ABSTRAK Prevalensi Diabetes Melitus (DM) di Malaysia terus menunjukkan eskalasi yang mengkhawatirkan, khususnya di kalangan lansia perkotaan yang rentan mengalami komplikasi serius seperti diabetic foot disease dan luka gangren akibat kurangnya literasi serta perawatan mandiri. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan perilaku perawatan diri (self-care) dalam mencegah DM serta komplikasi gangren pada lansia di Pusat Aktiviti Warga Emas (PAWE) Kuala Lumpur melalui integrasi Spiritual Group Therapy (SGT) dan portal web interaktif sgtdmcorner.com. Program ini menggunakan pendekatan partisipatif berkolaborasi dengan PCI Muslimat NU Kuala Lumpur. Sebanyak 44 lansia terlibat secara intensif dalam program yang terdiri atas edukasi lima pilar DM, demonstrasi perawatan kaki, sesi psikospiritual SGT secara berkelompok, serta pendampingan digital harian menggunakan website. Evaluasi pre-test dan post-test kuantitatif digunakan untuk mengukur luaran. Sebagian besar peserta adalah perempuan (95,45%, n=42) dan masih aktif bekerja (88,64%, n=39). Edukasi terstruktur secara signifikan melipatgandakan kognitif peserta, di mana pengetahuan baik melonjak dari 18,18% (n=8) menjadi 75,00% (n=33), sedang berubah dari 25,00% (n=11) menjadi 18,18% (n=8), dan kurang menyusut dari 56,82% (n=25) menjadi hanya 6,82% (n=3). Evaluasi target luaran lainnya menunjukkan terbentuknya kepatuhan self-management harian yang tinggi (diet, aktivitas, obat), kemandirian perawatan kaki serta peningkatan ketenangan batin lansia pasca SGT. Kolaborasi program pemberdayaan berbasis spiritual dan platform kesehatan digital berhasil secara efektif memperkuat kapasitas lansia dalam mengelola diabetes serta memitigasi risiko amputasi luka gangren. Pemberdayaan kader Muslimat NU direkomendasikan sebagai langkah keberlanjutan program. Kata Kunci: Diabetes Melitus, Spiritual Group Therapy, Perawatan Mandiri, Lansia, Gangren Kaki. ABSTRACT The prevalence of Diabetes Mellitus (DM) in Malaysia continues to escalate, particularly among urban elderly who are highly vulnerable to serious complications such as diabetic foot ulcers and gangrenous wounds due to low health literacy and inadequate self-care. This community services program aimed to enhance health literacy, self-care behaviors, and emotional resilience among the elderly at the Pusat Aktiviti Warga Emas (PAWE) Kuala Lumpur through the integration of Spiritual Group Therapy (SGT) and the interactive digital platform sgtdmcorner.com. Collaborating with PCI Muslimat NU Kuala Lumpur, 44 elderly participants actively engaged in five-pillar DM education, diabetic foot care demonstrations, group SGT sessions, and digital daily monitoring. A pre-post quantitative evaluation was conducted to measure outcomes across all designated targets. Participants were mostly female (95.45%, n=42) and actively employed (88.64%, n=39). The program significantly doubled the cognitive capacity of participants, where good knowledge skyrocketed from 18.18% (n=8) to 75.00% (n=33), moderate level became 18.18% (n=8), and poor knowledge shrank dramatically from 56.82% (n=25) to 6.82% (n=3). Evaluation of other target outputs revealed significant improvements in self-management compliance, foot-care independent practice, and spiritual well-being. Integrating spiritual support with health technology effectively empowers the elderly in diabetes management and early detection of gangrenous risks. Utilizing trained Muslimat NU cadres is crucial for long-term program sustainability. Keywords: Diabetes Mellitus, Spiritual Group Therapy, Self-Care, Elderly, Diabetic Foot.