Amelia Riyanti
Universitas Muhammadiyah Metro, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Perbedaan Kepemimpinan Transformasional dan Transasksional Terhadap Kinerja Guru pada Sekolah Menengah Pertama di Kecamatan Gedung Meneng Tulang Bawang Amelia Riyanti; Garianto Garianto; Marzuki Noor
Continuous Education: Journal of Science and Research Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/ce.v7i2.3715

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pengaruh Perbedaan Kepemimpinan Transformasional dan Transasksional Terhadap Kinerja Guru pada Sekolah Menengah Pertama di Kecamatan Gedung Meneng Tulang Bawang. Terkait dengan hal ini penulis merasa ada hal yang harus digali terkait dengan kepemimpinan kepala sekolah. Peran kepala sekolah sangat penting untuk tercapainya pembelajaran yang bermakna. Kepala sekolah tidak hanya menuntut guru pada beban administratif saja tanpa memperhatikan esensi dari rancangan pembelajaran yang di susun oleh guru. Selain itu kemampuan kepala sekolah dalam mengelola dan mengarahkan sumber daya manusia yang ada di sekolah menjadi sebuah kunci susksesnya proses pendidikan yang berlangsung di sekolah. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan regresi linear berganda. Sampel terdiri dari guru-guru SMP yang dipilih menggunakan purposive sampling, dan data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis dilakukan menggunakan aplikasi JASP, meliputi uji parsial (t-test), uji simultan (F-test), dan koefisien determinasi (R²).Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perbedaan hasil penelitian ini juga terlihat dari nilai statistik yang diperoleh. Kepemimpinan transformasional memiliki nilai t hitung sebesar 7,517 dengan tingkat signifikansi 0,000, sedangkan kepemimpinan transaksional hanya memperoleh nilai t hitung sebesar 1,380 dengan tingkat signifikansi 0,174. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa guru lebih merasakan manfaat dari perilaku kepala sekolah yang memberikan inspirasi, pembinaan, perhatian individual, dan stimulasi intelektual dibandingkan dengan pendekatan yang hanya menekankan penghargaan dan pengawasan.