Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Hubungan Usia dan Paritas dengan Keparahan Mioma Uteri di RSUD di Kwaingga, Keerom, Papua Ferdinant Martinus Djawa; Elieser Elieser; Trajanus Laurens Jembise; Dais Iswanto
Jurnal Kolaborasi Sains dan Ilmu Terapan Vol. 5 No. 1.1 (2026): SPECIAL ISSUE
Publisher : Utiliti Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69688/juksit.v5i1.1.275

Abstract

Mioma uteri merupakan tumor jinak uterus yang dapat menimbulkan manifestasi klinis dengan tingkat keparahan yang berbeda. Bukti mengenai faktor yang berhubungan dengan keparahan pada rumah sakit daerah di Papua masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan usia dan paritas dengan tingkat keparahan mioma uteri pada pasien rawat inap di RSUD Kwaingga, Kabupaten Keerom, periode 2020–2025. Penelitian menggunakan desain observasional analitik retrospektif berbasis rekam medis dengan total sampling terhadap 90 kasus yang memenuhi kriteria. Data dianalisis secara deskriptif dan bivariat menggunakan Fisher’s exact test untuk usia dan uji chi-square untuk paritas dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Kelompok usia >40 tahun merupakan kelompok terbesar (58,9%), multipara 53,3%, dan kasus tidak parah 73,3%. Usia berhubungan secara bermakna dengan tingkat keparahan mioma uteri (p<0,001), sedangkan paritas tidak menunjukkan hubungan bermakna (p=0,188). Pada kelompok usia >40 tahun, proporsi kasus parah mencapai 43,4%. Temuan ini menunjukkan bahwa pada populasi yang diteliti, variasi keparahan lebih terkait dengan usia dibandingkan paritas. Penelitian menyediakan bukti lokal mengenai karakteristik pasien mioma uteri di rumah sakit daerah Papua dan dapat menjadi dasar pengembangan penelitian dengan variabel klinis dan patologis yang lebih lengkap.
PEMERIKSAAN STATUS GIZI UNTUK MENINGKATKAN DERAJAT KESEHATAN DI TK PEMBANGUNAN V YAPIS DISTRIK HERAM KOTA JAYAPURA, PAPUA Elieser; Trajanus laurens Jembise; Izak Y Samay; Dais Iswanto; Yusriana
DedikasiMU : Journal of Community Service Vol. 7 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/dedikasimu.v7i4.10888

Abstract

Gizi merupakan faktor penting untuk menentukan pertumbuhan dan perkembangan anak anak usia dini seperti di Taman kanak kanak. Dengan gizi yang optimal maka derajat kesehatan dan kinerja akademik di masa datang naka anak tersebut semakin baik. Tujuan pengabdian ini untuk melakukan pemeriksaan status gizi anaka anak TK Pembangunan V Yapis Heram Kota Jayapura, Papua. Kegiatan dilakukan dengan pengukuran antropometri berat badan dan tinggi badan untuk dikonversi dengan satandart WHO sehingga dapat diketahui status gizi anak anak. Hasil pengabdian membuktikan terdapat 37 anak ditemukan sebanyak 2 orang mengalami gangguan gizi wasting atau kurus dan 1 orang obesitas sedangkan sisanya mayoritas dalam keadaan status gizi normal. Kegiatan pengabdian berjalan lancar sesuai dengan rencana dan tujuan kegiatan. Proses pengabdian didukung oleh orang tua, guru dan kepala sekolah sehingga pelaksanaan pengabdian serupa di masa datang diharapkan untuk meningkatkan literasio kesehatan secara umum pada anak anak. Kesimpulan pengabdian ditemukan sebanyak 3 orang anak (8,1 %) mengalami abnormalitas gizi terdiri 2 orang anak termasuk kurus dan seorang anak dengan berat badan berlebih atau oobesitas.
PELAYANAN PEMERIKSAAN SGOT DAN SGPT SEBAGAI UPAYA EDUKASI PENINGKATAN KESEHATAN BAGI KOMUNITAS MASJID AL MANSHURIN DI KELURAHAN YABANSAI DISTRIK HERAM KOTA JAYAPURA Trajanus laurens Jembise; Elieser; Izak Y Samay; Dais Iswanto; Yusriana
DedikasiMU : Journal of Community Service Vol. 7 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/dedikasimu.v7i4.10889

