p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Borneo Nursing Journal
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Kepatuhan Terapi Dan Kenyamanan Pasien CA Mammae Terhadap Proses Radioterapi Di RS Kanker Dharmais Burlian Mughnie; Lolita Anggreni; Rory Agustria
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1553

Abstract

Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker yang paling banyak dialami perempuan danmemerlukan penatalaksanaan yang komprehensif, salah satunya melalui radioterapi. Keberhasilanradioterapi dipengaruhi oleh kepatuhan pasien dalam menjalani seluruh rangkaian terapi sertakenyamanan pasien selama proses penyinaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkatkepatuhan terapi, tingkat kenyamanan pasien, serta hubungan antara kepatuhan terapi dengankenyamanan pasien Ca mammae yang menjalani radioterapi di RS Kanker Dharmais. Penelitian inimenggunakan metode kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional terhadap 30 pasien Camammae yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakankuesioner kepatuhan terapi dan kuesioner kenyamanan pasien, kemudian dianalisis secara univariatdan bivariat menggunakan Fisher's Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkatkepatuhan terapi pasien Ca mammae berada pada kategori patuh sekali, dengan skor yang palingsering diperoleh yaitu 37 sebanyak 8 responden (26,7%). Tingkat kenyamanan pasien selamamenjalani radioterapi berada pada kategori sangat nyaman, dengan skor yang paling sering diperolehyaitu 36 sebanyak 8 responden (26,7%). Hasil Fisher's Exact Test menunjukkan nilai p = 1,000 (p >0,05), sehingga tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan terapi dengan kenyamananpasien. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa tingkat kepatuhan terapi pasien Camammae di RS Kanker Dharmais berada pada kategori patuh sekali, tingkat kenyamanan pasienberada pada kategori sangat nyaman, serta tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhanterapi dengan kenyamanan pasien selama menjalani radioterapi.
Hubungan Teknik Radioterapi Terhadap Toksisitas Akut Gastrointestinal Dan Genitourinari Berdasarkan Kriteria Rtog Pada Pasien Kanker Serviks Di RS Kanker Dharmais Sirilus Bernadi; Nyoman Indah Sukmasari; Rory Agustria
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1730

Abstract

Kanker serviks merupakan salah satu keganasan ginekologi yang paling sering memerlukanradioterapi sebagai modalitas terapi utama, terutama pada stadium lokal lanjut kanker serviks.Radioterapi eksternal dapat menyebabkan toksisitas akut gastrointestinal (GI) dan genitourinari (GU)akibat paparan radiasi pada organ pelvis di sekitarnya. Teknik radioterapi modern seperti IntensityModulated Radiation Therapy (IMRT) dan Volumetric Modulated Arc Therapy (VMAT) diharapkandapat menurunkan toksisitas dibandingkan teknik konvensional Three Dimensional ConformalRadiotherapy (3DCRT). Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan teknik radioterapi terhadaptoksisitas akut GI dan GU berdasarkan kriteria Radiation Therapy Oncology Group (RTOG) padapasien kanker serviks di RS Kanker Dharmais. Penelitian menggunakan desain retrospektif analitikterhadap 30 pasien kanker serviks yang menjalani EBRT. Teknik radioterapi dikategorikan menjaditeknik modern (IMRT dan VMAT) dan teknik konvensional (3DCRT). Toksisitas diklasifikasikanmenjadi toksisitas ringan (grade 0–1) dan toksisitas bermakna klinis (grade ≥2). Analisis statistikmenggunakan uji Fisher Exact dan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapathubungan yang bermakna antara teknik radioterapi dengan toksisitas GI (p=0.645) maupun toksisitasGU (p=1.000). Usia juga tidak menunjukkan perbedaan bermakna terhadap toksisitas GI (p=0.603)dan GU (p=0.402). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa teknik radioterapi tidakberhubungan secara signifikan terhadap toksisitas akut GI dan GU pada pasien kanker serviks.