Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemberdayaan KTH Wono Harjo melalui Mekanisasi Pengolahan dan Pemasaran Digital Minyak Kemiri Rio Ardiansyah Murda; Rahma Nur Komariah; Eka Nur’azmi Yunira; Maisatul Muawanah; Almas Sasya Adelia Safira; Ahmad Ardiantama; M Galih Cahya Negara
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Mei - Agustus
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i2.8222

Abstract

KTH Wono Harjo di Kabupaten Pesawaran memiliki potensi produksi 7 000 kg biji kemiri per tahun, namun kapasitas produksi minyak kemiri masih sekitar 500 liter per tahun karena proses ekstraksi yang masih manual dan belum adanya sistem pemasaran digital. Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperluas jangkauan pemasaran melalui mekanisasi ekstraksi dan pelatihan pemasaran digital. Tahap persiapan meliputi survei kebutuhan, wawancara dan observasi awal untuk mengidentifikasi masalah mitra, dilanjutkan dengan pengadaan serta instalasi alat ekstraksi semi otomatis dan penyusunan modul pelatihan. Tahap pelaksanaan terdiri atas pelatihan teknis pengoperasian dan perawatan alat, pelatihan pembuatan konten pemasaran digital dan penggunaan media sosial, serta pendampingan mahasiswa dalam pengelolaan akun pemasaran selama tiga bulan. Evaluasi dilakukan melalui uji pre-test dan post‑test, pencatatan kapasitas produksi, serta monitoring keterlibatan konsumen di kanal digital. Hasilnya, kapasitas produksi meningkat menjadi ±1 050 liter per tahun, waktu ekstraksi berkurang 40%, rendemen minyak lebih stabil, dan skor pengetahuan anggota KTH mengenai digital marketing meningkat dari 38% menjadi 81 %. Akun media sosial baru memperoleh lebih dari 300 pengikut dalam dua bulan dan terjadi peningkatan penjualan sebesar 60% dibandingkan periode sebelumnya. Program ini menunjukkan bahwa mekanisasi dan pemasaran digital dapat meningkatkan efisiensi produksi, mutu produk, dan jangkauan pasar secara signifikan. Rekomendasi untuk keberlanjutan meliputi pemeliharaan rutin alat ekstraksi, pelatihan lanjutan, dan kolaborasi dengan dinas terkait untuk memperluas jaringan pemasaran.