Chrisnawati Chrisnawati
Universitas Lambung Mangkurat

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Monita: Android System for Monitoring Emergency Response for Mothers and Babies Sumarti Endah Purnamaningsih Maria Margaretha; Dhiya Urrahman; Chrisnawati Chrisnawati; Yohakim Marwanta; Fahmi Baiquni
Indonesian Journal of Global Health Research Vol. 7 No. 6 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i6.764

Abstract

Maternal and neonatal mortality remain significant public health challenges in Indonesia, particularly in regions with limited access to health services. This study presents the MONITA (Monitoring Ibu dan Bayi Tanggap Darurat) application, an Android-based platform designed to enhance early detection of maternal and neonatal complications and strengthen emergency response coordination. MONITA integrates a rule-based screening module following WHO standards, real-time GPS tracking, automatic emergency notifications, and a spatial dashboard for monitoring critical cases. The development process involved system architecture design, UI/UX implementation, prototype testing, and integration of local health data. Preliminary deployment demonstrated that MONITA enables faster identification of high-risk cases, improves communication between field health workers and referral facilities, and supports timely decision-making in emergency situations. The application has the potential to contribute to reducing maternal and neonatal mortality rates and optimizing emergency care in remote or resource-limited areas.
Edukasi Meningkatkatkan Pengetahuan tentang Penyakit Diabetes Mellitus pada Masyarakat di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Tabuk Chrisnawati Chrisnawati; Ahmad Rizqie Kurniawan; Serli Wulan Safitri; Ken Rangga Galang Adiantara; Firda Apriyanti; Firman Prastiwi; Ayumi Ayumi; Yohana Agustina Sitanggang; Priska Ekayanti Mahdiansyah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i1.23189

Abstract

ABSTRACT Diabetes Mellitus (DM) is a global health problem characterized by hyperglycemia, which can lead to chronic complications and decreased quality of life. In Indonesia, the increasing number of DM cases highlights the urgency of public education for the prevention and management of the disease. Health education plays a crucial role in improving self-care behaviors and glycemic control. The objective of this community service activity was to provide education aimed at increasing public knowledge about DM in the working area of the Sungai Tabuk Health Center. The activity took place at the Village Office Hall of Abumbun Jaya, Sungai Tabuk, on October 13, 2025, involving 50 participants who were either diagnosed with DM or at high risk of developing the disease. The program included blood pressure measurements, random blood glucose tests, and an initial assessment of participants’ knowledge (pretest) using a questionnaire. This was followed by a health education session delivered through leaflet and audio-visual media using a lecture method, and subsequently a posttest to reassess participants’ knowledge levels.The pretest results showed that most participants had poor (22%) and less satisfactory (62%) levels of knowledge. However, posttest results revealed an improvement, with 48% showing fair and 28% showing good levels of knowledge. The Marginal Homogeneity Test produced a p-value of 0.000, indicating a significant effect of the educational intervention on the participants’ knowledge levels.Health education using leaflet and audio-visual media significantly improved public knowledge about Diabetes Mellitus in the working area of the Sungai Tabuk Health Center. It is expected that the community will be able to recognize risk factors, seek early treatment, and adopt healthier lifestyles to control the risk of developing Diabetes Mellitus. Keywords: Diabetes Mellitus, Health Education, Health Knowledge.  ABSTRAK Diabetes Mellitus (DM) adalah masalah kesehatan global yang ditandai dengan hiperglikemia, yang dapat menyebabkan komplikasi kronis dan menurunkan kualitas hidup. Di Indonesia, peningkatan kasus DM menunjukkan urgensi edukasi masyarakat untuk pencegahan dan pengendalian penyakit. Edukasi kesehatan penting untuk meningkatkan perilaku perawatan diri dan memperbaiki kontrol glikemik. Tujuan pengabdian ini adalah memberikan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang DM di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Tabuk. Pengabdian masyarakat dilakukan di Pondopo Kantor Desa Abumbun Jaya, Sungai Tabuk, pada tanggal 13 Oktober 2025, dengan 50 peserta yang merupakan penderita DM atau berisiko tinggi. Kegiatan meliputi pengukuran tekanan darah, cek gula darah sewaktu, dan pengukuran tingkat pengetahuan (pretest) menggunakan kuesioner. Selanjutnya, diberikan pendidikan kesehatan dengan media leaflet dan audio-visual menggunakan metode ceramah, diikuti dengan pengukuran kembali pengetahuan (posttest). Hasil pretest menunjukkan sebagian besar peserta memiliki tingkat pengetahuan tidak baik (22%) dan kurang baik (62%), sedangkan posttest menunjukkan peningkatan menjadi cukup baik (48%) dan baik (28%). Analisis Marginal Homogeneity Test menghasilkan nilai p=0.000, yang menunjukkan adanya pengaruh pemberian edukasi terhadap tingkat pengetahuan masyarakat. Pendidikan kesehatan melalui media leaflet dan audio-visual secara signifikan berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat tentang penyakit Diabetes Mellitus di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Tabuk. Diharapkan masyarakat mampu menilai faktor risiko, melakukan pengobatan secepatnya, dan mengubah pola hidup menjadi lebih sehat untuk mengendalikan risiko diabetes mellitus Kata Kunci: Diabetes Mellitus, Edukasi Kesehatan, Pengetahuan Kesehatan.
Program Gawi Tuntas TB dalam Upaya Penguatan Kapasitas Kader TB dan Edukasi Berbasis Keluarga sebagai Pengawas Menelan Obat (PMO) Efektif di Wilayah Kerja Puskemas Cempaka Kota Banjarbaru Chrisnawati Chrisnawati; Irfan Maulana; Yohana Agustina Sitanggang; Ken Rangga Galang Adiantara; Rosni Yuniarti; Ririn Nurhidayayanti; Hidayah Putri; Rufaida Rufaida
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 10 (2026): Volume 9 Nomor 10 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i10.26869

