Studies on Islamic education in Cambodia remain limited, particularly regarding the relationship between the history of Cham Muslim Islamization, institutional transformation, and social development. This qualitative study aims to analyze the history, institutional dynamics, and contributions of Islamic education to Cham identity, religious moderation, and social development in modern Cambodia. Utilizing a library research approach and historical-analytical methods, data were gathered from relevant literature and evaluated through content and historical analysis. The results indicate that Islamic education evolved alongside trade and migration networks. Institutional dynamics transformed from traditional community-based systems (halaqah) into modern educational institutions post-Khmer Rouge. Islamic education plays a strategic role in reproducing Cham identity, strengthening religious moderation, improving human resource quality, and fostering inclusive social development in multicultural Cambodia. In conclusion, Islamic education serves as a social transformation and cultural reconciliation instrument that strengthens minority Muslim social cohesion within Cambodia's multicultural landscape. ABSTRAK Kajian tentang pendidikan Islam di Kamboja masih relatif terbatas, terutama yang mengkaji keterkaitan antara sejarah Islamisasi masyarakat Muslim Cham, transformasi kelembagaan pendidikan Islam, dan kontribusinya terhadap pembangunan sosial masyarakat kontemporer. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk menganalisis sejarah perkembangan, dinamika perubahan sistem kelembagaan, serta kontribusi pendidikan Islam terhadap penguatan identitas etnis Muslim Cham, moderasi beragama, dan pembangunan sosial di Kamboja modern. Menggunakan metode studi kepustakaan dan pendekatan historis-analitis, data bersumber dari literatur sekunder yang relevan dan dianalisis melalui analisis isi serta historis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Islam berkembang seiring proses Islamisasi masyarakat Cham melalui jaringan perdagangan dan migrasi. Dinamika kelembagaan mengalami transformasi dari sistem tradisional berbasis komunitas (halaqah) menuju lembaga modern pascakonflik Khmer Merah. Pendidikan Islam terbukti berperan strategis sebagai sarana reproduksi identitas Muslim Cham, penguatan moderasi beragama, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta mendorong pembangunan sosial inklusif dalam masyarakat multikultural Kamboja. Kesimpulannya, pendidikan Islam berfungsi sebagai instrumen transformasi sosial dan rekonsiliasi budaya yang memperkuat kohesi masyarakat Muslim minoritas di tengah dominasi mayoritas Buddha Kamboja modern.