Endah Pran Apriyanti
Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Deskripsi Kemampuan Berbicara Bahasa Inggris dan Kecemasan Berbahasa Siswa dalam Storytelling Berbasis Media Interaktif Endah Pran Apriyanti; Jumintono; Saryanto
PIJAR: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/pijar.v4i3.2438

Abstract

Kecemasan berbahasa (foreign language anxiety) dan rendahnya keterlibatan lisan masih menjadi hambatan utama dalam pembelajaran bahasa Inggris di tingkat sekolah menengah pertama, khususnya di daerah non-metropolitan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam performa berbicara dan dinamika kecemasan berbahasa siswa dalam penerapan model storytelling berbasis media interaktif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari enam siswa kelas VIII di SMP Negeri 2 Bobotsari yang dipilih secara purposive sampling berdasarkan tingkat kecemasan lisan awal. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif pasif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi transkrip tuturan lisan, yang kemudian dianalisis menggunakan Analisis Tematik kerangka kerja Braun dan Clarke. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi teknik dan member checking. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga tema utama: (1) manifestasi kecemasan awal termanifestasi dalam bentuk pemblokiran kognitif (mind-blanking), kebingungan sintaksis, dan respon fisik non-verbal; (2) fitur media interaktif seperti audio pemodel, petunjuk visual, dan alur cerita bercabang berfungsi sebagai multimodal scaffolding yang mereduksi filter afektif dan memberikan rasa kontrol otonom (sense of agency); serta (3) terjadi transformasi kualitatif pada performa berbicara siswa yang ditandai oleh peningkatan kelancaran (fluency), berkurangnya jeda ragu, dan munculnya partisipasi lisan yang spontan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi media interaktif dalam storytelling efektif menciptakan lingkungan belajar berisiko rendah (low-anxiety environment) yang membina keberanian berkomunikasi siswa.