Abstract

ABSTRACT The high incidence of tuberculosis in the Cempaka Community Health Center’s service area indicates the need to strengthen health education strategies that involve patients, families, and health volunteers in an integrated manner. The main problem faced is low patient adherence due to limited knowledge and social support during long-term treatment. Program of Gawi Tuntas Tuberculosis aims to improve the knowledge, awareness, motivation, and treatment adherence of tuberculosis patients through a participatory educational approach based on families and community health workers. This community service activity was conducted over one month through a series of stages, including a pre-test, interactive health education sessions on the basics of pulmonary TB, TB management and treatment, strengthening the role of families as Medication Adherence Monitors (MAMs), and the distribution of educational materials such as leaflets and pocket guides. This program focused on strengthening the role of families as Medication Adherence Monitors (MAMs) and empowering community health workers to provide motivational support and monitor patients throughout the treatment process. Success was evaluated by comparing pre-test and post-test scores and through participatory observation. Program implementation yielded significant results, with an increase in knowledge regarding the recognition and management of TB in more than 85% of participants. Additionally, participants’ ability to recognize clinical symptoms improved by up to 90%, and their understanding of specific treatment management increased from an average score of 40% to 70%. This program demonstrates that community-based participatory education is effective in improving health literacy and supporting treatment adherence among tuberculosis patients. Keywords: Participatory Education, Family, Community Health Workers, Treatment Adherence, Tuberculosis.   ABSTRAK Tingginya angka kejadian tuberkulosis di wilayah kerja Puskesmas Cempaka mengindikasikan perlunya penguatan strategi edukasi kesehatan yang melibatkan pasien, keluarga, dan kader kesehatan secara terintegrasi. Masalah utama yang dihadapi adalah rendahnya kepatuhan pasien akibat keterbatasan pengetahuan dan dukungan sosial selama masa pengobatan jangka panjang. Program Gawi Tuntas Tuberkulosis bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, motivasi, serta kepatuhan pengobatan pasien tuberkulosis melalui pendekatan metode edukasi partisipatif berbasis keluarga dan kader.Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan selama satu bulan melalui serangkaian tahap yang meliputi pre-test, penyuluhan interaktif mengenai pengenalan penyakit TB paru, penatalaksanaan dan pengobatan TBC, penguatan peran keluarga sebagai Pengawas Minum Obat (PMO) serta pemberian media edukasi berupa leaflet dan buku saku. Program ini menitikberatkan pada penguatan peran keluarga sebagai Pengawas Minum Obat (PMO) dan pemberdayaan kader kesehatan untuk melakukan pendampingan motivasional serta pemantauan pasien selama proses pengobatan. Evaluasi keberhasilan dilakukan melalui perbandingan skor pre-test dan post-testserta observasi partisipatif. Implementasi program menunjukkan hasil yang signifikan, yakni terjadi peningkatan pengetahuan mengenai pengenalan dan penatalaksanaan TBC pada lebih dari 85% peserta. Selain itu, kemampuan peserta dalam mengenali gejala klinis meningkat hingga 90%, dan terjadi eskalasi pemahaman mengenai penatalaksanaan pengobatan secara spesifik dari skor rata-rata 40% menjadi 70%. Program ini membuktikan bahwa sinergi edukasi partisipatif berbasis komunitas efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan dan mendukung kepatuhan terapi pasien tuberkulosis. Kata Kunci: Edukasi Partisipatif, Keluarga, Kader, Kepatuhan Pengobatan, Tuberkulosis.