Muh. Aqrim S
Universitas Negeri Makassar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGEMBANGAN INSTRUMEN ASESMEN LITERASI SAINS MATERI KOLOID BERBASIS KEARIFAN LOKAL BUDAYA MAKASSAR Muh. Aqrim S; Jusniar Jusniar; Netti Herawati
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i4.14371

Abstract

Scientific literacy is an essential competency because students need to use scientific knowledge to understand phenomena and solve real-life problems. However, scientific literacy assessment in chemistry learning tends to emphasize conceptual mastery and rarely incorporates cultural contexts closely related to students’ experiences. This study aimed to develop a valid, practical, and reliable scientific literacy assessment instrument for the colloidal system topic based on Makassar local cultural wisdom. The instrument was developed using Mardapi’s seven-stage test development model: preparing specifications, writing items, reviewing, piloting, analyzing items, revising, and assembling the test. The instrument consisted of multiple-choice items accompanied by answer justifications and was based on the OECD (2023) scientific literacy framework. Makassar cultural wisdom was integrated through stimuli involving local food, environmental conditions, community practices, and everyday phenomena relevant to colloidal systems. The pilot test involved 30 eleventh-grade students at SMAS Wahdah Islamiyah Makassar during the 2025/2026 academic year. The results showed a Gregory content validity coefficient of 1.00 and a percentage of agreement of 100%. Of the 21 tested items, 20 were empirically valid. The KR-20 reliability coefficient was 0.682, while the average practicality score was 87%. The integration of local cultural contexts provided relevant stimuli connecting colloidal concepts with students’ real-life experiences. Therefore, the developed instrument is valid, reliable, and practical and can serve as an alternative scientific literacy assessment based on Makassar local cultural wisdom. ABSTRAK Literasi sains merupakan kemampuan penting karena peserta didik dituntut mampu menggunakan pengetahuan ilmiah untuk memahami fenomena dan menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan nyata. Namun, asesmen literasi sains pada pembelajaran kimia masih cenderung menekankan penguasaan konsep dan belum banyak mengintegrasikan konteks budaya yang dekat dengan pengalaman peserta didik. Penelitian ini bertujuan mengembangkan instrumen asesmen literasi sains materi sistem koloid berbasis kearifan lokal budaya Makassar yang valid, praktis, dan reliabel. Pengembangan menggunakan model Mardapi yang terdiri atas tujuh tahap, yaitu menyusun spesifikasi tes, menulis butir, menelaah, melakukan uji coba, menganalisis butir, merevisi, dan merakit tes. Instrumen berbentuk pilihan ganda beralasan berdasarkan kerangka literasi sains OECD (2023), dengan kearifan lokal Makassar diintegrasikan melalui stimulus tentang pangan, lingkungan, kebiasaan, dan kehidupan masyarakat yang relevan dengan konsep koloid. Uji coba melibatkan 30 peserta didik kelas XI SMAS Wahdah Islamiyah Makassar tahun ajaran 2025/2026. Hasil penelitian menunjukkan koefisien validitas isi Gregory sebesar 1,00 dan percentage of agreement sebesar 100%. Dari 21 butir yang diuji, 20 butir valid secara empiris. Reliabilitas KR-20 sebesar 0,682 dan kepraktisan rata-rata sebesar 87%. Integrasi kearifan lokal menghasilkan stimulus kontekstual yang menghubungkan konsep koloid dengan pengalaman nyata peserta didik. Instrumen yang dikembangkan memenuhi kriteria valid, reliabel, dan praktis serta dapat digunakan sebagai alternatif asesmen literasi sains berbasis kearifan lokal budaya Makassar.