Banjir merupakan salah satu bencana hidrometeorologi yang paling sering terjadi di Indonesia, dan Kecamatan Medan Marelan Kota Medan menjadi salah satu wilayah yang paling sering terdampak akibat kondisi topografi yang rendah, dilalui beberapa sungai, serta pertumbuhan permukiman yang pesat dan kurang terencana. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Program Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan dalam mengatasi bencana banjir di Kecamatan Medan Marelan, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi terhadap informan yang dipilih secara purposive, meliputi petugas BPBD, aparat kecamatan, tokoh masyarakat, dan masyarakat terdampak banjir, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman (2014) berupa reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan mengacu pada kerangka teori implementasi kebijakan Van Meter dan Van Horn (1975). Hasil penelitian menunjukkan bahwa BPBD telah melaksanakan tahap prabencana, tanggap darurat, dan pascabencana sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah Kota Medan Nomor 2 Tahun 2018, berupa sosialisasi dan edukasi, pemantauan, evakuasi, serta penyaluran bantuan, namun banjir masih terus berulang karena keterbatasan personel dan peralatan ketika banjir terjadi serentak di beberapa wilayah, penyampaian informasi program yang belum merata, kondisi drainase yang belum memadai, serta rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Faktor pendukung meliputi kejelasan standar dan sasaran kebijakan, koordinasi yang baik antara BPBD dengan kecamatan, kelurahan, dan instansi teknis, kesiapsiagaan serta kemampuan petugas, dan ketersediaan sarana evakuasi. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kapasitas sumber daya manusia dan logistik BPBD, perluasan jangkauan komunikasi program, serta penguatan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan agar penanggulangan banjir di Kecamatan Medan Marelan berjalan lebih efektif.