Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sosialisasi Budidaya Ikan dalam Ember dan Pembuatan Pupuk Organik Cair di Desa Deluk Kabupaten Bengkalis Seno Andri; Adi Sulistio; Sri Puja Lestari; Mei Azhari Ritonga; Alif Kurnia; Yovanka Putri Aprillia; Fitriani Novalina Panjaitan; Raja Zahra; Salsabila Herawati; Kristina Yohana Damanik; Angeli Lovia Putri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari Vol. 3 No. 2 (2026): September
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmm.v3i2.383

Abstract

Desa Deluk, Kabupaten Bengkalis memiliki potensi lahan pekarangan yang belum dimanfaatkan optimal untuk budidaya perikanan rumah tangga dan mendukung kebutuhan pupuk pertanian. Ketergantungan masyarakat terhadap pupuk kimia masih tinggi, sementara harganya fluktuatif dan penggunaan berlebihan berpotensi menurunkan kesuburan tanah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat melalui budidaya ikan dalam ember (budikdamber) untuk memanfaatkan lahan sempit serta pembuatan pupuk organik cair (POC) dari limbah organik rumah tangga sebagai alternatif pupuk yang murah dan ramah lingkungan. Metode kegiatan meliputi observasi dan analisis kebutuhan, penyuluhan interaktif, demonstrasi, praktik langsung, pendampingan, dan evaluasi melalui pengamatan partisipasi serta wawancara singkat. Kegiatan dilaksanakan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Riau bersama perangkat desa dan warga Desa Deluk. Hasil kegiatan menunjukkan peserta mengikuti diskusi dan praktik serta mampu mengikuti tahapan dasar budikdamber dan pembuatan POC. Kegiatan menghasilkan unit percontohan budikdamber dan contoh POC yang dapat menjadi acuan bagi masyarakat untuk menerapkan kedua teknologi tersebut secara mandiri. Kegiatan ini mendukung ketahanan pangan keluarga dan kemandirian masyarakat dalam mengelola sumber daya lokal secara berkelanjutan
Pemberdayaan Ekonomi Kreatif: Inovasi Pengelolaan Komoditas Lokal Menjadi Manisan Kelapa Sederhana Bernilai Jual Tinggi di Desa Pambang Baru Kecamatan Bantan Seno Andri; Allya Filza Husnia; Ananda Qihta; Erra Pajira; Eza Fitriani; Gita Sondang Kristiarta; Jelita Zahira Siregar; Khoirunnisa Nasywa Putri; Mai Lizah Hanum; Noval Ramadhan Saputra; Riska Yandi; Yosi Angriani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari Vol. 3 No. 3 (2026): Oktober
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmm.v3i3.389

Abstract

Desa Pambang Baru, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, merupakan salah satu desa yang memiliki potensi komoditas kelapa yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah. Namun, ketersediaan bahan baku kelapa belum sepenuhnya dioptimalkan melalui kegiatan pengolahan yang dapat meningkatkan nilai ekonomi dan membuka peluang usaha bagi masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah kelapa menjadi manisan serta memperkenalkan aspek dasar pengembangan usaha melalui perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP), pengemasan, branding, dan pemasaran. Kegiatan dilaksanakan di Balai Desa Pambang Baru pada 21 Juli 2026 dengan sasaran kelompok ibu-ibu PKK, pelaku UMKM lokal, dan pemuda-pemudi Karang Taruna. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui sosialisasi, workshop, demonstrasi, praktik langsung, serta diskusi dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa daging kelapa dapat diolah menjadi manisan sebagai salah satu bentuk diversifikasi produk berbasis komoditas lokal. Perhitungan biaya produksi menunjukkan total HPP sebesar Rp31.570 untuk menghasilkan tiga cup produk, dengan HPP sebesar Rp10.523 per cup. Dengan asumsi margin keuntungan sebesar 20%, harga jual yang diperoleh adalah sekitar Rp12.628 per cup. Selain pengolahan daging kelapa, kegiatan juga memperkenalkan pemanfaatan tempurung kelapa menjadi celengan sebagai bentuk pemanfaatan bagian kelapa secara lebih optimal. Kegiatan ini memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat mengenai pengolahan komoditas lokal serta peluang pengembangan produk berbasis ekonomi kreatif. Keberlanjutan program dapat didukung melalui pendampingan dalam peningkatan kualitas produk, pengemasan, identitas merek, dan pemasaran digital.