ABSTRAK Air kelapa merupakan salah satu bagian dari buah kelapa yang masih kurang dimanfaatkan oleh masyarakat Kampung Waibron, Kabupaten Jayapura, dan cenderung dibuang sebagai limbah. Padahal, air kelapa mengandung gula alami, mineral, vitamin, dan senyawa lain yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan pangan olahan bernilai ekonomi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan air kelapa menjadi permen tradisional, meningkatkan pemahaman mengenai higiene pangan, serta mendorong pengembangan peluang usaha berbasis sumber daya lokal. Kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif melalui ceramah interaktif, demonstrasi, praktik terbimbing, diskusi, dan evaluasi hasil produk. Peserta berjumlah 35 orang yang terdiri atas ibu rumah tangga dan pemuda Kampung Waibron. Kegiatan dilaksanakan pada 2 Mei 2026 di Balai Kampung Waibron, Distrik Sentani Barat, Kabupaten Jayapura. Kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu mengikuti tahapan pengolahan air kelapa menjadi permen, mulai dari penyaringan, pencampuran bahan, pemanasan dan karamelisasi hingga pencetakan. Peserta juga memperoleh pemahaman mengenai higiene dan keamanan pangan serta peluang pengembangan produk sebagai usaha rumah tangga. Kehadiran peserta mencapai 100%, partisipasi diskusi tergolong aktif, kemampuan praktik meningkat, pemahaman higiene pangan berada pada kategori baik, dan motivasi usaha tergolong tinggi. Pendampingan pengolahan air kelapa menjadi permen tradisional dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan potensi lokal sebagai produk pangan bernilai ekonomi serta menjadi langkah awal pengembangan usaha berbasis sumber daya alam Kampung Waibron. Kata Kunci: Air Kelapa, Pemberdayaan Masyarakat, Permen Tradisional, Potensi Lokal, Kewirausahaan. ABSTRACT Coconut water is one part of the coconut fruit that remains underutilized by the community of Waibron Village, Jayapura Regency, and is often discarded as waste. In fact, coconut water contains natural sugars, minerals, vitamins, and other compounds that have the potential to be processed into food products with economic value. This community service activity aimed to improve community knowledge and skills in processing coconut water into traditional candy, increase understanding of food hygiene, and encourage the development of business opportunities based on local resources. The activity used a participatory approach through interactive lectures, demonstrations, guided practice, discussions, and product evaluation. The participants consisted of 35 housewives and young people from Waibron Village. The activity was conducted on May 2, 2026, at the Waibron Village Hall, West Sentani District, Jayapura Regency. The activity showed that participants were able to follow the stages of processing coconut water into candy, including filtering, mixing ingredients, heating and caramelization, and molding. Participants also gained an understanding of food hygiene and safety as well as opportunities to develop the product as a household business. Participant attendance reached 100%, discussion participation was active, practical skills improved, understanding of food hygiene was good, and entrepreneurial motivation was high. Assistance in processing coconut water into traditional candy can improve community knowledge, skills, and awareness in utilizing local resources as food products with economic value and can serve as an initial step toward developing resource-based community enterprises in Waibron Village. Keywords: Coconut Water, Community Empowerment, Traditional Candy, Local Resources, Entrepreneurship.