Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen komparatif. Penelitian dilakukan untuk membandingkan hasil pengukuran intensitas cahaya menggunakan tiga instrumen yang berbeda, yaitu luxmeter sebagai instrument standar, Arduino Uno yang dilengkapi sensor LDR (Light Dependent Resistor), dan aplikasi Phyphox berbasis smartphone. Pengukuran dilakukan di dalam ruangan yang terkendali dengan menggunakan sumber cahaya LED berdaya 5 W, 7 W, dan 12 W pada jarak tetap 30 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi Phyphox menghasilkan nilai intensitas cahaya tertinggi, diikuti oleh Arduino Uno, sedangkan luxmeter menghasilkan nilai pengukuran yang lebih rendah. Tingkat akurasi instrumen alternatif dibandingkan dengan luxmeter dievaluasi menggunakan analisis korelasi Pearson dan perhitungan rata-rata galat relatif (persentase kesalahan). Hasil analisis menunjukkan bahwa korelasi antara Phyphox dan luxmeter tergolong rendah, sedangkan korelasi antara Arduino Uno dan luxmeter sangat lemah. Namun, korelasi antara Phyphox dan Arduino Uno tergolong sangat kuat, meskipun masih menunjukkan nilai rata-rata kesalahan yang cukup tinggi. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa Phyphox dan Arduino Uno berpotensi digunakan sebagai alternatif pengganti luxmeter dalam pengukuran intensitas cahaya. Akan tetapi, tingkat akurasi dan presisinya masih perlu ditingkatkan agar hasil pengukuran lebih mendekati instrumen standar. Penelitian ini juga menegaskan pentingnya pemilihan instrumen pengukuran yang sesuai dengan tujuan eksperimen serta mempertimbangkan aspek kepraktisan dalam pelaksanaan kegiatan praktikum.