Diabetes melitus (DM) dan hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang memerlukan upaya promotif dan preventif melalui peningkatan pengetahuan serta deteksi dini di masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu-ibu PKK mengenai DM dan hipertensi serta mengidentifikasi kondisi kesehatan melalui skrining glukosa darah dan tekanan darah. Kegiatan dilaksanakan pada 52 ibu-ibu PKK di Desa Sumberejo melalui edukasi kesehatan menggunakan media booklet, pre-test dan post-test, serta pemeriksaan glukosa darah dan tekanan darah. Hasil menunjukkan adanya peningkatan rerata skor pengetahuan meningkat dari 72,50 pada pre-test menjadi 92,69 pada post-test setelah edukasi, dengan perbedaan bermakna (p < 0,001). Hasil skrining glukosa darah sewaktu menunjukkan bahwa 92,3% peserta berada dalam ketagori normal dan 7,7% berada dalam kategori hiperglikemia. Hasil skrining tekanan darah menunjukkan bahwa 30,8% peserta berada dalam kategori normal, 13,5% termasuk hipertensi grade 1, dan 55,8% termasuk hipertensi grade 2. Hasil pemeriksaan disampaikan kepada peserta sebagai umpan balik untuk meningkatkan kesadaran terhadap kondisi kesehatan dan pentingnya pemeriksaan secara berkala karena skrining ini tidak digunakan sebagai diagnosis definitif. Peserta dengan hasil yang memerlukan perhatian lebih lanjut diberikan anjuran untuk melakukan pemeriksaan lanjutan di fasilitas pelayanan kesehatan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa integrasi edukasi dan skrining dapat meningkatkan pengetahuan serta membantu peserta mengenali kondisi kesehatan yang memerlukan pemantauan lebih lanjut. Kontribusi ibu-ibu PKK melalui kegiatan ini berpotensi memperkuat peran keluarga dan masyarakat dalam deteksi dini serta pencegahan penyakit tidak menular secara berkelanjutan. Health Education and Screening of Type 2 Diabetes Mellitus and Hypertension among PKK Women in Desa Sumberejo Kecamatan Gedangan Abstract Diabetes mellitus (DM) and hypertension are non-communicable diseases that require promotive and preventive efforts through improving health knowledge and facilitating early detection within the community. This community service activity aimed to improve the knowledge and awareness of PKK women regarding DM dan hypertension and to identify health conditions through blood glucose and blood pressure screening. The activity involved 52 PKK women in Desa Sumberejo and consisted of health education using a booklet, pre-test and post-test assessments, blood glucose and blood pressure measurements. The results demonstrated that the mean knowledge score increased from 72,50 at pre-test to 92,69 at post-test, with a statistically significant difference (p < 0,001). Random blood glucose screening showed that 92,3% of participants had results within the normal category and 7,7% had results categorized as hyperglycemia. Blood pressure screening showed that 30,8% pf participants had normal blood pressure, 13,5% were classified as having grade 1 hypertension, and 55,8% as having grade 2 hypertension. The screening results were communicated to participants as direct feedback to increase awareness of their health status and the importance of regular health monitoring, as the screening was not intended to provide definitive diagnosis.Participants with findings requiring further attention were advised to undergo follow-up examintaions at healthcare facilities. These findings demonstrate that integrating health education and screening can improve knowledge while enabling participants to recognize health conditions requiring further monitoring. The involvement of PKK women through this activity has the potential to strengthen the role of families and communities in the early detection and prevention of non-communicable diaseases in a sustainable manner