Karsinoma Nasofaring (KNF) merupakan keganasan pada epitel mukosa nasofaring. Radioterapi yang menjadi modalitas utama pengobatan KNF, memerlukan alat imobilisasi untuk menjaga stabilitas pasien selama penyinaran. Menurut Bao et al. (2021) dan Tang et al. (2021), alat imobilisasi pada radioterapi KNF meliputi masker termoplastik Head Neck, styrofoam-bag, carbon-fiber baseplate dan head-support. Namun terdapat perbedaan di Instalasi Radioterapi RSUD Dr. Moewardi, yaitu penggunaan masker termoplastik abdomen dikombinasikan dengan hip-fix, Footrest, dan head-support yang dipasang terbalik. Penelitian ini bertujuan mengetahui metode peletakan alat imobilisasi, alasan penggunaan Hip Fix dan masker abdomen, serta perannya dalam menunjang ketepatan terapi pada pasien KNF dengan pembesaran kelenjar getah bening leher. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pengambilan data pada bulan Maret 2026 melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Responden terdiri dari dokter spesialis onkologi radiasi, radiografer CT Simulator, radiografer penyinaran dan fisikawan medis di Instalasi Radioterapi RSUD Dr. Moewardi. Pasien karsinoma nasofaring dengan pembesaran kelenjar getah bening leher menggunakan masker termoplastik abdomen yang dikombinasikan dengan Hip Fix, Head Support yang diletakkan terbalik, dan Footrest sebagai penanda batas bawah. Penggunaan masker Head Neck standar tidak memungkinkan karena ukuran massa kelenjar getah bening yang besar berpotensi menimbulkan luka kompresi. Pada verifikasi menunjukkan pergeseran kurang dari 3 mm pada setiap fraksi penyinaran. Kombinasi Hip Fix, masker termoplastik abdomen, Head Support terbalik, dan Footrest merupakan alternatif imobilisasi pada pasien KNF dengan pembesaran kelenjar getah bening leher yang mampu menjaga kenyamanan pasien serta akurasi dan presisi penyinaran radioterapi eksternal.