Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

REKONSTRUKSI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS MULTIKULTURAL PADA LEMBAGA PENDIDIKAN SMKN 7 PANDEGLANG DI PROVINSI BANTEN: Diskursus mengenai multikulturalisme dalam pendidikan PAI telah mengalami perkembangan sejak era Reformasi, di mana pendidikan diharapkan berfungsi sebagai alat untuk integrasi nasional Nurlelah Nurlelah; Aep Saepul Anwar; Dede Ridho Firdaus; Yusif Maulana
Jurnal Insan Pengabdian Indonesia Vol. 4 No. 2 (2026): Juni : Jurnal Insan Pengabdian Indonesia
Publisher : PT. ALHAFI BERKAH INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62007/jouipi.v4i2.864

Abstract

Pendidikan Agama Islam adalah proses pendidikan yang bertujuan untuk membentuk, membimbing, dan mengembangkan peserta didik agar memiliki pemahaman, penghayatan, serta pengamalan ajaran Islam secara menyeluruh dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan dari penulisan artikel ini untuk mengetahui rekonstruksi pembelajaran Pendidikan Agama Islam berbasis multikultural pada lembaga pendidikan SMKN 7 Pandeglang di Provinsi Banten. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus untuk memperoleh pemahaman secara mendalam mengenai rekonstruksi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis multikultural di SMKN 7 Pandeglang, Provinsi Banten. Hasil penelitian yang pertama yaitu kondisi demografi dan keberagaman pada SMKN 7 Pandeglang di Provinsi Banten. Provinsi Banten adalah daerah yang memiliki karakteristik demografis yang unik karena terletak di jalur pertemuan antara kawasan urban, industri, pesisir, dan agraris. Yang kedua implementasi kurikulum PAI dan hambatan guru yaitu pada dasarnya telah sejalan dengan kebijakan pendidikan nasional, namun dalam praktiknya masih menunjukkan kecenderungan yang normatif dan berfokus pada penguasaan materi. Yang ketiga dampak sosial dari pembelajaran PAI yang belum sepenuhnya berbasis multikultural mulai terlihat dalam kehidupan sekolah di beberapa daerah Banten. Yang keempat pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMKN 7 Pandeglang mitra masih cenderung dilakukan secara konvensional dan belum sepenuhnya mengakomodasi nilai-nilai multikultural dalam proses belajar mengajar. Yang kelima guru Pendidikan Agama Islam di SMKN 7 Pandeglang masih menghadapi keterbatasan dalam mengembangkan model pembelajaran yang benar-benar sesuai dengan karakter sosial masyarakat Banten yang majemuk.