Intracerebral Hemorrhage (ICH) merupakan salah satu jenis stroke hemoragikyang terjadi akibat perdarahan pada parenkim otak sehingga dapat meningkatkan tekananintrakranial, menurunkan perfusi serebral, serta menyebabkan gangguan hemodinamik.Ketidakstabilan hemodinamik dapat memperburuk kerusakan otak sekunder dan meningkatkanmorbiditas maupun mortalitas.Tujuan: Mengetahui penerapan terapi posisi Head Up 30° terhadap stabilisasi hemodinamikpada pasien Intracerebral Hemorrhage (ICH).Metode: Penelitian menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan One GroupPretest-Posttest Design. Sampel berjumlah 20 pasien ICH yang dirawat di Stroke Center danAlexandri 3 RSUD dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin pada Juli 2026. Teknik pengambilansampel menggunakan total sampling. Intervensi berupa posisi Head Up 30° dan pengukurantekanan darah, MAP, SpO₂, RR, dan HR sebelum dan sesudah intervensi. Analisismenggunakan Wilcoxon Signed Rank Test dengan α=0,05.Hasil: Terdapat perbedaan bermakna pada tekanan darah sistolik (p=0,000), MAP (p=0,001), danSpO₂ (p=0,006). Tidak terdapat perbedaan bermakna pada tekanan darah diastolik (p=0,064),RR (p=0,848), dan HR (p=0,849). Rerata sistolik menurun dari 157,85 menjadi 147,10 mmHg,MAP dari 115,95 menjadi 108,70 mmHg, sedangkan SpO₂ meningkat dari 96,30% menjadi97,45%.Kesimpulan: Penerapan terapi posisi Head Up 30° berpengaruh terhadap stabilisasi beberapaparameter hemodinamik pasien ICH, terutama tekanan darah sistolik, MAP, dan SpO₂.Intervensi ini dapat digunakan sebagai salah satu tindakan keperawatan nonfarmakologispendukung dalam perawatan pasien ICH.