Kehamilan dan persalinan dapat berkembang menjadi kondisi patologis apabila terjadi komplikasi dan tidakditangani dengan tepat. Keterlambatan mengenali tanda bahaya kehamilan dapat meningkatkan risiko komplikasipada ibu dan janin. Studi pendahuluan di Puskesmas Pekauman Banjarmasin menunjukkan bahwa 7 dari 10 ibuhamil memiliki pemahaman yang belum lengkap mengenai tanda bahaya kehamilan. Penelitian bertujuanmengetahui pengaruh edukasi berbasis video terhadap pengetahuan mengenai tanda bahaya kehamilan dalampersiapan persalinan. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain pra-eksperimen One Group Pretest–Posttesttanpa kelompok kontrol. Sampel minimal 15 responden dipilih dengan teknik accidental sampling. Datadianalisis menggunakan Wilcoxon Signed-Rank Test untuk mengetahui perbedaan pengetahuan sebelum dansesudah intervensi. Hasil menunjukkan sebagian besar responden berusia 20–35 tahun (86,6%), berpendidikanmenengah (53,3%), dan tidak bekerja (93%). Sebelum intervensi, sebagian besar responden memilikipengetahuan kurang (93,3%), sedangkan setelah edukasi video seluruh responden memiliki pengetahuan baik(100%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan peningkatan pengetahuan pada seluruh responden, dengan nilai Z = -3,436 dan p = 0,001 (α < 0,05), yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan edukasi berbasis video terhadappengetahuan ibu hamil mengenai tanda bahaya kehamilan. Penelitian ini menunjukkan edukasi berbasis videoefektif meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai tanda bahaya kehamilan dan dapat digunakan sebagaimetode edukasi dalam pelayanan kesehatan maternal.