Kanker serviks merupakan salah satu keganasan ginekologi yang paling sering memerlukanradioterapi sebagai modalitas terapi utama, terutama pada stadium lokal lanjut kanker serviks.Radioterapi eksternal dapat menyebabkan toksisitas akut gastrointestinal (GI) dan genitourinari (GU)akibat paparan radiasi pada organ pelvis di sekitarnya. Teknik radioterapi modern seperti IntensityModulated Radiation Therapy (IMRT) dan Volumetric Modulated Arc Therapy (VMAT) diharapkandapat menurunkan toksisitas dibandingkan teknik konvensional Three Dimensional ConformalRadiotherapy (3DCRT). Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan teknik radioterapi terhadaptoksisitas akut GI dan GU berdasarkan kriteria Radiation Therapy Oncology Group (RTOG) padapasien kanker serviks di RS Kanker Dharmais. Penelitian menggunakan desain retrospektif analitikterhadap 30 pasien kanker serviks yang menjalani EBRT. Teknik radioterapi dikategorikan menjaditeknik modern (IMRT dan VMAT) dan teknik konvensional (3DCRT). Toksisitas diklasifikasikanmenjadi toksisitas ringan (grade 0–1) dan toksisitas bermakna klinis (grade ≥2). Analisis statistikmenggunakan uji Fisher Exact dan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapathubungan yang bermakna antara teknik radioterapi dengan toksisitas GI (p=0.645) maupun toksisitasGU (p=1.000). Usia juga tidak menunjukkan perbedaan bermakna terhadap toksisitas GI (p=0.603)dan GU (p=0.402). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa teknik radioterapi tidakberhubungan secara signifikan terhadap toksisitas akut GI dan GU pada pasien kanker serviks.