraini; Gina Marwatul Mutmainah; Agni Fadea Prastita; Giyanti Rika Dwi Pratiwi; Dimas Setiaji Prabowo
Morfologi : Jurnal Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya Vol. 4 No. 4 (2026): August : Morfologi : Jurnal Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya
Publisher : Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/morfologi.v4i4.2815

Abstract

This study aims to identify the varieties of traditional herbal medicine (jamu) made from plant roots that continue to exist in Pekalongan City and to describe the traditional processing methods employed by the local community. The study adopted a qualitative descriptive approach, with data collected through participant observation, in-depth interviews, and documentation involving jamu vendors, producers, and consumers in the Banjarsari Market area and its surroundings. The findings indicate that root-based jamu is still produced and consumed by the community, particularly in the forms of kunyit asam, beras kencur, ginger, temulawak, cogon grass (alang-alang), temu ireng, galangal, and lempuyang. Each type of jamu serves different health purposes, such as maintaining stamina, stimulating appetite, relieving muscle aches, improving digestion, and supporting physical recovery. The preparation process is generally carried out using simple traditional methods, including boiling, grinding, and filtering the ingredients before consumption. Nevertheless, the sustainability of traditional jamu faces several challenges, including modernization, changing consumer preferences, and the low rate of business succession among younger generations. Therefore, preservation efforts through education, innovation, and support from various stakeholders are essential to ensure that traditional jamu remains sustainable as a cultural heritage and a symbol of the local identity of Indonesian society.
MAJALAH ATSAR SEBAGAI WADAH PENGEMBANGAN LITERASI SISWA DI MA SALAFIYAH SIMBANG KULON nayla su'ada; Sauqi Arifatu Anissa; Diva Nuraini; Nandita Amabel Zahra; Verantika Anggreani; Rissa Sofiani
Arbitrer : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8 No 1 (2026): Arbitrer: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Pattimura (Indonesia Language and Literature Education Department, The Faculty of Teacher's Training and Educational Sciences, University of Pattimura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/arbitrervol8no1hlm31-40

Abstract

Artikel ini mengkaji bagaimana kontribusi serta kendala yang dihadapi siswa MA Salafiyah Simbang Kulon dalam mengembangkan kemampuan literasi melalui majalah Atsar. Data penelitian diperoleh dari pembina majalah, petugas perpustakaan, dan ketua redaksi melalui pendekatan kualitatif metode deskriptif dengan instrumen berupa observasi langsung, wawancara mendalam, dan teknik dokumentasi. Analisis dilakukan secara deskriptif melalui tahapan memilah data, penyajian naratif, hingga penarikan kesimpulan guna memotret eksistensi majalah cetak di tengah ekosistem madrasah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa majalah Atsar memberikan kontribusi yang signifikan dalam menciptakan ekosistem literasi berbasis produk (product based literasi) guna mengompensasi belum terlaksananya program membaca limabelas menit melalui publikasi karya dan media poster edukatif. Namun, program ini menghadapi tantangan berupa pergeseran minat baca ke media digital, kendala teknis penulisan, kekhawatiran kebocoran draf, serta hambatan perizinan orang tua untuk peliputan lapangan. Studi ini menyimpulkan bahwa majalah Atsar berhasil menjadi stimulus internal yang efektif dan memberikan kontribusi berupa model pengembangan literasi berbasis madrasah tradisional yang mampu mengubah beban akademis menjadi sebuah tradisi menulis inklusif yang berkelanjutan.