ABSTRAK Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang sering tidak menunjukkan gejala sehingga deteksi dini melalui pemeriksaan tekanan darah menjadi penting di tingkat masyarakat. Posbindu dan kegiatan pengabdian masyarakat dapat menjadi sarana skrining serta edukasi faktor risiko hipertensi. Kegiatan ini bertujuan melakukan skrining tekanan darah dan memberikan edukasi mengenai hipertensi kepada masyarakat Desa Mandalahaji, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung. Kegiatan dilaksanakan pada 30 Juli 2026 di RW 10 Desa Mandalahaji dengan pendekatan edukatif dan skrining kesehatan. Data yang dianalisis meliputi karakteristik peserta, nilai pre-test, dan hasil pengukuran tekanan darah. Analisis dilakukan secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi, persentase, dan nilai rerata. Sebanyak 34 peserta mengikuti kegiatan dengan rentang usia 24–74 tahun. Sebagian besar peserta adalah perempuan (88,2%). Rerata nilai pre-test sebesar 85. Rerata tekanan darah peserta adalah 130,82/84,35 mmHg. Sebanyak 17 peserta (50,0%) memiliki hasil tekanan darah ≥140 mmHg sistolik dan/atau ≥90 mmHg diastolik pada saat skrining. Dua peserta menunjukkan hasil sangat tinggi, yaitu 210/140 mmHg dan 196/117 mmHg, sehingga memerlukan tindak lanjut kesehatan. Skrining berbasis masyarakat ini berhasil mengidentifikasi peserta dengan hasil tekanan darah tinggi yang memerlukan pemantauan lebih lanjut. Kegiatan edukasi dan skrining perlu dilanjutkan secara berkala melalui Posbindu dan fasilitas pelayanan kesehatan. Kata Kunci: Edukasi Kesehatan, Hipertensi, Masyarakat, Skrining, Tekanan Darah. ABSTRACT Hypertension is one of the major non-communicable diseases that may occur without noticeable symptoms, making early detection through blood pressure screening important at the community level. Community-based screening and health education can support early detection and hypertension prevention. This community service activity aimed to conduct blood pressure screening and provide hypertension education to residents of Mandalahaji Village, Pacet District, Bandung Regency. The activity was conducted on July 30, 2026, in RW 10, Mandalahaji Village, using an educational and screening approach. Data included participants' characteristics, pre-test scores, and blood pressure measurements. Data were analyzed descriptively using frequencies, percentages, and means. A total of 34 participants participated, with ages ranging from 24 to 74 years. Most participants were women (88.2%). The mean pre-test score was 85. The mean blood pressure was 130.82/84.35 mmHg. Seventeen participants (50.0%) had blood pressure readings of ≥140 mmHg systolic and/or ≥90 mmHg diastolic during screening. Two participants had markedly elevated readings of 210/140 mmHg and 196/117 mmHg and therefore required further health follow-up. This community-based screening successfully identified participants with elevated blood pressure who required further monitoring. Regular screening and health education through community health posts and primary healthcare facilities should be continued. Keywords: Blood Pressure, Community, Health Education, Hypertension, Screening.