Abstract

Kesehatan adalah kunci dalam mentukan kualitas hidup seiring dengan berbagai faktor penting lainnya. Kondisi kesehatan tersebut dapat dilihat dari beberapa indikasi hasil pemeriksaan klinis individu tersebut. Salah satu manifestasi klinis yang bisa diamati adalah status kadar SGOT (Serum Glutamate Oxaloacetate Transaminase) dan SGPT (Serum Glutamate Pyruvate Transaminase) dalam darah. Enzim tersebut memberikan informasi akurat terhadap kesehatan organ hati. Komunitas warga masjid al Manshurin Yabansai , Heram Kota Jayapura merupakan warga yang berasal dari berbagai daerah di Luar Papua, mereka memiliki latar belakang yang berbeda beda. Perbedaan latar belakang pendidikan, suku, gaya hidup dan kesadaran literasi kesehatan adalah faktor terhadap kesehatan organ hati/liver. Tujuan kegiatan ini adalah untuk edukasi dan pemeriksaan kadar SGOT dan SGPT masyarakat untuk meningkatkan kesadaran yang labih baik tentang kesehatan pada umumnya khususnya kesehatan organ hati. Metode pengabdian dilakukan dengan edukasi dan pemeriksaan langsung serum darah responden guna mengukur kadar SGOT dan SGPT di laboratorium klinik Micro Lab Kota Jayapura dengan peralatan standart Nasional hematoanalizer. Alat tersebut memiliki akurasi pengukuran tinggi dan sensivitas yang terkalibrasi baik disukung dengan para analis yang terseetifikasi nasional. Hasil pemeriksaan membuktikan dominansi laki laki (80 %) dan 20 % perempuan yang menderita abnormalitas SGOT dan SGPT. Kelompok laki laki tersebut memiliki rentang usia 31 tahun sampai 42 tahun, kebanyakan memiliki pendidikan SMA dengan pekerjaan sektor swasta. Kegiatan pengabdian diharapkan mampu memberikan peningkatan kesadaran untuk menjaga kesehatan hati demi kulaitas hidup yang lebih bailk lagi bagi masyarakat.
EDUKASI TEMPER TANTRUM DAN UPAYA PENANGANANNYA, BAGI IBU WALI KELAS/GURU DI TK PEMBANGUNAN V YAPIS KOTA JAYAPURA, PAPUA Izak Yesaya Samay; Trajanus Laurens Jembise; Elieser; Dais Iswanto; Yusriana
DedikasiMU : Journal of Community Service Vol. 7 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/dedikasimu.v7i4.10893

Abstract

Temper tantrum merupakan luapan emosi anak usia dini yang muncul karena dipicu oleh berbagai faktor seperti lapar, kelelahan, keinginan yang belum tercapai, menangis dan melakukan hal negatif launnya lebih dari lima belas menit. Keadaan tersebut sangat mengganggu lingkungan pembelajaran dan lingkungan rumah jika tidak ditangani secara tepat. Tujuan kegiatan ini untuk memberikan peningkatan pengetahuan dan pemahaman bagi para guru dan orang tua terhadap tantrum anak. Metode kegitan memilih ceramah, tanya jawab dan diskusi terkait tantrum anak. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta tentang tantrum ditunjukkan dengan nilai rata rata skor pre test 49.89 dengan rentang nilai 40-60 menjadi rata rata post test sebesar 76.28 dengan rentang nilai 65 sampai 90. Data tersebut menunjukkan peningkatan sebanyak 26.39 point yang memebrikan gambaran bahwa metode yang digunakan dalam penyuluhan efektif dan menarik perhatian peserta. Dampak kegiatan adalah menambah referensi peserta untuk penanganan tantrum anak di sekolah dan lingkungan rumah.