Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Program Gawi Tuntas TB dalam Upaya Penguatan Kapasitas Kader TB dan Edukasi Berbasis Keluarga sebagai Pengawas Menelan Obat (PMO) Efektif di Wilayah Kerja Puskemas Cempaka Kota Banjarbaru Chrisnawati Chrisnawati; Irfan Maulana; Yohana Agustina Sitanggang; Ken Rangga Galang Adiantara; Rosni Yuniarti; Ririn Nurhidayayanti; Hidayah Putri; Rufaida Rufaida
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 10 (2026): Volume 9 Nomor 10 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i10.26869

Abstract

ABSTRACT The high incidence of tuberculosis in the Cempaka Community Health Center’s service area indicates the need to strengthen health education strategies that involve patients, families, and health volunteers in an integrated manner. The main problem faced is low patient adherence due to limited knowledge and social support during long-term treatment. Program of Gawi Tuntas Tuberculosis aims to improve the knowledge, awareness, motivation, and treatment adherence of tuberculosis patients through a participatory educational approach based on families and community health workers. This community service activity was conducted over one month through a series of stages, including a pre-test, interactive health education sessions on the basics of pulmonary TB, TB management and treatment, strengthening the role of families as Medication Adherence Monitors (MAMs), and the distribution of educational materials such as leaflets and pocket guides. This program focused on strengthening the role of families as Medication Adherence Monitors (MAMs) and empowering community health workers to provide motivational support and monitor patients throughout the treatment process. Success was evaluated by comparing pre-test and post-test scores and through participatory observation. Program implementation yielded significant results, with an increase in knowledge regarding the recognition and management of TB in more than 85% of participants. Additionally, participants’ ability to recognize clinical symptoms improved by up to 90%, and their understanding of specific treatment management increased from an average score of 40% to 70%. This program demonstrates that community-based participatory education is effective in improving health literacy and supporting treatment adherence among tuberculosis patients. Keywords: Participatory Education, Family, Community Health Workers, Treatment Adherence, Tuberculosis.   ABSTRAK Tingginya angka kejadian tuberkulosis di wilayah kerja Puskesmas Cempaka mengindikasikan perlunya penguatan strategi edukasi kesehatan yang melibatkan pasien, keluarga, dan kader kesehatan secara terintegrasi. Masalah utama yang dihadapi adalah rendahnya kepatuhan pasien akibat keterbatasan pengetahuan dan dukungan sosial selama masa pengobatan jangka panjang. Program Gawi Tuntas Tuberkulosis bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, motivasi, serta kepatuhan pengobatan pasien tuberkulosis melalui pendekatan metode edukasi partisipatif berbasis keluarga dan kader.Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan selama satu bulan melalui serangkaian tahap yang meliputi pre-test, penyuluhan interaktif mengenai pengenalan penyakit TB paru, penatalaksanaan dan pengobatan TBC, penguatan peran keluarga sebagai Pengawas Minum Obat (PMO) serta pemberian media edukasi berupa leaflet dan buku saku. Program ini menitikberatkan pada penguatan peran keluarga sebagai Pengawas Minum Obat (PMO) dan pemberdayaan kader kesehatan untuk melakukan pendampingan motivasional serta pemantauan pasien selama proses pengobatan. Evaluasi keberhasilan dilakukan melalui perbandingan skor pre-test dan post-testserta observasi partisipatif. Implementasi program menunjukkan hasil yang signifikan, yakni terjadi peningkatan pengetahuan mengenai pengenalan dan penatalaksanaan TBC pada lebih dari 85% peserta. Selain itu, kemampuan peserta dalam mengenali gejala klinis meningkat hingga 90%, dan terjadi eskalasi pemahaman mengenai penatalaksanaan pengobatan secara spesifik dari skor rata-rata 40% menjadi 70%. Program ini membuktikan bahwa sinergi edukasi partisipatif berbasis komunitas efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan dan mendukung kepatuhan terapi pasien tuberkulosis. Kata Kunci: Edukasi Partisipatif, Keluarga, Kader, Kepatuhan Pengobatan, Tuberkulosis.