Abstrak Penelitian ini mengkaji integrasi kearifan lokal Jawa Timur dalam pembelajaran literasi dan numerasi sebagai strategi inovatif untuk meningkatkan pengetahuan sastra dan kemampuan berhitung siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui observasi kelas, wawancara semi-terstruktur dengan guru, serta analisis hasil belajar siswa di beberapa sekolah dasar di Jawa Timur. Temuan menunjukkan bahwa penggunaan unsur budaya lokal seperti cerita rakyat Timun Mas, permainan tradisional Engklek, dan narasi bernilai budaya lainnya, secara nyata meningkatkan minat baca dan partisipasi aktif siswa dalam kegiatan literasi. Di bidang numerasi, kontekstualisasi materi dengan aktivitas berhitung berbasis permainan tradisional atau kegiatan sehari-hari lokal menghasilkan peningkatan akurasi dan keterampilan pemecahan masalah. Tercatat adanya peningkatan performa numerasi hingga 35% berdasarkan hasil evaluasi formatif. Kontekstualisasi pembelajaran dalam kerangka kearifan lokal tidak hanya memperkaya aspek kognitif, tetapi juga memperkuat apresiasi budaya, nilai moral, dan pendidikan karakter, sejalan dengan visi holistik kurikulum nasional. Abstract This study examines the integration of East Javanese local wisdom into literacy and numeracy learning as an innovative strategy to improve elementary school students' literary knowledge and numeracy skills. The study employed descriptive qualitative methods, including classroom observations, semi-structured interviews with teachers, and an analysis of student learning outcomes in several elementary schools in East Java. Findings indicate that the incorporation of local cultural elements, such as the Timun Mas folktale, the traditional game Engklek, and other culturally significant narratives, significantly increases students' interest in reading and their active participation in literacy activities. In numeracy, contextualizing material with numeracy activities based on traditional games or local daily activities results in increased accuracy and problem-solving skills. A formative evaluation recorded an increase in numeracy performance of up to 35%. Contextualizing learning within a local wisdom framework not only enriches cognitive aspects but also strengthens cultural appreciation, moral values, and character education, in line with the holistic vision of the national curriculum.