Junsi Mariani
Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Asupan Protein Dengan Kadar Glukosa Darah Puasa Pada Penyandang Diabetes Melitus Tipe 2 Junsi Mariani; Agil Dhiemitra Aulia Dewi; Nor Eka Noviani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1021

Abstract

Diabetes melitus merupakan masalah kesehatan yang prevalensinya terus meningkat. Prevalensidiabetes di Daerah Istimewa Yogyakarta berdasarkan SKI 2023 sebesar 3,6%, sedangkan diKabupaten Sleman pada tahun 2024 tercatat sebanyak 17.214 kasus, dengan Puskesmas Kalasanmemiliki 1.477 kasus (8,58%) sehingga menjadi salah satu wilayah dengan jumlah kasus diabetesmelitus yang tinggi. Pengaturan asupan protein merupakan salah satu bagian dari terapi gizi medisyang berperan dalam membantu pengendalian kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui hubungan antara asupan protein dengan kadar glukosa darah puasa pada penyandangdiabetes melitus tipe 2 usia ≥45-69 tahun di wilayah kerja Puskesmas Kalasan. Penelitian inimerupakan penelitian kuantitatif dengan metode observasional analitik menggunakan desain cross-sectional. Penelitian dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Kalasan, Sleman, Yogyakarta padabulan Juni 2026. Sampel penelitian berjumlah 47 responden yang dipilih menggunakan teknikpurposive sampling. Data asupan protein diperoleh melalui wawancara food recall 3x24 jam padahari yang tidak berturut-turut dan dianalisis menggunakan perangkat lunak NutriSurvey, sedangkankadar glukosa darah puasa diukur menggunakan glukometer digital setelah responden menjalanipuasa minimal 8 jam. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan ujikorelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan rerata asupan protein sebesar 43,34±12,23 g/hari,sedangkan rerata kadar glukosa darah puasa sebesar 137,60±34,44 mg/dL. Hasil uji Spearmanmenunjukkan nilai r=-0,290 dengan p-value=0,037 (p<0,05), yang berarti terdapat hubungan yangbermakna dengan arah hubungan negatif dan kekuatan korelasi lemah antara asupan protein dankadar glukosa darah puasa pada penyandang diabetes melitus tipe 2. Semakin tinggi asupanprotein, kadar glukosa darah puasa cenderung semakin rendah. Namun, pada penyandang diabetesmelitus gangguan fungsi ginjal, asupan protein harus disesuaikan.