p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Borneo Nursing Journal
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemilihan Tempat Persalinan Di Wilayah Kerja Puskesmas Kuin Raya Syarbailiani Handayani; Lisda Handayani; Istiqamah; Adriana Palimbo
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.274

Abstract

Latar Belakang: Pemilihan tempat persalinan merupakan keputusan penting yang berdampak langsung terhadap keselamatan ibu dan bayi. Meskipun pemerintah telah menyediakan berbagai fasilitas persalinan, sebagian ibu masih memilih tempat yang kurang sesuai dengan kondisi obstetriknya. Beragam faktor seperti paritas, kepemilikan asuransi kesehatan, dan jarak ke fasilitas kesehatan berpotensi memengaruhi keputusan tersebut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan pemilihan tempat persalinan pada ibu bersalin di wilayah kerja Puskesmas Kuin Raya, Kota Banjarmasin. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 289 ibu bersalin tahun 2024 diambil menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui dokumentasi rekam medis, serta dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 5% (α = 0,05). Hasil: Sebagian besar responden memilih bersalin di Rumah Sakit Swasta (53,3%). Terdapat hubungan signifikan antara paritas (p = 0,023), kepemilikan asuransi kesehatan (p = 0,015), dan jarak tempuh ke fasilitas kesehatan (p = 0,000) dengan pemilihan tempat persalinan. Ibu dengan paritas berisiko, memiliki asuransi, dan berdomisili ≤3 km dari fasilitas kesehatan cenderung memilih RS Swasta. Simpulan: Paritas, kepemilikan asuransi, dan jarak tempuh terbukti berhubungan signifikan dengan pemilihan tempat persalinan. Diperlukan intervensi promotif melalui pendidikan kebidanan serta penguatan akses dan distribusi fasilitas kesehatan maternal untuk mendukung pemilihan tempat persalinan yang aman dan rasional.
Pengaruh Edukasi Media Video Terhadap Pengetahuan Tanda Bahaya Ibu Hamil Dalam Menghadapi Persalinan Di Puskesmas Pekauman Elvinna Svarta Octavia; Istiqamah; Meldawati; Sismeri Dona
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1166

Abstract

Kehamilan dan persalinan dapat berkembang menjadi kondisi patologis apabila terjadi komplikasi dan tidakditangani dengan tepat. Keterlambatan mengenali tanda bahaya kehamilan dapat meningkatkan risiko komplikasipada ibu dan janin. Studi pendahuluan di Puskesmas Pekauman Banjarmasin menunjukkan bahwa 7 dari 10 ibuhamil memiliki pemahaman yang belum lengkap mengenai tanda bahaya kehamilan. Penelitian bertujuanmengetahui pengaruh edukasi berbasis video terhadap pengetahuan mengenai tanda bahaya kehamilan dalampersiapan persalinan. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain pra-eksperimen One Group Pretest–Posttesttanpa kelompok kontrol. Sampel minimal 15 responden dipilih dengan teknik accidental sampling. Datadianalisis menggunakan Wilcoxon Signed-Rank Test untuk mengetahui perbedaan pengetahuan sebelum dansesudah intervensi. Hasil menunjukkan sebagian besar responden berusia 20–35 tahun (86,6%), berpendidikanmenengah (53,3%), dan tidak bekerja (93%). Sebelum intervensi, sebagian besar responden memilikipengetahuan kurang (93,3%), sedangkan setelah edukasi video seluruh responden memiliki pengetahuan baik(100%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan peningkatan pengetahuan pada seluruh responden, dengan nilai Z = -3,436 dan p = 0,001 (α < 0,05), yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan edukasi berbasis video terhadappengetahuan ibu hamil mengenai tanda bahaya kehamilan. Penelitian ini menunjukkan edukasi berbasis videoefektif meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai tanda bahaya kehamilan dan dapat digunakan sebagaimetode edukasi dalam pelayanan kesehatan maternal.