Ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang sangat menentukan kelangsungan aktivitas pendidikan, sosial, dan kesehatan masyarakat. Balai Pengajian An-Nisa di Gampong Keumireu, Kecamatan Kuta Cot Glie, Kabupaten Aceh Besar, mengalami krisis air akibat kekeringan yang menyebabkan sumur lama tidak lagi menghasilkan air. Kondisi ini menghambat kegiatan pendidikan Qur’ani, mengingat para santri harus mengandalkan air tadah hujan dan fasilitas sanitasi darurat yang tidak layak. Program pengabdian ini bertujuan mengidentifikasi kebutuhan air bersih dan mendokumentasikan manfaat pembangunan sumur wakaf sebagai solusi keberlanjutan. Metode yang digunakan meliputi pengecekan lokasi secara berkala (virtual dan langsung), observasi perkembangan pembangunan sumur, serta wawancara mendalam dengan pimpinan balai, pekerja, dan masyarakat. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa sumur wakaf menjadi solusi paling efektif untuk mengatasi krisis air, menyediakan pasokan air bersih yang stabil, dan memungkinkan pembangunan fasilitas sanitasi seperti MCK. Ketersediaan air berdampak signifikan terhadap peningkatan kenyamanan santri, kebersihan lingkungan, dan kelancaran proses pendidikan Qur’ani. Selain manfaat fisik, sumur wakaf memperkuat fungsi sosial dan spiritual balai pengajian sebagai pusat pembinaan keagamaan masyarakat. Secara keseluruhan, program ini membuktikan bahwa wakaf sumur merupakan instrumen pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan dalam aspek pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial.