Penelitian ini bertujuan mengembangkan instrumen Beep Test berbasis sensor inframerah untuk meningkatkan objektivitas, akurasi, dan efisiensi evaluasi daya tahan aerobik atlet. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Produk yang dikembangkan memanfaatkan sensor inframerah (PIR), mikrokontroler ESP32, dan aplikasi Blynk IoT untuk mendeteksi secara otomatis keberhasilan peserta mencapai garis 20 meter pada pelaksanaan Beep Test. Kelayakan produk dinilai oleh ahli materi, ahli media, dan praktisi olahraga, kemudian diuji melalui uji coba kelompok kecil yang melibatkan 5 atlet dan kelompok besar yang melibatkan 10 atlet. Data dikumpulkan menggunakan lembar validasi dan angket respons pengguna, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validasi ahli materi meningkat dari 74% menjadi 96%, validasi ahli media dari 74% menjadi 90%, dan validasi praktisi olahraga dari 76% menjadi 90%, seluruhnya berada pada kategori sangat baik. Respons pengguna juga meningkat dari 61,6% pada uji coba kelompok kecil menjadi 83,2% pada uji coba kelompok besar dengan kategori sangat baik. Hasil tersebut menunjukkan bahwa instrumen Beep Test berbasis sensor inframerah memiliki tingkat kelayakan yang tinggi, mudah digunakan, mampu meningkatkan efisiensi pencatatan hasil, mengurangi human error, serta berpotensi menjadi alternatif instrumen evaluasi daya tahan aerobik yang lebih objektif pada sekolah, klub olahraga, dan lembaga pembinaan atlet.